Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Selasa, 02 Juni 2026

Lepas Baut Roda di Jalur Superpadat, Polantas Nganjuk Langsung Kuasai Situasi: Lampu Kedip Wajib!

Suara klakson saling bersahutan di Bypass Ringinanom, Nganjuk, pada Rabu (3/6/2026) ketika sebuah truk tiba-tiba kehilangan baut roda dan berhenti di tengah jalur yang dikenal sangat padat. Namun, kekacauan yang lebih besar berhasil dicegah berkat kehadiran personel Satlantas Polres Nganjuk yang sedang melaksanakan patroli Polantas Menyapa. Dalam hitungan menit, petugas sudah berada di lokasi, membantu mengatur arus lalu lintas yang mulai tersendat, sekaligus memberikan imbauan tegas kepada sopir truk untuk segera menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman. Tindakan cepat ini mencegah potensi kemacetan panjang dan kecelakaan beruntun yang bisa terjadi jika truk dibiarkan begitu saja tanpa tanda peringatan.

AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa Bypass Ringinanom adalah salah satu jalur paling krusial di Nganjuk dengan volume kendaraan besar yang sangat tinggi. Beliau menekankan bahwa setiap kendaraan yang berhenti darurat di jalur ini wajib dipasangi alat peringatan yang jelas, karena jarak pandang pengemudi lain bisa terbatas, terutama di tikungan atau saat malam hari. Tanpa lampu kedip dan segitiga pengaman, truk mogok menjadi benda mati yang sangat berbahaya di tengah jalan. Patroli Polantas Menyapa dirancang untuk menjangkau titik-titik seperti ini agar petugas bisa memberikan respons cepat dan mencegah dampak yang lebih luas.

Di lapangan, petugas tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga membantu sopir truk memasang segitiga pengaman di jarak yang aman, sementara anggota lain mengatur agar kendaraan yang lewat bisa bergerak perlahan tanpa menabrak truk yang sedang diperbaiki. Sopir truk yang awalnya panik dan stres akhirnya bisa fokus pada perbaikan karena merasa aman dengan kehadiran polisi. AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa patroli rutin di jalur rawan dan padat akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan lalu lintas maupun kecelakaan. Kehadiran polisi yang proaktif seperti ini adalah wujud nyata bahwa negara hadir untuk melindungi warganya di jalan raya.

Penutup dari narasi ini adalah bahwa di Bypass Ringinanom yang superpadat, setiap detik sangat berharga dan setiap kelalaian bisa berakibat fatal. Berkat sigapnya Polantas Nganjuk, truk mogok yang seharusnya menjadi bencana lalu lintas berubah menjadi cerita tentang keselamatan dan kepatuhan. AKP Ivan Danara Oktavian berharap seluruh pengemudi yang melintas di jalur ini selalu waspada dan mematuhi prosedur darurat. Karena di jalan raya, kecepatan tanggap polisi dan kesadaran pengemudi adalah dua sayap yang sama-sama penting untuk membuat perjalanan tetap aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.(Avs)

Polisi Masuk Ladang Jagung: Bhabinkamtibmas Sumberkepuh Beri Pelajaran Keamanan Jelang Panen Raya

Di ujung musim tanam, ketika bulir-bulir jagung mulai montok dan siap dipetik, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong, Nganjuk, kedatangan tamu istimewa pada Rabu (3/6/2026). Bhabinkamtibmas Brigadir Johan Eko menyusuri lahan pertanian jagung milik warga binaannya, tidak hanya untuk memantau kesiapan panen tetapi juga untuk memberikan edukasi kamtibmas yang sangat dibutuhkan. Dengan pengalaman dan kedekatannya dengan warga, Brigadir Johan Eko tahu persis bahwa masa menjelang panen adalah masa di mana godaan untuk mengambil hasil orang lain seringkali muncul. Ia memilih pendekatan humanis: berdialog, mendengarkan keluh kesah petani, dan bersama-sama mencari solusi untuk mengamankan hasil bumi. Inilah peran polisi modern yang tidak hanya tegas tetapi juga dekat dan solutif.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa sektor pertanian membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari kepolisian, untuk memastikan ketahanan pangan berjalan optimal. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di ladang jagung jelang panen adalah bentuk nyata komitmen Polri terhadap kesejahteraan petani. Tanaman jagung yang sudah memasuki masa panen memiliki nilai ekonomi yang signifikan, sehingga sangat wajar jika perlu ada pengawasan ekstra untuk mengantisipasi gangguan. Edukasi kamtibmas yang diberikan secara langsung di lokasi pertanian dianggap paling efektif karena petani bisa langsung bertanya dan mempraktikkan saran yang diberikan.

