Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Selasa, 30 Juni 2026

Kolaborasi Kemanusiaan, Polres Nganjuk dan PSMTI Santuni Anak Yatim Al Ikhlas


Nganjuk- Kebersamaan dan kepedulian menjadi tema utama ketika Polres Nganjuk dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Nganjuk bersatu dalam acara penyerahan santunan kepada 65 anak yatim piatu di Yayasan Al Ikhlas. Dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan dan Ketua PSMTI Hendri Lucky, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian dan kemanusiaan. Di hadapan puluhan anak yang duduk dengan rapi dan penuh sopan, kedua tokoh ini menyerahkan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban hidup dan menghadirkan senyum di wajah mereka.


Kolaborasi antara Polres Nganjuk dan PSMTI ini menunjukkan bahwa institusi kepolisian dan organisasi masyarakat dapat bekerja sama dalam misi kemanusiaan yang bermanfaat bagi banyak orang. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa kegiatan santunan ini adalah bentuk nyata dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai peran, tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai mitra yang peduli dan solutif. Hendri Lucky menyatakan kebanggaannya karena PSMTI dapat berkontribusi dalam kegiatan yang penuh makna ini, sekaligus mempererat hubungan antar elemen masyarakat di Kabupaten Nganjuk.


Para pengurus yayasan dan anak-anak asuh menyambut kegiatan ini dengan penuh suka cita, beberapa di antaranya bahkan menyiapkan sambutan kecil untuk menyampaikan terima kasih kepada para tamu. H. Siswoyo selaku Penasehat Yayasan Al Ikhlas mengungkapkan bahwa bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari anak-anak, termasuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Dalam setiap senyum yang terpancar dari wajah-wajah kecil itu, terkandung harapan bahwa kebaikan yang diberikan akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi mereka untuk terus melangkah maju dalam kehidupan.(Avs)

Bhabinkamtibmas Lengkong Lor Pastikan Jagung Sehat dan Pupuk Cukup


Nganjuk- Hamparan tanaman jagung di Desa Lengkong Lor mendapatkan perhatian khusus dari Aiptu Lilik Purwono, Bhabinkamtibmas setempat, yang secara rutin turun ke ladang untuk memantau kondisi tanaman sekaligus memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi. Kehadirannya di tengah kesibukan petani bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagaimana diarahkan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Dalam setiap kunjungannya, ia menyempatkan diri berbincang dari hati ke hati dengan petani, mendengar cerita tentang perjuangan mereka merawat jagung dari hama, cuaca, dan keterbatasan sarana produksi.


Pemantauan pupuk menjadi agenda penting mengingat komoditas ini sering menjadi kendala utama petani, baik dari segi harga maupun ketersediaan di pasaran. Aiptu Lilik Purwono mencatat data kebutuhan pupuk setiap petani, membandingkannya dengan stok yang tersedia, dan membantu mencari alternatif jika terjadi kekurangan. Kapolres Nganjuk mengapresiasi inisiatif ini karena selain menjaga produktivitas jagung, pendampingan juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang hadir sebagai solusi, bukan sekadar pengawas.


Kapolsek Ngluyu AKP Sukamto berharap program ini dapat diperluas ke desa-desa lain di wilayah hukumnya, mengingat jagung adalah komoditas unggulan yang sangat potensial mendukung swasembada pangan. Ia juga mengingatkan Bhabinkamtibmas untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan petani agar setiap kendala dapat teridentifikasi sejak dini dan dicarikan solusi bersama. Dengan sinergi yang terjalin erat, jagung Lengkong Lor akan terus berbuah lebat dan petani pun sejahtera.(Avs)

Menanam Sayur di Udara, AIPTU Saktian Suryani Buktikan Vertikultur Berhasil di Tanjunganom


Nganjuk- Bayangkan memetik sayuran segar langsung dari dinding rumah Anda tanpa harus pergi ke pasar atau memiliki kebun luas, itulah realitas yang kini dinikmati warga Kelurahan Tanjunganom berkat program vertikultur yang digerakkan oleh Bhabinkamtibmas AIPTU Saktian Suryani. Melalui pendampingan rutin dan pemantauan intensif, ia mengajak warga binaannya menanam aneka sayuran dalam wadah bertingkat yang menggantung di dinding atau berdiri di rak-rak vertikal, mengubah ruang kosong menjadi sumber pangan produktif. Langkah ini merupakan perwujudan arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan agar Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian pangan di masyarakat.


Vertikultur bukan hanya soal menghemat ruang, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem mini yang mendukung keberlanjutan pangan keluarga. Tanaman yang ditanam secara vertikal memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, risiko penyakit dari tanah berkurang, dan perawatan menjadi lebih mudah karena semua tanaman berada dalam jangkauan tangan. Dalam setiap pemantauan lapangan, AIPTU Saktian Suryani berbagi pengalaman dengan warga mengenai pemilihan bibit unggul, pengaturan jarak tanam, dan teknik pemanenan yang tidak merusak tanaman. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa keberhasilan program ini terletak pada konsistensi pendampingan dan kesediaan warga untuk belajar hal baru demi kebaikan bersama.


Kompol H. Ahmad Junaedi selaku Kapolsek Warujayeng optimis bahwa gerakan vertikultur akan terus meluas seiring dengan semakin banyaknya warga yang merasakan manfaatnya. Ia menginstruksikan seluruh Bhabinkamtibmas di wilayahnya untuk mengadopsi pendekatan serupa, menyesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial masing-masing desa atau kelurahan. Dengan vertikultur, ketahanan pangan tidak lagi bergantung pada luas lahan, melainkan pada kreativitas, kerja sama, dan semangat gotong royong yang terus dipupuk bersama Polri dan masyarakat.(Avs)

Bukan Sekadar Jaga Keamanan, Bhabinkamtibmas Ini Jadi Arsitek Pangan Desa


Nganjuk- Tugas Bhabinkamtibmas tak melulu soal patroli atau mediasi konflik, setidaknya itulah yang diperlihatkan Brigadir Anjar di Desa Sugihwaras dengan menginisiasi pemantauan intensif terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi warganya. Bergandengan dengan komunitas setempat, ia menyusuri lahan-lahan pekarangan yang dikelola secara terpadu untuk peternakan kambing, perikanan air tawar, dan budidaya jeruk lemon, memastikan setiap komoditas tumbuh optimal sesuai harapan. Langkah ini merupakan perwujudan arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang mendorong jajarannya menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat desa.


Konsep integrasi menjadi tulang punggung program ini, di mana limbah ternak didaur ulang menjadi nutrisi bagi tanaman, dan air kolam menjadi sumber hidrasi alami bagi kebun lemon di musim kemarau. Dalam pemantauannya, Brigadir Anjar menggali informasi dari warga mengenai pola perawatan yang mereka terapkan, menemukan celah perbaikan, lalu memberikan rekomendasi yang aplikatif dan mudah diikuti. Kapolres Nganjuk menyebut pemanfaatan pekarangan secara terpadu sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha produktif berbasis sumber daya lokal.


Polsek Prambon di bawah kepemimpinan AKP Afrizal Akbar Haris bertekad memperluas jangkauan pendampingan agar lebih banyak desa merasakan manfaat P2B. Dengan Bhabinkamtibmas yang terus hadir mendampingi, warga tidak merasa berjalan sendiri dalam mengembangkan lahan mereka. Targetnya sederhana namun ambisius: setiap rumah memiliki pekarangan produktif yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga dan menjadi penyangga ekonomi di masa sulit.(Avs)

Senin, 29 Juni 2026

BRINGIN BERSINERGI: 3 PILAR CANGKRINGAN DAN HARAPAN SWASEMBADA


Nganjuk Kota- Di balik gemuruh mesin pertanian dan hiruk-pikuk aktivitas di sawah Kelurahan Cangkringan, ada harmoni indah yang tercipta dari kolaborasi 3 Pilar pada Selasa (30/6/2026). Aiptu Dendy Wahyu, Bhabinkamtibmas Polsek Nganjuk Kota, bersama unsur pemerintah desa dan TNI, bergerak serentak mendampingi petani dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Mereka tidak hanya membawa semangat gotong royong, tetapi juga komitmen kuat untuk mewujudkan swasembada pangan yang selama ini menjadi cita-cita bersama. Kini, setiap sudut sawah di Cangkringan menjadi saksi atas kerja keras kolektif yang melampaui batas-batas institusi.


Nganjuk Kota- Dengan langkah sigap, Aiptu Dendy menyusuri lahan pertanian, mengecek kondisi tanaman, dan berdialog dengan petani tentang strategi meningkatkan produktivitas lahan yang terbatas. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung proses tanam dan panen yang lebih efisien. Kapolsek Nganjuk Kota Kompol Jumari menyebut bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata Polri hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk di sektor pangan. Melalui pendampingan yang terarah, para petani mulai menunjukkan antusiasme yang lebih besar dalam mengelola lahannya.


