Salatiga- Universitas Kristen Satya Wacana menjadi tuan rumah kuliah umum bertema "Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan". Acara berlangsung di Balairung UKSW, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian kolaborasi Pusat Studi Kepolisian dengan dunia akademik. Tujuannya mempertemukan pengalaman lapangan dengan perspektif ilmu pengetahuan.
Kuliah umum menghadirkan Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel sebagai narasumber. Ia merupakan Kasatgas Pusat Studi Terorisme. Dengan pengalaman panjang di bidang kepolisian dan penanggulangan terorisme, Rycko membawa perspektif praktis ke ruang akademik. Mahasiswa dan sivitas akademika UKSW antusias mengikuti jalannya diskusi.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW, Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, menekankan pentingnya kampus sebagai ruang pembelajaran aktif. Mahasiswa jangan hanya menjadi pendengar. Mereka perlu menjadi bagian aktif dalam proses pembelajaran. Mahasiswa harus berani bertanya, berpikir kritis, dan terbuka terhadap perbedaan.
Dalam paparannya, Rycko menjelaskan bahwa kekerasan ekstrem tidak muncul begitu saja. Intoleransi, kebencian, marginalisasi, dan diskriminasi dapat menjadi bagian proses radikalisasi. Perkembangan teknologi digital membuat gagasan menyebar dengan cepat. Video pendek, meme, musik, animasi, dan media sosial dapat menjadi lingkungan tempat gagasan berkembang.
Karena itu, generasi muda membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital. Mereka perlu memahami, menyaring, dan menguji informasi yang diterima. Ruang digital jangan sampai menjadi ruang yang membentuk kebencian dan kekerasan. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai bentuk ekstremisme seperti RMVE, IMVE, dan NVE. (Avs)
0 comments:
Posting Komentar