Di lapangan, Brigadir Johan Eko dengan teliti memeriksa kondisi tanaman jagung, menandai area yang paling rawan, dan berdiskusi dengan petani tentang strategi penjagaan bergiliran. Warga pun merasa dihargai karena pendapat mereka didengar dan saran mereka diakomodasi dalam rencana pengamanan bersama. Kapolsek Lengkong, AKP Sugiyono, menegaskan bahwa pendampingan seperti ini akan terus berlanjut bahkan setelah masa panen selesai, sebagai bagian dari program jangka panjang ketahanan pangan. Menurutnya, kepercayaan petani terhadap polisi adalah modal utama yang harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan nyata di lapangan.

Penutup dari narasi ini adalah bahwa keamanan hasil pertanian tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada polisi, tetapi harus menjadi gerakan kolektif seluruh warga desa. Di Sumberkepuh, Brigadir Johan Eko telah memfasilitasi lahirnya kesadaran bersama bahwa menjaga jagung adalah menjaga rezeki bersama. AKP Sugiyono berharap kisah ini menginspirasi desa-desa lain untuk tidak menunggu hingga terjadi kejadian baru bertindak. Karena pencegahan dini melalui edukasi kamtibmas jauh lebih baik daripada penanganan setelah kejadian, dan panen yang aman adalah awal dari kesejahteraan petani yang sejati.(Avs)

Kangkung, Sawi, dan Cabe: Senjata Rahasia Bhabinkamtibmas Kendalrejo Lawan Krisis Pangan


Saat harga sayuran di pasaran naik turun tak menentu, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk, tersenyum tenang karena pekarangan rumah mereka sendiri yang menjadi solusi. Pada Rabu (3/6/2026), Bhabinkamtibmas Bripka Suwito melaksanakan pemantauan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), di mana warga binaannya menanam kangkung, sawi, dan cabe di lahan pekarangan yang sebelumnya kosong. Langkah ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketergantungan pada pasokan sayur dari luar, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Bripka Suwito tidak hanya datang dan pergi, ia berdialog, memeriksa tanaman, dan memastikan setiap keluarga bisa memanen hasil kebunnya sendiri. Inilah peran polisi yang mungkin jarang terlihat: sebagai pelopor kemandirian pangan.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyatakan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan setiap jengkal lahan produktif. Beliau menekankan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi adalah solusi jangka pendek dan panjang untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan gizi keluarga. Kangkung, sawi, dan cabe dipilih karena perawatannya mudah, masa panen cepat, dan hampir setiap masakan Indonesia membutuhkannya. Dengan memiliki kebun sendiri di pekarangan, sebuah keluarga tidak perlu khawatir jika harga cabe tiba-tiba melonjak drastis.

Saat kegiatan pemantauan berlangsung, Bripka Suwito dengan teliti mencatat perkembangan tanaman dan memberikan saran praktis tentang penyiraman serta pemupukan organik. Warga pun dengan antusias menunjukkan hasil panen perdana mereka, termasuk kegembiraan saat memetik cabe merah pertama dari kebun pekarangan. Kapolsek Bagor, AKP Winih, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung keterlibatan anggota Bhabinkamtibmas dalam mendampingi program-program produktif seperti ini. Menurutnya, kesuksesan program P2B di Kendalrejo harus menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Bagor dan sekitarnya.

Penutup dari cerita ini adalah sebuah keyakinan bahwa ketahanan pangan bukanlah proyek yang rumit dan mahal. Cukup dimulai dari pekarangan rumah, dengan bibit kangkung, sawi, dan cabe, serta pendampingan dari Bhabinkamtibmas yang peduli. AKP Winih berharap setiap keluarga di Indonesia bisa memiliki kebun sayur sendiri di halaman rumahnya. Karena ketika setiap rumah menjadi produsen pangan, bukan hanya konsumen, maka krisis pangan akan kehilangan pijakannya. Di Kendalrejo, Bripka Suwito sudah membuktikannya: satu pekarangan produktif, satu keluarga sehat, satu lompatan besar untuk ketahanan pangan bangsa.(Avs)

Dari Bhabinkamtibmas untuk Petani Jatikalen: Terong, Lahan Sela, dan Masa Depan Pangan