Nganjuk Kota- Kapolsek Nganjuk Kota menambahkan bahwa sinergi 3 Pilar ini akan menjadi program unggulan yang terus dikembangkan di wilayahnya. Dengan komunikasi yang intensif, aparat dapat memetakan kebutuhan petani secara akurat dan memberikan bantuan yang tepat sasaran. Dari Cangkringan, harapan swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi mulai terwujud melalui kerja bersama yang melibatkan semua elemen bangsa. Di Nganjuk, setiap benih yang ditanam adalah investasi masa depan, dan 3 Pilar adalah mitra setia yang memastikan investasi itu tidak pernah gagal. (Avs) 

LEBIH DARI SEKEDAR TANAMAN: BRIPKA EKA TANAM KESADARAN PANGAN DI GIRIREJO


Nganjuk- Di balik setiap batang sayuran yang tumbuh subur di pekarangan Desa Girirejo, ada benih kesadaran yang ditanam oleh Bripka Eka Prasetya melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Pada Selasa (30/6/2026), Bhabinkamtibmas Polsek Bagor ini kembali menyambangi warga untuk memastikan bahwa tanaman-tanaman itu tumbuh dengan baik, sebagaimana arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Ia datang dengan misi yang lebih besar dari sekadar bertani, yaitu menanamkan pemahaman bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif yang dimulai dari kesadaran individu. Kini, setiap pekarangan di Girirejo menjadi media pembelajaran tentang pentingnya kemandirian pangan.


Nganjuk- Dengan sabar, Bripka Eka menjelaskan kepada warga bahwa tanaman yang mereka rawat bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Ia mengajak warga untuk melibatkan anggota keluarga dalam kegiatan berkebun, menciptakan momen kebersamaan yang mendidik dan menyenangkan. Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa kesadaran pangan adalah fondasi yang harus dibangun sejak dini, dan program P2B adalah wahana yang tepat untuk mencapai hal itu. Melalui pendekatan yang humanis, Bripka Eka berhasil menggerakkan hati warga untuk lebih peduli pada pekarangan mereka.


Nganjuk- Kapolsek Bagor AKP Winih menambahkan bahwa keberhasilan program ini diukur bukan hanya dari hasil panen, tetapi dari perubahan sikap dan perilaku warga terhadap pangan. Bripka Eka juga mencatat bahwa anak-anak di desa mulai tertarik membantu orang tua berkebun, sebuah indikasi bahwa kesadaran pangan telah menyebar ke generasi berikutnya. Dari Girirejo, Bripka Eka telah menanam lebih dari sekadar tanaman; ia telah menanam kesadaran yang akan terus tumbuh dan berbuah sepanjang masa. Di Nganjuk, setiap pekarangan yang dikelola dengan penuh kesadaran adalah investasi berharga bagi ketahanan pangan bangsa di masa depan. (Avs)

DARI KANDANG AYAM HINGGA KANDANG KAMBING, POLRI NGANJUK SIAP MENDUKUNG


Nganjuk- Tak hanya sawah dan ladang yang mendapat perhatian Polri dalam mendukung ketahanan pangan, kini kandang-kandang ternak di Desa Sanggrahan, Prambon, juga menjadi fokus pendampingan. Brigadir Didit Putra, Bhabinkamtibmas setempat, pada Selasa (30/6/2026) menyambangi para peternak ayam potong dan kambing untuk memastikan usaha mereka berjalan optimal. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tentang peran aktif Polri di sektor pangan mendorong Brigadir Didit untuk terus hadir di tengah masyarakat. Di setiap sudut kandang, ia menggali informasi tentang tantangan dan peluang yang dihadapi para peternak.


Nganjuk- Dengan pendekatan yang santun, Brigadir Didit mengajak peternak berdiskusi tentang cara meningkatkan kualitas pakan dan manajemen kebersihan kandang yang baik untuk mencegah penyakit. Ia juga memberikan semangat agar peternak tidak ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dinas terkait guna meningkatkan kompetensi mereka. Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa komitmen Polri dalam ketahanan pangan adalah jangka panjang, mencakup seluruh subsektor pertanian dan peternakan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas ternak diharapkan meningkat dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian desa.


Nganjuk- Kapolsek Prambon AKP Afrizal Akbar Haris menyebut bahwa langkah Brigadir Didit adalah bagian dari strategi besar untuk menjadikan Desa Sanggrahan sebagai percontohan ketahanan pangan berbasis peternakan. Dalam dialognya, Brigadir Didit mencatat berbagai keluhan, seperti tingginya harga pakan dan minimnya akses ke layanan kesehatan hewan, untuk segera dikoordinasikan. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan peternak diharapkan menciptakan ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan. Di Nganjuk, dukungan Polri terhadap ketahanan pangan tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di kandang ayam dan kambing Desa Sanggrahan. (Avs)

DARI DESA KEPEL UNTUK INDONESIA: BHABINKAMTIBMAS GANDENG PETANI TANAM JAGUNG


Nganjuk- Sebuah gerakan kecil namun bermakna besar terjadi di Desa Kepel, Nganjuk, pada Selasa (30/6/2026), ketika Aipda Gesang, Bhabinkamtibmas Polsek Ngetos, turun langsung mendampingi petani menanam jagung. Di balik kegiatan yang tampak sederhana ini, tersimpan ambisi besar untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjadi penggerak di sektor pertanian, dan Aipda Gesang adalah salah satu garda terdepan yang menjalankan amanat tersebut. Kini, ladang-ladang di Desa Kepel menjadi saksi bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat tani bisa menciptakan energi positif yang luar biasa.


Nganjuk- Dalam pemantauannya, Aipda Gesang tidak hanya mengecek kesiapan lahan dan kualitas benih, tetapi juga mengajak petani berdiskusi tentang pola tanam yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ia mencatat setiap masukan dari petani untuk diteruskan ke pihak terkait, memastikan bahwa suara mereka didengar dan direspons. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa pendampingan sejak awal musim tanam adalah investasi strategis untuk menjamin ketersediaan pangan jangka panjang, terutama komoditas jagung yang menjadi bahan baku pakan ternak dan industri. Dengan pendampingan yang konsisten, produktivitas pertanian diharapkan meningkat drastis.


Nganjuk- Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menambahkan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pertanian adalah langkah inovatif yang patut dicontoh oleh wilayah lain. Proses tanam jagung yang dimulai hari ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan perhatian penuh hingga panen tiba. Dari Desa Kepel, semangat ketahanan pangan ini diharapkan menyebar ke seluruh kecamatan dan kabupaten, menciptakan efek domino yang menguatkan lumbung pangan nasional. Di sini, setiap petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa, dan Aipda Gesang adalah mitra setia yang memastikan perjuangan mereka tidak bertepuk sebelah tangan. (Avs)

MENGAPA KURSUS SINGKAT INI LEBIH PENTING DARI UJIAN ITU SENDIRI


Nganjuk- Jika biasanya ujian praktik SIM menjadi ajang pembuktian kemampuan, di Nganjuk justru terjadi pembalikan peran yang menarik. Selasa (30/6/2026), Satpas SIM Polres Nganjuk menjadi saksi bagaimana Aipda Andik Sujatmiko mengubah momen pra-ujian menjadi laboratorium belajar berkendara yang esensial. Para pemohon tidak langsung dihadapkan pada lintasan, melainkan dibekali dengan pemahaman mengapa aturan berkendara itu ada, bukan sekadar bagaimana cara melewatinya. Sesi ini menjadi fondasi kuat yang membuat ujian praktik terasa seperti formalitas belaka bagi mereka yang sudah paham betul.


Nganjuk- AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa tujuan utama kursus ini adalah menanamkan benih kedisiplinan sejak dini. Peserta dibimbing untuk mengidentifikasi titik buta kendaraan dan cara antisipasi terhadap pengendara lain, yang jarang diajarkan dalam buku panduan resmi. Aipda Andik dengan cerdik menyisipkan simulasi risiko berkendara dalam cuaca hujan atau malam hari, mempersiapkan mereka pada skenario nyata. Inilah yang membuat kursus ini lebih bernilai daripada sekadar drill lintasan, karena menyentuh aspek kognitif dan afektif pengemudi.


Nganjuk- Kasat Lantas AKP Afandy Dwi Takdir menyatakan bahwa pendekatan preventif ini adalah kunci menekan angka pelanggaran lalu lintas di kalangan pemula. Dengan memahamkan esensi keselamatan, peserta tidak lagi menganggap SIM sebagai "kartu bebas", melainkan sebagai lisensi moral untuk menjaga nyawa sendiri dan orang lain. Polantas Menyapa membuktikan bahwa pelayanan yang baik tidak berhenti pada prosedur, tetapi pada dampak yang ditinggalkan. Harapannya, ilmu singkat ini akan terus melekat dalam ingatan dan menjadi panduan setiap kali mereka membuka gas di jalan raya Nganjuk. (Avs)

Minggu, 28 Juni 2026

Edi Hasibuan: Peningkatan Citra Polri Jadi Motivasi untuk Terus Berbenah


Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, menyambut positif peningkatan citra Polri yang tercermin dari berbagai hasil survei. Ia menilai bahwa capaian ini adalah bentuk apresiasi masyarakat atas kerja keras Polri dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Menurutnya, peningkatan citra positif ini tidak lepas dari komitmen Polri dalam memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, dan meningkatkan transparansi. Edi menyebut bahwa masyarakat kini mulai merasakan perubahan yang dilakukan oleh institusi kepolisian.


Edi menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus terus dijaga oleh Polri. Ia mengatakan bahwa dengan kepercayaan yang tinggi, Polri akan lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan agar angka kepercayaan yang tinggi tidak membuat Polri cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan internal dan peningkatan pelayanan publik. Edi juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan sebagai salah satu faktor penentu kepercayaan publik.


Menurut Edi, Polri harus terus membuka ruang bagi evaluasi dan kritik konstruktif dari masyarakat. Ia mengatakan bahwa kritik yang membangun akan membantu Polri mengenali kelemahan dan memperbaikinya secara lebih cepat. Dengan menjaga konsistensi kinerja dan profesionalisme, Edi yakin tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan terus meningkat. Ia juga berharap bahwa peningkatan citra positif ini akan menjadi pendorong bagi Polri untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat.


Di akhir pernyataannya, Edi mengajak seluruh personel Polri untuk menjadikan capaian ini sebagai momentum untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengabdian. Ia berharap bahwa Polri akan semakin dicintai rakyat dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan semangat reformasi yang terus bergelora, ia optimis bahwa Polri akan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan dan tetap menjadi institusi yang profesional dan humanis. (Avs)

Polres Bondowoso Tangkap DPO Curanmor di Tol Kalikangkung, Kasus Perampasan Juga Terungkap


Polres Bondowoso berhasil menangkap seorang buronan kasus pencurian kendaraan bermotor yang telah menjadi DPO sejak April 2026. Tersangka JS warga Bondowoso diringkus di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, setelah tim kepolisian melakukan pengejaran dan koordinasi dengan aparat setempat. Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menyatakan bahwa penangkapan ini adalah bukti keseriusan Polri dalam memburu pelaku kejahatan lintas wilayah. Tersangka langsung dibawa ke Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum.


Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain dokumen kendaraan berupa BPKB, STNK, dan rekaman CCTV yang menjadi alat bukti kuat dalam kasus ini. Kapolres menjelaskan bahwa kasus curanmor ini menjadi perhatian karena pelaku telah meresahkan masyarakat Bondowoso. Dengan tertangkapnya JS, Polres Bondowoso berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dan memberikan keadilan bagi korban serta efek jera bagi pelaku.


Selain itu, Polres Bondowoso juga mengungkap kasus perampasan sepeda motor yang terjadi di Desa Jambeanom, Kecamatan Jambesari Darussunlah. Tersangka AS, warga Maesan, diduga mencuri sepeda motor Honda Supra-X milik korban saat terparkir di halaman rumah pada 12 Juni 2026. Pelaku kini telah ditahan dan akan diproses sesuai hukum. Kapolres menegaskan bahwa Polres Bondowoso tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.


Kapolres AKBP Aryo mengapresiasi kerja tim yang berhasil menangkap DPO di luar daerah dan mengungkap kasus perampasan yang merugikan masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengamankan kendaraan mereka dengan baik. Dengan penangkapan ini, Polres Bondowoso membuktikan komitmennya dalam menjaga kamtibmas dan menegakkan hukum secara tegas dan profesional. (Avs)

Aiptu Sandy Eko Dampingi Peternak Kambing, Polsek Nganjuk Kota Sukseskan Ketahanan Pangan


Di Kelurahan Jatirejo, Aiptu Sandy Eko dengan penuh perhatian menyambangi kandang-kandang kambing milik warga binaannya. Ia berdialog santai dengan para peternak, memberikan motivasi agar terus mengembangkan usaha, dan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ternak serta kebersihan kandang. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya Polsek Nganjuk Kota untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui sektor peternakan. Kapolsek Kompol Jumari menekankan bahwa Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat di berbagai sektor, termasuk peternakan.


Kapolsek menjelaskan bahwa peternakan kambing adalah salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Ia mengatakan bahwa dengan perawatan yang baik, produktivitas ternak dapat meningkat dan memberikan keuntungan yang signifikan bagi peternak. Dalam dialognya, Aiptu Sandy Eko mendengarkan berbagai keluhan peternak, seperti ketersediaan pakan dan akses ke layanan kesehatan hewan. Kapolsek berharap bahwa dengan pendampingan yang konsisten, para peternak akan semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha mereka.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan sebelumnya telah menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk aktif mendukung program ketahanan pangan di semua sektor. Ia mengatakan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. Aiptu Sandy Eko pun mencatat setiap masukan dari peternak untuk diteruskan ke dinas terkait. Kapolres berharap bahwa melalui pendampingan ini, produktivitas peternakan kambing di Kelurahan Jatirejo akan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.


Di akhir kegiatan, para peternak mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Mereka berjanji akan terus menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan kualitas pemeliharaan. Aiptu Sandy Eko pun berjanji akan terus hadir dan mendampingi, karena baginya keberhasilan peternak adalah keberhasilan bersama. Dengan semangat kebersamaan, Polsek Nganjuk Kota optimis bahwa ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sombron Dampingi Petani, Pastikan Transisi Padi ke Jagung Berjalan Lancar


Di Desa Sombron, Aipda Suparno memulai pagi Senin dengan menyusuri lahan sawah yang baru saja usai panen padi. Ia berdialog dengan para petani yang sedang bersiap menanam jagung, menanyakan kesiapan lahan, ketersediaan benih, dan kebutuhan pupuk. Kegiatan ini adalah implementasi arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan di setiap tahapan pertanian. Kapolres menekankan bahwa masa transisi adalah momen penting yang membutuhkan perhatian ekstra.


Kapolres menjelaskan bahwa produktivitas lahan sangat bergantung pada kesiapan petani dalam menghadapi musim tanam berikutnya. Ia mengatakan bahwa ketersediaan benih unggul dan pupuk yang cukup adalah dua hal yang tidak bisa ditawar. Dalam dialog yang berlangsung santai, Aipda Suparno mencatat berbagai keluhan petani, mulai dari harga pupuk yang mahal hingga sulitnya mendapatkan benih berkualitas. Kapolres berharap bahwa dengan pendampingan yang intensif, semua kendala ini bisa segera diatasi.


Kapolsek Loceret AKP Triyono menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat strategis dalam membangun kemitraan antara Polri dan petani. Ia mengatakan bahwa Aipda Suparno hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai teman diskusi yang siap membantu mencari solusi. Dengan komunikasi yang terbuka, ia optimis bahwa para petani akan lebih mudah menghadapi tantangan di lapangan. Kapolsek berharap bahwa panen jagung di Desa Sombron akan menjadi bukti keberhasilan sinergi Polri dan masyarakat.


Di akhir kegiatan, para petani mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan berjanji akan segera memulai penanaman. Aipda Suparno pun berjanji akan terus memantau perkembangan lahan dan membantu memfasilitasi kebutuhan petani. Dengan semangat kebersamaan, Desa Sombron siap menyambut musim tanam jagung dengan penuh optimisme. (Avs)

Pantau Jagung dan Amanahkan Kunci Ganda, Polsek Wilangan Sapa Petani dengan Pesan Lengkap


Di Desa Wilangan, Aiptu Gunawan memulai pagi Senin dengan menyusuri lahan jagung milik warga binaannya. Ia memeriksa tanaman yang mulai berbuah, berdialog tentang perawatan, dan memberikan semangat kepada para petani. Namun, ia juga menyisipkan pesan yang tidak kalah penting: amankan sepeda motor dengan kunci ganda saat ditinggal di ladang. Kegiatan ini adalah implementasi arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan anggota Polri menjadi penggerak ketahanan pangan sekaligus penjaga keamanan masyarakat.


Kapolres menjelaskan bahwa tanaman jagung memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan membutuhkan perawatan optimal. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keamanan kendaraan petani sering kali diabaikan, menciptakan peluang bagi pencuri. Dengan memberikan imbauan langsung, anggota Polri membantu mengurangi risiko tersebut. Kapolres berharap bahwa petani dapat bekerja dengan tenang tanpa khawatir kehilangan kendaraan, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.


Kapolsek Wilangan AKP Muh. Fatoni menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat. Ia mengatakan bahwa dengan hadir di tengah petani, Aiptu Gunawan tidak hanya membangun kepercayaan tetapi juga memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi. Dalam percakapannya, ia mendengar keluhan tentang hama dan cuaca yang tidak menentu, serta mencatat masukan untuk diteruskan ke dinas terkait. Kapolsek berharap bahwa pendampingan seperti ini akan terus berlanjut.