Di sela gemericik air sawah dan hijau daun padi yang menjulang, Bhabinkamtibmas Desa Gondangwetan, Jatikalen, Nganjuk, menyisir lahan warga pada Rabu (3/6/2026) untuk memantau tanaman terong yang tumbuh subur. Pemantauan ini adalah bagian dari gerakan akar rumput untuk menguatkan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan sela. Warga binaan dengan bangga menunjukkan hasil jerih payah mereka, di mana terong tumbuh sehat tanpa mengurangi produktivitas padi. Inilah bukti bahwa pendampingan kepolisian tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga produktif secara ekonomi.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi masyarakat yang berani memanfaatkan celah di antara tanaman pokok. Beliau menjelaskan bahwa program seperti ini membutuhkan peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai jembatan antara kebijakan dan kebutuhan riil petani. Terong dipilih karena siklus panennya yang singkat memungkinkan petani mendapatkan uang tunai lebih cepat dibandingkan padi. Dengan demikian, keseimbangan antara ketahanan pangan jangka panjang dan pendapatan jangka pendek bisa tercapai harmonis.

Di lapangan, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan detail, mulai dari kondisi tanah hingga efektivitas sistem pengairan di sela-sela padi. Percakapan dengan petani mengungkap berbagai trik lokal, seperti penggunaan pupuk organik dari limbah rumah tangga untuk menyuburkan terong. Kapolsek Jatikalen, AKP Yoni Susilo, menggarisbawahi bahwa dukungan institusional akan terus mengalir agar pendampingan ini tidak berhenti di satu musim tanam. Beliau yakin bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas di sawah adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan desa.

Penutup dari cerita ini adalah harapan agar praktik pemanfaatan lahan sela menyebar luas ke seluruh penjuru Nganjuk. Terong yang kini menjadi bintang di antara padi diharapkan memicu gerakan serupa dengan komoditas lain yang sesuai kondisi lokal. AKP Yoni Susilo mengajak semua pihak untuk tidak meremehkan lahan sempit di sekitar mereka. Karena dari celah-celah sawah itulah, masa depan ketahanan pangan nasional bisa tumbuh kokoh dan berkelanjutan.(Avs)

Senin, 01 Juni 2026

Ditindak Berulang Kali, Pengendara SP4 Sate Nganjuk Masih Bandel, Satlantas Kembali Turun dengan Tilang Elektronik


Fenomena menarik sekaligus mengkhawatirkan terjadi di kawasan SP4 Sate, Nganjuk. Selasa (2/6/2026), Satlantas Polres Nganjuk kembali melakukan operasi penindakan terhadap pengendara motor yang melawan arus menuju belakang Pasar Wage. Yang menarik adalah, ini bukanlah operasi pertama. Sebelumnya, petugas sudah beberapa kali melakukan penindakan serupa, bahkan teguran langsung sudah sering dilontarkan. Namun, masih ada saja pengendara yang nekat melanggar, seolah tidak ada konsekuensi. Yang mengkhawatirkan, pelanggaran ini bisa memicu kecelakaan fatal karena jalur yang dilawan arus adalah ruas dengan separator beton yang membatasi pandangan.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa pendekatan humanis sudah dilakukan secara maksimal. "Kami selalu mengutamakan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Namun apabila pelanggaran tetap dilakukan secara berulang dan berpotensi membahayakan, penindakan tegas harus dilakukan demi keselamatan bersama," ujarnya. Satlantas pun tidak tinggal diam. Dengan menggunakan ETLE Handheld, petugas menghentikan dan merekam setiap pelanggaran secara langsung. Sistem tilang elektronik portabel ini berbasis smartphone, sehingga prosesnya transparan, cepat, dan tidak meninggalkan ruang untuk perdebatan.

Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa target operasi kali ini khususnya adalah pengendara roda dua. "Rambu larangan dan separator sudah terpasang sejak lama, petugas juga rutin memberikan peringatan dan penindakan. Tapi masih banyak yang sengaja melawan arus. Karena itu kami kembali melakukan tindakan tegas untuk memberikan efek jera dan mencegah kecelakaan lalu lintas," jelasnya. Dengan bukti digital yang objektif, pelanggar tidak bisa lagi beralasan "tidak tahu" atau "tidak melihat rambu". Semua terekam jelas.

Satlantas Polres Nganjuk berharap dengan penindakan berulang ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat. Program Polantas Menyapa akan terus digalakkan, namun bagi yang bandel, sanksi tilang elektronik sudah menanti. Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil risiko dengan melawan arus hanya untuk menghemat waktu. Karena di jalan raya, keselamatan lebih berharga daripada kecepatan. Satlantas Nganjuk berkomitmen untuk terus menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk, tanpa kecuali di SP4 Sate yang menjadi langganan pelanggaran ini.(Avs)

AIPDA Suroto: Polisi yang Juga Menjadi Sahabat Peternak Sapi di Sumberkepuh


Siapa bilang polisi hanya pandai menangkap penjahat? AIPDA Suroto, Bhabinkamtibmas Desa Sumberkepuh, Polsek Warujayeng, membuktikan bahwa seragam cokelat juga bisa menjadi sahabat peternak sapi. Selasa (2/6/2026), ia menyambangi kandang-kandang warga binaannya untuk memantau mulai dari ketersediaan pakan hingga sistem keamanan ternak. Dengan langkah santai namun penuh perhatian, ia memeriksa kondisi jerami, memastikan air minum tersedia, dan berdialog hangat dengan para peternak tentang kendala yang mereka hadapi. Baginya, peternakan yang sehat adalah fondasi ketahanan pangan di tingkat desa, dan polisi harus hadir di sana.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir untuk memberikan pendampingan dan motivasi. "Sektor peternakan rakyat memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Peternakan sapi, selain menjadi sumber protein hewani, juga menyimpan nilai ekonomi tinggi yang bisa mengangkat taraf hidup keluarga. Karena itu, kehadiran AIPDA Suroto di kandang-kandang bukan sekadar formalitas, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan usaha warga berkembang secara aman dan produktif.

Dalam kunjungannya, AIPDA Suroto juga memberikan imbauan tentang keamanan. Ia mengingatkan bahwa sapi adalah aset yang sering menjadi incaran maling di malam hari. Ia menyarankan peternak untuk memasang gembok yang kuat, menyalakan lampu penerangan di sekitar kandang, serta berkoordinasi dengan tetangga untuk sistem ronda malam. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong setiap Bhabinkamtibmas untuk aktif mendukung masyarakat di sektor pertanian dan peternakan produktif. "Kegiatan pendampingan ini memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional dari tingkat desa," tegasnya.

Para peternak Desa Sumberkepuh merasa terbantu dengan kehadiran AIPDA Suroto. Mereka mengaku lebih termotivasi untuk merawat sapi dengan baik karena merasa ada yang mengawal dan peduli. AIPDA Suroto berjanji akan melakukan pemantauan secara rutin, tidak hanya soal pakan dan kesehatan, tetapi juga perkembangan ekonomi dari hasil penjualan ternak. Polres Nganjuk optimis bahwa dengan pendampingan yang konsisten, peternakan sapi rakyat akan menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk, dimulai dari desa Sumberkepuh yang kini memiliki polisi sekaligus sahabat peternak.(Avs)

26 Tersangka dan Rp21,7 M Kerugian, Satgas Haji dan PSS Saudi Bersatu Padu Perkuat Perlindungan Jemaah


Di sela persiapan akhir musim haji 1447 H, sebuah pertemuan penting berlangsung di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6/2026). Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi yang dipimpin Brigjen Muhammad Al Qohtoni membahas evaluasi sekaligus penguatan kerja sama perlindungan jemaah Indonesia. Diskusi yang dihadiri pula oleh Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, Atase Polri Kombes Pol. Bambang Yudhantara Salamun, serta jajaran PSS ini menjadi momentum penting mengingat data terbaru dari Subsatgas Gakkum Satgas Haji per 29 Mei 2026 mencatat 29 Laporan Polisi, 30 Laporan Informasi, 26 tersangka, 550 korban, dan total kerugian masyarakat mencapai lebih dari Rp21,7 miliar.

Wakapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PSS atas dukungan pengamanan selama musim haji tahun ini. Ia menegaskan bahwa Polri bersama Satgas Haji dan Kementerian Haji dan Umum RI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas Arab Saudi, guna melindungi jemaah dari berbagai modus kejahatan seperti penipuan berkedok perjalanan haji non-prosedural. Brigjen Muhammad Al Qohtoni merespons positif dengan menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki kontribusi besar. Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengamanan dan pelayanan jemaah.

Selain menangani aspek penegakan hukum, Satgas Haji juga aktif melakukan langkah pencegahan. Edukasi masyarakat, pengawasan keberangkatan jemaah, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus digalakkan untuk mencegah masyarakat menjadi korban praktik haji ilegal. Dalam pertemuan dengan PSS, Wakapolri juga menyoroti pentingnya berbagi pengalaman dan praktik baik. Arab Saudi yang setiap tahun mengelola jutaan jemaah dari berbagai negara dengan dukungan teknologi modern dianggap memiliki banyak hal yang bisa dipelajari Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kegiatan berskala besar di masa depan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal berharga. "Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran. Melalui evaluasi komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan," ujarnya. Polri berjanji akan terus mendukung kebijakan pemerintah, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak. Dengan sinergi yang semakin erat, diharapkan jemaah Indonesia ke depan dapat beribadah dengan lebih aman, nyaman, dan terbebas dari praktik-praktik ilegal yang merugikan.(Avs)