Di akhir kegiatan, para petani mengaku terbantu dengan kehadiran anggota Polri yang memberikan perhatian penuh. Aiptu Gunawan berjanji akan terus memantau perkembangan lahan dan memberikan imbauan rutin. Dengan semangat kebersamaan, Polsek Wilangan optimis bahwa ketahanan pangan dan keamanan dapat terwujud secara seimbang di Desa Wilangan. (Avs) 

Bhabinkamtibmas Tempuran Kawal Cabai dan Keamanan, Petani Diingatkan Kunci Ganda


Di hamparan lahan cabai Desa Tempuran, Bripka Hari Purnomo dengan sigap memeriksa tanaman yang mulai berbuah, sesekali mencatat kondisi lahan dan berdialog dengan para petani. Namun, ia juga menyempatkan diri untuk mengingatkan mereka tentang pentingnya mengamankan sepeda motor dengan kunci ganda. Langkah ini adalah bagian dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.


Kapolres menjelaskan bahwa petani sering kali terlalu fokus pada tanaman sehingga lupa mengamankan kendaraan mereka, yang menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Ia mengatakan bahwa imbauan sederhana seperti penggunaan kunci ganda dapat mengurangi risiko pencurian secara signifikan. Kapolres juga menekankan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan pertanian adalah bentuk pendampingan menyeluruh yang tidak hanya berkaitan dengan hasil panen, tetapi juga dengan keamanan petani itu sendiri.


Kapolsek Ngluyu AKP Sukamto menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya Polri untuk membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat. Ia mengatakan bahwa Bripka Hari tidak hanya memantau tanaman, tetapi juga mendengarkan keluhan petani tentang berbagai kendala, seperti hama dan kesulitan pupuk. Dengan mencatat masukan tersebut, Polsek dapat meneruskannya ke dinas terkait untuk dicarikan solusi. Kapolsek berharap bahwa pendampingan seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain.


Di akhir kegiatan, para petani mengaku merasa lebih tenang dengan adanya imbauan keamanan dari Bhabinkamtibmas. Mereka berjanji akan lebih waspada dan saling mengingatkan tentang pentingnya kunci ganda. Bripka Hari pun berjanji akan terus memantau perkembangan lahan dan memberikan imbauan rutin setiap kali berkunjung. Dengan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat, Desa Tempuran optimis bahwa ketahanan pangan dan keamanan dapat berjalan beriringan. (Avs)

Ngopi Bareng Polantas, Komunitas Motor Nganjuk Dapat Edukasi Keselamatan Jalan


Minggu pagi yang santai di Nganjuk diwarnai dengan kegiatan unik yang melibatkan Satlantas Polres Nganjuk dan komunitas motor. Aipda Bambang bersama tim patroli menyambangi para bikers di tempat nongkrong favorit mereka, bukan untuk melakukan razia, tetapi untuk berdialog santai tentang keselamatan berlalu lintas. Program Polantas Menyapa ini menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara polisi dan komunitas motor, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keselamatan dengan cara yang lebih diterima. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa pendekatan seperti ini adalah bagian dari strategi Polri untuk hadir secara humanis di tengah masyarakat.


Kapolres menjelaskan bahwa komunitas motor adalah kelompok yang sangat strategis dalam menyebarkan budaya tertib berlalu lintas. Ia mengatakan bahwa ketika anggota komunitas memahami dan mematuhi aturan, mereka akan secara otomatis menjadi contoh bagi pengguna jalan lain. Dalam dialog yang berlangsung dengan penuh keakraban, Aipda Bambang menyampaikan berbagai hal penting, seperti pentingnya menggunakan helm, menghindari penggunaan ponsel saat berkendara, serta mematuhi batas kecepatan. Para bikers pun menyambut baik kedatangan polisi dan antusias mendengarkan masukan yang diberikan.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa kegiatan ini adalah langkah preventif yang sangat efektif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia mengatakan bahwa dengan pendekatan yang komunikatif, pesan keselamatan akan lebih mudah diterima dan diingat. Kasat Lantas juga berharap bahwa melalui dialog seperti ini, polisi dapat memahami lebih dalam tentang kebutuhan dan harapan komunitas motor terkait keselamatan jalan. Menurutnya, sinergi antara Polri dan komunitas motor adalah kunci untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.


Di akhir kegiatan, Aipda Bambang mengajak seluruh anggota komunitas untuk terus menjadi pelopor keselamatan dan saling mengingatkan antar sesama bikers. Ia juga menyampaikan bahwa Satlantas akan terus melakukan kegiatan serupa di masa mendatang. Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan komunitas motor dan elemen masyarakat lainnya dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Nganjuk. (Avs)

Santunan dan Binrohtal di Masjid Al-Ikhlas, Polres Nganjuk Perkuat Spiritual dan Kepedulian Sosial


Suasana khidmat dan hangat terasa di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk saat puluhan anak yatim piatu berkumpul bersama personel Polri dan Bhayangkari dalam kegiatan Binrohtal dan santunan. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan dengan penuh perhatian mengikuti jalannya acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiyah, hingga penyerahan santunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema penguatan spiritual dan kepedulian sosial. Kapolres menekankan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.


Kapolres menjelaskan bahwa Binrohtal adalah salah satu program pembinaan rutin yang terus dilakukan untuk memastikan personel memiliki mental yang kuat dan iman yang kokoh. Ia mengatakan bahwa dengan memperkuat spiritual, personel akan lebih mampu menghadapi berbagai tekanan dan tantangan dalam tugas sehari-hari. Santunan kepada anak yatim yang dirangkai dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam Polri, ada hati yang peduli dan siap berbagi. Kapolres berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi yang memperkuat citra Polri sebagai institusi yang humanis.


Kyai M. Robani, yang dihadirkan sebagai penceramah, menyampaikan tausiyah yang penuh hikmah tentang keutamaan menyantuni anak yatim. Ia mengingatkan bahwa anak yatim adalah amanah yang harus dimuliakan dan dilindungi. Kyai Robani juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya pada momen-momen tertentu. Tausiyah ini seakan menyentuh sanubari para peserta, yang kemudian bersama-sama memanjatkan doa untuk anak-anak yatim yang hadir.


Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Kapolres dan Ketua Bhayangkari kepada perwakilan anak yatim, disambut dengan senyum bahagia dari mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan semangat baru bagi anak-anak yatim, serta menginspirasi seluruh personel Polri untuk terus peduli dan berbagi dengan sesama. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa di masa mendatang, sebagai wujud nyata dari Polri yang Presisi, humanis, dan dicintai masyarakat. (Avs)

Polres Nganjuk dan Bhayangkari Hadir untuk Disabilitas, Ratusan Paket Bantuan Diberikan di Hari Bhayangkara


Di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk, para penyandang disabilitas dari Paguyuban Disabilitas Nganjuk dan siswa SLB duduk dengan antusias menunggu giliran menerima bantuan. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan dan Ketua Bhayangkari Ny. Raisha Suria Miftah dengan penuh kehangatan menyerahkan ratusan paket bantuan, disertai kata-kata semangat yang membuat para penerima merasa istimewa. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema kebersamaan dan kepedulian sosial. Kapolres menekankan bahwa momen ini adalah wujud nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang saling berbagi.


Kapolres menjelaskan bahwa pemilihan penyandang disabilitas sebagai penerima bantuan dilatarbelakangi oleh peran mereka yang sering kali terabaikan. Ia mengatakan bahwa di balik keterbatasan fisik mereka, ada semangat juang yang luar biasa dalam menjalani kehidupan. Dengan memberikan bantuan, Polres Nganjuk ingin mengapresiasi perjuangan mereka sekaligus meringankan beban yang mereka tanggung. Kapolres berharap bahwa kegiatan ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut peduli pada nasib para penyandang disabilitas yang kerap terlupakan.


Sementara itu, Ketua Bhayangkari Ny. Raisha Suria Miftah menyampaikan bahwa para ibu Bhayangkari sangat antusias terlibat dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menyumbang dana, tetapi juga turun langsung membantu mengemas dan mendistribusikan paket bantuan. Ny. Raisha mengatakan bahwa kebahagiaan terbesar adalah ketika bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan, dan ia berharap agar semangat gotong royong ini terus hidup di tengah masyarakat. Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa Polri tidak pernah sendirian dalam menjalankan misi kemanusiaan.


Perwakilan Paguyuban Disabilitas Nganjuk mengaku terharu dengan perhatian yang diberikan. Ia mengatakan bahwa sebagai penyandang disabilitas, ia jarang mendapatkan perhatian dari pihak mana pun, sehingga kedatangan Kapolres dan Bhayangkari terasa sangat istimewa. Ia mendoakan agar Polri terus jaya dan selalu diberi kekuatan dalam menjalankan tugas. Dengan kegiatan ini, Polres Nganjuk membuktikan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen untuk berbagi dan mendekatkan diri kepada masyarakat. (Avs)


Berbagi di Hari Bhayangkara, Polres Nganjuk dan Bhayangkari Perhatikan Nasib Tukang Becak


Suasana haru menyelimuti Lapangan Apel Polres Nganjuk saat ratusan paket sembako dibagikan kepada para tukang becak yang hadir. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan dan Ketua Bhayangkari Ny. Raisha Suria Miftah dengan sabar melayani antrean, sesekali berbincang santai dengan para penerima bantuan tentang kehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Polres Nganjuk memilih tukang becak sebagai sasaran bantuan karena mereka adalah kelompok masyarakat yang sering luput dari perhatian, meskipun peran mereka sangat penting dalam kehidupan perkotaan.


Kapolres mengatakan bahwa bakti sosial ini adalah wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu dekat dengan rakyat. Ia menekankan bahwa Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan memberikan bantuan sembako, Polres Nganjuk ingin mengirim pesan bahwa setiap profesi dihormati dan setiap perjuangan dihargai. Kapolres juga mengajak seluruh jajarannya untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, karena itulah esensi dari pengabdian seorang polisi.


Ketua Bhayangkari Ny. Raisha Suria Miftah menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk sinergi antara Polri dan Bhayangkari dalam menjalankan misi sosial. Ia mengatakan bahwa para ibu Bhayangkari sangat bersemangat terlibat dalam kegiatan ini, karena mereka percaya bahwa berbagi adalah salah satu cara terbaik untuk merayakan kebahagiaan. Ny. Raisha juga berharap bahwa bantuan ini dapat menjadi awal dari perhatian yang lebih besar kepada para pekerja informal seperti tukang becak. Ia berjanji bahwa Bhayangkari akan terus mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.


Narji, seorang tukang becak yang sudah puluhan tahun mengayuh di jalanan Nganjuk, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan bahwa bantuan sembako ini akan sangat membantu keluarganya di bulan-bulan yang sulit. Narji juga mendoakan agar Polri selalu diberi kemudahan dalam menjalankan tugas dan semakin dicintai oleh masyarakat. Dengan kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat terus menginspirasi aksi-aksi kebaikan yang mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. (Avs)

Sabtu, 27 Juni 2026

Bhabinkamtibmas Duren: Singkong, Ikan, dan Ternak Adalah Tiga Pilar Pangan Warga yang Harus Dijaga


Aipda Suratin percaya bahwa pekarangan warga adalah aset berharga yang harus dikelola dengan maksimal. Minggu pagi itu, ia kembali mengunjungi Desa Duren untuk memantau perkembangan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) terpadu yang dikembangkan oleh warga binaannya, mulai dari tanaman singkong yang menjulang, kolam ikan yang berisi nila dan lele, hingga kandang ayam dan kambing yang terawat bersih. Kegiatan ini adalah bagian dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan Polri menjadi penggerak ketahanan pangan di semua sektor. Kapolres menekankan bahwa singkong, ikan, dan ternak adalah tiga pilar penting yang saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.


Kapolres menjelaskan bahwa konsep P2B terpadu tidak hanya tentang menanam dan memelihara, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang produktif dan berkelanjutan. Ia mengatakan bahwa singkong yang ditanam di pekarangan bisa menjadi sumber karbohidrat yang melimpah, sementara ikan dan ternak menyediakan protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa sistem ini mengajarkan warga tentang siklus alam, di mana limbah dari satu sektor bisa menjadi input bagi sektor lain. Kapolres berharap bahwa dengan pendampingan yang terus-menerus, warga akan semakin mahir dalam mengelola pekarangan mereka secara mandiri.


Di lapangan, Aipda Suratin dengan sabar mendengarkan cerita para warga tentang pengalaman mereka mengelola P2B terpadu, termasuk tantangan yang mereka hadapi seperti serangan hama pada singkong atau penyakit pada ikan. Ia mencatat semua masukan dan berjanji akan mencari solusi bersama dengan dinas pertanian dan peternakan. Ia juga membagikan tips praktis tentang cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak dan cara mengendalikan hama tanpa bahan kimia berbahaya. Kapolsek Sawahan IPTU Hanum Ayu Danastri menambahkan bahwa pendampingan ini adalah bentuk nyata dari komitmen Polri dalam membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat.


Di penghujung kegiatan, Kapolsek mengajak warga untuk mulai memikirkan pengolahan hasil panen, seperti membuat keripik singkong atau ikan asin, untuk meningkatkan nilai jual produk mereka. Ia juga berharap bahwa dengan adanya pendampingan dari Polri, para warga akan semakin sejahtera dan mampu berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Aipda Suratin pun menutup kunjungannya dengan senyuman dan janji akan kembali lagi untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana. Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Polsek Sawahan optimis bahwa Desa Duren akan menjadi contoh sukses dalam pengembangan P2B terpadu yang berkelanjutan. (Avs)

Bhabinkamtibmas Sumbermiri: Kesehatan Sapi Adalah Kesejahteraan Peternak dan Ketahanan Pangan


Bripka Aris Yuda percaya bahwa menjaga kesehatan sapi warga adalah bagian dari tugas mulia sebagai Bhabinkamtibmas. Minggu pagi itu, ia menyusuri jalanan Desa Sumbermiri menuju kandang-kandang sapi milik warga binaannya, membawa buku catatan dan semangat untuk mendengarkan keluhan para peternak. Kegiatan ini adalah wujud nyata dari arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan Polri menjadi penggerak ketahanan pangan di semua sektor, termasuk peternakan. Kapolres menekankan bahwa sapi yang sehat bukan hanya sumber protein hewani, tetapi juga simbol kestabilan ekonomi keluarga peternak.


Kapolres menjelaskan bahwa sektor peternakan sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan pertanian, padahal kontribusinya terhadap pangan nasional sangat besar. Ia mengatakan bahwa daging dan susu adalah komoditas strategis yang permintaannya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu, pendampingan dari Bhabinkamtibmas seperti Bripka Aris Yuda menjadi sangat penting untuk memastikan peternak tidak hanya mampu memelihara, tetapi juga mengelola usaha mereka secara profesional. Kapolres juga menyoroti bahwa dengan perawatan yang baik, produktivitas sapi bisa meningkat, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan peternak.


Di lapangan, Bripka Aris Yuda menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap setiap ekor sapi yang diperiksanya. Ia memeriksa kondisi fisik, menanyakan jadwal pemberian pakan, dan melihat kebersihan kandang yang sering menjadi sumber penyakit. Warga pun merasa terbantu dengan kehadirannya, karena mereka bisa langsung berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi. Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono menambahkan bahwa pendampingan ini akan terus berlanjut, bahkan hingga ke tahap pemasaran hasil ternak. Menurutnya, program ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.


Di penghujung kegiatan, Kapolsek mengajak para peternak untuk terus meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan dan pertukaran informasi antar sesama peternak. Ia juga berharap bahwa dengan adanya pendampingan dari Polri, para peternak akan semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha mereka. Bripka Aris pun menutup kunjungannya dengan senyuman dan janji akan kembali lagi untuk memastikan semua sapi dalam kondisi prima. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Polsek Lengkong optimis bahwa Desa Sumbermiri akan menjadi contoh sukses dalam pengembangan peternakan sapi yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan nasional. (Avs)

Polisi Baron dan Warga Gotong Royong, Pekarangan Terpadu Jadi Solusi Pangan Masa Depan


Di sebuah sudut Desa Baron, sekelompok warga tampak sibuk di pekarangan rumah mereka, ditemani oleh Aiptu Heru P., Ps. Kanit Binmas Polsek Baron, yang dengan sabar memberikan arahan tentang perawatan tanaman cabai, pengelolaan kolam ikan, dan kesehatan ternak. Kegiatan ini adalah bagian dari program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) terpadu yang digagas oleh Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan nasional. Kapolres menekankan bahwa Polri harus menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Baginya, pekarangan yang produktif adalah langkah awal menuju kemandirian pangan.


Kapolres menjelaskan bahwa konsep terpadu ini memiliki keunggulan dibandingkan budidaya tunggal. Ia mengatakan bahwa interaksi antara tanaman, ikan, dan ternak menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan produktif. Misalnya, kotoran ternak yang difermentasi menjadi pupuk organik menyuburkan tanaman cabai, sementara sayuran yang tidak layak konsumsi bisa menjadi pakan ikan. Pola ini, menurutnya, tidak hanya menghemat biaya tetapi juga ramah lingkungan dan menghasilkan produk pangan yang lebih berkualitas. Kapolres berharap bahwa program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.


Di lapangan, Aiptu Heru P. terlibat dalam percakapan mendalam dengan warga tentang berbagai kendala yang mereka hadapi. Seorang petani mengeluhkan harga bibit yang mahal, sementara yang lain bertanya tentang cara membuat pakan ikan dari bahan lokal. Aiptu Heru mencatat semua keluhan dan akan meneruskannya ke dinas terkait untuk dicarikan solusi. Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menambahkan bahwa pendampingan teknis akan terus diberikan, termasuk pelatihan tentang pengelolaan limbah dan pemasaran hasil. Menurutnya, program ini tidak akan berhenti pada tahap penanaman, tetapi akan terus berlanjut hingga warga bisa menikmati keuntungan ekonomi.


Di akhir kegiatan, Kapolsek mengajak seluruh warga untuk menjadikan pekarangan mereka sebagai laboratorium hidup, tempat mereka belajar tentang alam, siklus nutrisi, dan kewirausahaan. Ia juga berharap bahwa program ini dapat menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa dan mengurangi angka kemiskinan. Aiptu Heru pun berjanji akan terus mendampingi warga dengan sepenuh hati, karena baginya setiap tanaman yang tumbuh dan setiap ikan yang dipanen adalah kemenangan bersama. Dengan optimisme dan kerja keras, Polsek Baron yakin bahwa masa depan pangan yang mandiri dan berkelanjutan ada di ujung jari mereka. (Avs)

Kepercayaan Publik dan Reformasi Berjalan Beriringan, Rano Alfath: Polri di Jalur yang Tepat


Moh Rano Alfath, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menyatakan bahwa peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri sebagaimana tercantum dalam Survei Litbang Kompas adalah indikator bahwa reformasi internal berjalan di jalur yang tepat. Ia mengatakan bahwa kepercayaan publik adalah cermin dari kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Rano menekankan bahwa capaian ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pembenahan di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, pemberantasan kejahatan, dan penguatan integritas personel. Baginya, ini adalah momen untuk merayakan sekaligus merenungkan langkah ke depan.


Rano menyebut bahwa Polri telah menunjukkan kinerja yang menggembirakan dalam berbagai aspek, seperti pemberantasan judi online, penanganan tindak pidana siber, dan penguatan pelayanan berbasis teknologi. Ia menilai bahwa upaya-upaya ini harus terus didukung dengan pengawasan yang ketat terhadap oknum yang berpotensi menyalahgunakan wewenang. Menurutnya, ketegasan terhadap pelanggaran internal adalah bagian dari komitmen membangun institusi yang bersih dan profesional. Rano juga mengingatkan bahwa akuntabilitas adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik yang telah diraih.


Lebih lanjut, Rano menyoroti pentingnya pengesahan perubahan Undang-Undang tentang Polri sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan yang semakin kompleks. Ia mengatakan bahwa penguatan kelembagaan harus diimbangi dengan peningkatan tanggung jawab kepada masyarakat, karena kewenangan yang lebih besar menuntut pelayanan yang lebih baik. Rano berharap bahwa Polri akan terus berinovasi dalam melayani publik, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan kemudahan akses. Menurutnya, kepercayaan publik yang tinggi adalah fondasi utama bagi Polri dalam menjalankan tugasnya.


Di akhir sambutannya, Rano menyampaikan harapannya agar tren positif ini terus berlanjut dan menjadi pendorong bagi Polri untuk semakin profesional dan humanis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung Polri dalam menjalankan tugasnya, sekaligus memberikan kritik yang membangun untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan sinergi antara Polri, DPR, dan masyarakat, Rano optimis bahwa keamanan dan ketertiban di Indonesia akan semakin terjaga. (Avs)

Kolaborasi Polri dan PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel untuk Suran Agung


Minggu pagi di Madiun menjadi saksi kesiapan Polres Madiun Kota yang menurunkan 983 personel gabungan untuk mengamankan Suran Agung Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda. Wakapolres Kompol Bambang Sujarwo menegaskan bahwa pengamanan kali ini istimewa karena melibatkan kolaborasi erat antara polisi, instansi lintas sektor, dan pengamanan internal dari perguruan silat itu sendiri. Ia menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini dipilih agar pengamanan tidak terkesan kaku atau represif, tetapi justru menjadi bagian dari semarak acara. Dengan perpaduan antara pengamanan terbuka dan tertutup, Polres memastikan bahwa setiap potensi ancaman dapat terdeteksi sejak dini.


Kompol Bambang mengungkapkan bahwa personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar Jalan Ring Road Barat yang akan digunakan sebagai area parkir peserta. Ia mengimbau masyarakat yang tidak terlibat dalam kegiatan untuk mencari rute alternatif demi menghindari kemacetan yang mungkin terjadi. Selain itu, ia juga mengingatkan peserta untuk mematuhi semua aturan yang telah disepakati, karena kepatuhan kolektif adalah kunci utama terciptanya acara yang tertib dan aman. Menurutnya, kerja sama antara peserta dan aparat akan sangat menentukan keberhasilan pengamanan ini.


Lebih lanjut, Wakapolres menyoroti bahwa kegiatan Suran Agung adalah tradisi yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan persaudaraan, sehingga harus dijaga dengan penuh penghormatan. Ia mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk menjaga semangat kebersamaan dan menghindari hal-hal yang dapat memicu ketegangan, baik di dalam maupun di luar lokasi acara. Dengan adanya PAM Swakarsa dari internal perguruan silat, ia yakin bahwa setiap potensi masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus melibatkan aparat secara berlebihan. Pendekatan ini, menurutnya, adalah cerminan dari Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.


Di akhir pernyataannya, Kompol Bambang berharap bahwa Suran Agung PSHWTM tahun ini akan menjadi ajang yang tidak hanya meriah tetapi juga aman dan berkesan bagi semua pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan perguruan silat yang telah bahu-membahu mempersiapkan segala sesuatunya. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Polres Madiun Kota optimis bahwa kegiatan ini akan meninggalkan citra positif bagi Kota Madiun dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman. (Avs)

Jumat, 26 Juni 2026

Kapolres Probolinggo dan Bupati Sama-sama Berharap, Gedung Berkah Jadi Pusat Pelayanan Prima


Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Mapolres Probolinggo, sebuah gedung baru dengan desain modern dan ruang yang tertata rapi siap melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan reserse kriminal. Peresmian Gedung Berkah Satreskrim berlangsung khidmat dengan kehadiran Bupati Probolinggo Gus Mohammad Haris dan jajaran Forkopimda, yang menunjukkan betapa seriusnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polri dalam meningkatkan pelayanan publik. Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif menyebut bahwa gedung ini adalah jawaban atas kritik dan masukan masyarakat tentang perlunya ruang pelayanan yang lebih manusiawi. Ia berjanji bahwa dengan fasilitas yang lebih baik, proses penanganan perkara akan lebih transparan dan akuntabel.


Kapolres menjelaskan bahwa selama ini Satreskrim sering kali menjadi unit yang paling sering berinteraksi dengan masyarakat dalam situasi sulit, seperti korban kejahatan atau pelapor yang sedang dalam tekanan. Karena itu, ia ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan ruang yang nyaman untuk bercerita dan mengadu. Gedung Berkah dilengkapi dengan ruang konsultasi yang privat, ruang tunggu yang dilengkapi informasi layanan, serta akses bagi penyandang disabilitas. Kapolres juga berterima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang telah menyediakan anggaran dan dukungan penuh, sehingga pembangunan bisa selesai tepat waktu.


Bupati Probolinggo Gus Mohammad Haris dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya bangga dengan semangat perubahan yang ditunjukkan oleh Kapolres. Ia mengatakan bahwa pelayanan publik adalah cerminan dari karakter birokrasi, dan Gedung Berkah adalah bukti bahwa Polres Probolinggo ingin memberikan yang terbaik. Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan fasilitas ini dengan bijak dan turut mengawasi kinerja personel agar tetap pada jalur profesionalisme. Ia menutup sambutannya dengan harapan bahwa Kabupaten Probolinggo akan semakin aman dan nyaman berkat sinergi yang terjalin erat.


Di penghujung acara, Kapolres mempersilakan para tamu untuk melihat langsung fasilitas di dalam gedung, termasuk ruang penyidik, ruang konferensi kasus, dan ruang dokumentasi digital. Para personel Satreskrim yang terlihat antusias menyambut para tamu dengan senyum dan penjelasan yang ramah. Kapolres berharap bahwa semangat baru ini akan terus menyala dan menginspirasi seluruh anggota Polres Probolinggo untuk bekerja lebih baik setiap hari. Dengan peresmian Gedung Berkah, Polres Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan menjadi lembaga yang benar-benar hadir untuk melayani masyarakat. (Avs)

Menyambut Bhayangkara ke-80, Polres Nganjuk Pilih Bersihkan Klenteng, Masjid, Gereja, Monumen, dan Pura


Di Rayon IV, Monumen Ngadiboyo Rejoso menjadi lokasi yang unik karena tidak hanya menjadi tempat ibadah dalam arti sempit, tetapi juga simbol perjuangan dan toleransi di masa lalu. Personel Polres Nganjuk bersama pengurus monumen membersihkan area makam dan taman, sambil mengenang nilai-nilai kebersamaan yang pernah dijaga oleh para pendahulu. Sementara di Rayon V, Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis di Loceret mendapat sentuhan kebersihan dari personel yang dengan cermat merapikan canang dan sarana persembahyangan lainnya. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Religi ini adalah bentuk penghormatan terhadap semua agama dan kepercayaan yang ada di Nganjuk, sekaligus memperkuat pesan bahwa Polri adalah benteng toleransi.


Kapolres menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel, tetapi juga mengundang partisipasi aktif dari pengurus tempat ibadah dan warga sekitar. Di Masjid LDII, misalnya, para jamaah dan polisi saling bergantian membersihkan tempat wudhu dan menata sajadah, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Di Klenteng Hok Yoe Kiong, pengurus klenteng bahkan menyediakan minuman untuk para personel sebagai bentuk terima kasih atas kepedulian mereka. Kapolres menilai bahwa interaksi lintas agama seperti ini adalah obat ampuh untuk mencegah munculnya prasangka dan stereotip negatif yang sering menjadi pemicu konflik.


Sementara itu, di Gereja ST. Hubertus, personel Polsek Kertosono tidak hanya membersihkan ruang ibadah, tetapi juga membantu mengecat dinding luar yang mulai pudar karena usia. Pendeta setempat mengaku terkesan karena polisi tidak hanya datang dan pergi, tetapi bertanya tentang kebutuhan lain yang bisa dibantu di masa mendatang. Kapolsek Kertosono mengatakan bahwa hubungan antara Polri dan gereja selama ini sudah sangat baik, dan kegiatan Bakti Religi ini semakin mengukuhkan ikatan tersebut. Ia berharap bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 dapat digunakan untuk memperluas kerja sama dalam kegiatan sosial lainnya, seperti bakti kesehatan atau pembinaan pemuda lintas agama.


Di penghujung rangkaian kegiatan, Kapolres mengajak seluruh pengurus tempat ibadah untuk terus menjalin komunikasi dengan Polsek setempat, agar setiap potensi masalah bisa dideteksi dan diselesaikan secara dini. Ia juga berjanji bahwa Polres Nganjuk akan selalu terbuka terhadap masukan dari komunitas agama, karena menjaga keamanan dan kerukunan adalah pekerjaan bersama. Para pengurus tempat ibadah yang hadir pun menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat Hari Bhayangkara, tetapi menjadi program rutin yang memperkuat kebersamaan lintas agama. Dengan langkah-langkah kecil namun bermakna, Polres Nganjuk optimis bahwa toleransi di kabupaten ini akan terus terjaga dan bahkan berkembang menjadi contoh bagi daerah lain. (Avs) 

Polisi Perempuan di Balik Hijau Pekarangan: Kisah AIPTU Saktian dan Warga Tanjunganom


AIPTU Saktian Suryani bukanlah polisi yang hanya sibuk dengan laporan dan administrasi. Di Kelurahan Tanjunganom, ia dikenal sebagai Bhabinkamtibmas yang selalu menyempatkan diri mengecek polybag warga, sesekali ikut mencangkul dan menyiram, seolah-olah kebun itu adalah tanggung jawabnya sendiri. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menugaskan ia sebagai penggerak ketahanan pangan dengan keyakinan bahwa polisi perempuan memiliki kepekaan dan kesabaran ekstra dalam pendampingan masyarakat. Dan keyakinan itu terbukti: program Pekarangan Pangan Bergizi di Tanjunganom tumbuh pesat, dengan lebih dari 200 rumah yang kini memiliki minimal tiga polybag produktif.


Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mengungkapkan bahwa AIPTU Saktian tidak pernah lelah memberikan motivasi, bahkan ketika ada warga yang gagal panen karena tanaman terserang penyakit. Ia selalu datang, menganalisis penyebabnya, dan memberi solusi tanpa membuat warga merasa bersalah atau malu. Dalam kunjungan Sabtu pagi itu, ia menemukan seorang janda tua yang polybag sawinya mulai layu, dan dengan sabar ia menjelaskan bahwa penyiraman berlebihan adalah penyebabnya, lalu memberi contoh cara menyiram yang benar. Warga itu pun tersenyum lega dan berjanji akan memperbaiki caranya, karena merasa diperhatikan oleh polisi.


Sementara itu, Kapolres menekankan bahwa program ini juga membangun rasa percaya diri warga, karena mereka melihat hasil nyata dari kerja keras mereka sendiri. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang berhasil menanam dan memanen sayuran, ada kebanggaan tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh membeli di pasar. AIPTU Saktian mencatat bahwa beberapa warga mulai memotret hasil panen mereka dan mengunggahnya ke media sosial, menginspirasi teman-teman di luar kelurahan untuk ikut berkebun polybag. Baginya, ini adalah bentuk promosi yang paling efektif dan gratis, karena datang dari pengalaman nyata.


Di penghujung kunjungan, Kapolsek mengajak warga untuk merencanakan perluasan lahan pekarangan dengan memanfaatkan atap rumah yang datar sebagai area tambahan untuk polybag. Ia juga menyarankan agar warga mulai menanam varietas sayuran yang lebih bernilai ekonomi, seperti paprika atau selada romaine, untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. AIPTU Saktian berjanji akan mencari informasi tentang bibit unggul dan cara budidaya yang baik untuk kemudian dibagikan kepada warga. Dengan semangat yang tak pernah padam, Polri di Nganjuk terus bergerak, membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari hal paling sederhana sekalipun. (Avs)

Polisi Ngetos Ubah Lahan Cabai yang Tak Lagi Subur Menjadi Harapan Panen Baru


Berbekal catatan dan kamera ponsel, Aiptu Prawoko bersama anggota Polsek Ngetos menyisiri lahan cabai yang mulai ditinggalkan produktivitasnya, menandai setiap tanaman yang sudah waktunya diganti. Mereka tidak datang dengan seragam lengkap dan mobil dinas yang berkilap, tetapi dengan sikap santun dan pertanyaan-pertanyaan yang menggali kebutuhan petani secara langsung. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan sejak awal telah menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan aktif aparat di lapangan, dan peremajaan tanaman adalah salah satu strategi yang paling mendesak. Para petani yang awalnya cemas mendengar kabar polisi datang, malah tersenyum ketika menyadari bahwa mereka datang untuk membantu, bukan menggertak.


Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menambahkan bahwa pendampingan ini akan terus berlanjut hingga para petani benar-benar merasakan hasil dari peremajaan yang mereka lakukan. Ia mengatakan bahwa personel Bhabinkamtibmas sudah diinstruksikan untuk menjadwalkan kunjungan rutin ke lahan-lahan yang rawan penurunan produktivitas, sehingga tidak ada jeda panjang antara masalah dan solusi. Dalam percakapan dengan Aiptu Prawoko, seorang petani veteran mengaku bahwa dirinya sudah bertahun-tahun menanam cabai di lahan yang sama tanpa rotasi, yang menyebabkan tanah kehilangan unsur haranya. Kini, dengan masukan dari polisi dan penyuluh, ia berencana menanam kacang-kacangan sebagai tanaman selingan sebelum kembali ke cabai.


Di sisi lain, Kapolres menyoroti bahwa peremajaan tidak hanya tentang mengganti tanaman tua, tetapi juga tentang mengubah pola pikir petani agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan serangan hama. Ia memberi contoh bahwa di beberapa daerah, penggunaan mulsa dan irigasi tetes terbukti meningkatkan hasil panen hingga dua kali lipat, dan hal-hal seperti ini perlu disosialisasikan secara terus-menerus. Aiptu Prawoko pun mencatat bahwa petani di Ngetos sebenarnya antusias mencoba hal baru, asalkan ada pendampingan yang meyakinkan dan bukan sekadar instruksi sepihak. Karena itu, ia berjanji akan memfasilitasi pertemuan dengan dinas pertanian setempat untuk berbagi pengetahuan teknis.


Kegiatan pemantauan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama bahwa peremajaan akan dimulai dalam tiga hari ke depan, dengan jadwal pengecekan ulang dari Polsek Ngetos setiap pekan. Kapolsek Jajuli berharap hasil panen berikutnya bisa menjadi kebanggaan bersama, membuktikan bahwa sinergi polisi dan petani mampu melahirkan solusi nyata bagi ketahanan pangan. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini akan dilaporkan ke Kapolres sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program ke depannya. Dengan langkah kecil yang konsisten, Polri optimis dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi petani di seluruh wilayah hukum Nganjuk. (Avs)

145 Domain, 15 Perusahaan Sponsor, dan Rp1,69 Triliun Keuntungan: Polri Bongkar Sindikat Judi di Jakarta Barat


Brigjen Pol. Wira Satya Triputra membeberkan bahwa jaringan ini tidak hanya mengandalkan satu atau dua situs, melainkan 145 domain yang dioperasikan secara bergantian dengan server di empat negara berbeda. Strategi ini membuat upaya pemblokiran oleh Kominfo menjadi kurang efektif, karena begitu satu situs ditutup, puluhan situs lain masih aktif menjerat korban. Ia menambahkan bahwa para pelaku sangat agresif dalam promosi di media sosial, menargetkan pengguna dari berbagai kalangan dengan iming-iming bonus dan kemudahan akses. Dari hasil penyitaan, ditemukan pula materi pelatihan untuk customer service baru, menunjukkan bahwa jaringan ini berencana memperluas operasinya sebelum akhirnya digagalkan.


Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menekankan bahwa keempat WNI yang diamankan bukanlah pelaku kecil, melainkan figur sentral yang memungkinkan seluruh operasi berjalan mulus. Mereka tidak hanya menyewakan gedung, tetapi juga mengurus rekening korporasi, membantu konversi kripto ke rupiah, dan bahkan mengatur jadwal kedatangan WNA baru dari berbagai negara. Salah satu dari mereka diketahui memiliki akses langsung ke pemilik modal di luar negeri, menjadikannya mata rantai yang sangat penting untuk diputus. Polri kini tengah memeriksa apakah ada pejabat atau oknum tertentu yang memfasilitasi pengurusan dokumen imigrasi bagi ratusan WNA tersebut.


Di sisi lain, penyidik juga menyita 155 paspor yang sebagian besar menunjukkan bahwa para WNA baru tiba di Indonesia dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya pola rotasi yang terencana, di mana pelaku lama dipulangkan dan diganti dengan yang baru untuk menghindari kecurigaan. Brigjen Pol. Wira menyebut bahwa modus ini mirip dengan jaringan scamming yang diungkap beberapa waktu lalu, sehingga ada kemungkinan keterkaitan antar-sindikat internasional. Ia pun tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian dari uang hasil judi dialirkan ke kegiatan ilegal lain, seperti narkoba atau pencucian uang skala besar.


Dengan total deposit Rp13,9 triliun dan keuntungan Rp1,69 triliun, kasus ini menjadi salah satu pengungkapan judi online terbesar dalam sejarah Polri. Karopenmas Divhumas Polri menyebut bahwa angka-angka ini adalah pukulan telak bagi sindikat internasional yang menganggap Indonesia sebagai lahan basah. Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai; masih ada perusahaan sponsor, aliran dana lintas negara, dan aset hasil kejahatan yang harus diburu. Polri berkomitmen untuk terus mengembangkan kasus ini hingga ke akar-akarnya, bekerja sama dengan Interpol dan lembaga keuangan internasional, agar para pelaku tidak bisa lagi berlindung di balik teknologi dan kedaulatan negara lain. (Avs)

Ketika Publik Bertepuk Tangan, Fernando Berbisik


Fernando Emas menatap angka 82,4 persen seperti seseorang menatap tanaman yang mulai berbuah—harap-harap cemas, bukan jumawa. Ia menjelaskan bahwa kenaikan itu bukan hadiah, melainkan hasil dari ribuan interaksi kecil yang terjadi di balik layar, seperti polisi yang menolong nenek menyeberang atau merespons laporan pengaduan dengan cepat. Ia memberi apresiasi, tetapi dengan nada yang sengaja datar, agar tidak terkesan merayakan kemenangan sebelum laga usai.


Ia secara gamblang membandingkan peningkatan citra dari 64,4 ke 71,5 persen sebagai perbaikan yang wajar, tetapi bukan lompatan revolusioner. Ia memilih kata "layak dihargai" alih-alih "luar biasa", karena ia ingin menjaga ekspektasi publik tetap realistis. Dalam penjelasannya, ia mengungkap bahwa banyak warga masih mengeluhkan birokrasi yang berbelit di beberapa kantor polisi, dan itu adalah pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan.


Lebih dari itu, Fernando menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, sehingga Polri tidak boleh memikul beban sendiri. Ia mengajak warga untuk tidak hanya menjadi penikmat pelayanan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam menjaga lingkungan. Namun, dengan nada diplomatis, ia mengatakan bahwa kritik yang tajam tetap diperlukan, asalkan disampaikan dengan data dan solusi.


Ia juga menyebut bahwa ia sendiri pernah menerima curhat dari sopir taksi tentang razia yang tidak manusiawi, dan itu membuatnya tetap waspada. Di akhir pernyataannya, Fernando menyebut bahwa apresiasi bukanlah pengunci mulut, melainkan pembuka pintu untuk evaluasi lebih lanjut. Ia berharap Polri menjadikan momen ini sebagai batu loncatan, bukan batu sandungan, dengan terus membuka ruang bagi masukan publik. (Avs)

Survei Kompas: Polri Raih 8,37, DPR Apresiasi, Polri Janji Tingkatkan Transformasi Pelayanan


Jakarta- Kabar baik datang dari Litbang Kompas yang merilis hasil Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026, menunjukkan rata-rata penilaian masyarakat terhadap profesionalitas pelayanan Polri naik menjadi 8,37 dari sebelumnya 7,76, dengan 82,4 persen responden meyakini kinerja Polri akan semakin baik di masa depan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memberikan apresiasi atas pencapaian ini dan menyatakan bahwa kenaikan angka tersebut merupakan bukti dedikasi seluruh personel Polri, dari tingkat pusat hingga personel kewilayahan yang bekerja tanpa lelah memberikan pelayanan terbaik. Menurutnya, publik semakin percaya pada Polri karena mereka merasakan sendiri kehadiran dan kerja nyata aparat kepolisian dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan pendekatan yang semakin humanis dan responsif.


Jakarta- Habiburokhman menilai pendekatan pelayanan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat turut menjadi faktor utama peningkatan kepercayaan publik, namun ia juga mengingatkan agar Polri tidak berpuas diri dengan capaian ini. Ia menekankan bahwa hasil survei harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, mempertahankan kinerja yang baik, dan konsisten dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia berharap Polri terus melakukan inovasi dan perbaikan di berbagai aspek pelayanan agar kepercayaan publik yang telah terbangun semakin kokoh dan tidak tergerus oleh waktu.


Jakarta- Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan masukan dari Komisi III DPR RI, serta menegaskan bahwa Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat sebagai bagian penting dari proses evaluasi yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata, sehingga Polri akan terus memperkuat transformasi pelayanan, meningkatkan profesionalisme personel, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, cepat, transparan, serta memberikan kepastian hukum. Dengan komitmen untuk terus berbenah dan mendengarkan suara rakyat, Polri optimis dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian positif ini di masa yang akan datang.


Jakarta- Survei yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dengan metode wawancara tatap muka dan margin of error ±2,83% ini menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan yang dilakukan Polri mulai membuahkan hasil yang diakui oleh publik. Ketua Komisi III DPR RI berharap capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel Polri untuk terus berinovasi, sementara Kadiv Humas Polri menegaskan komitmen institusi untuk terus mendengarkan suara masyarakat dan menjadikannya bahan evaluasi yang konstruktif. Dengan kolaborasi yang erat antara Polri, DPR, dan masyarakat, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin kokoh dan pelayanan publik di bidang keamanan semakin berkualitas dan profesional di seluruh Indonesia.(Avs)

Sinergi Densus 88 dan Pemkot Cilegon, Deklarasi Tolak Terorisme Perkuat Ketahanan Sosial


Cilegon- Sebanyak 400 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari penyuluh agama, perangkat desa, hingga Bhabinkamtibmas, berkumpul di Gedung Convention Hall Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon, pada Rabu (25/6/2026) untuk mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan yang digagas Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Banten. Kegiatan yang mengusung tema "Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa" ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui pendekatan edukasi, penguatan nilai kebangsaan, serta peningkatan peran keluarga sebagai benteng utama persatuan. Kolaborasi antara Densus 88, Kementerian Agama, Kesbangpol, dan pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme memerlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan semua elemen bangsa.


Cilegon- Wali Kota Cilegon Robinsar dalam sambutannya menegaskan bahwa pencegahan intoleransi dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen melalui sinergi pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat, karena ancaman terhadap ideologi kebangsaan tidak bisa dilawan secara parsial. Wakapolres Cilegon, Kompol M. Ridzky Salatun, menambahkan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak hanya berbentuk kejahatan konvensional, tetapi juga penyebaran ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga upaya deteksi dini dan penguatan toleransi menjadi langkah krusial. Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon, Dr. H. Amin Hidayat, menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda, karena keluarga adalah lingkungan pertama yang menanamkan nilai moral, toleransi, dan semangat kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.


Cilegon- Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka W., menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi sarana utama penyebaran propaganda intoleransi dan terorisme, sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai daya tangkal masyarakat. Narasumber Iptu Rudiana Bachrie dari Direktorat Pencegahan menjelaskan strategi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan, termasuk implementasi RAN PE dan langkah-langkah deteksi dini yang dapat dilakukan oleh aparat kewilayahan. Gus Najih dari MUI mengingatkan pentingnya literasi digital dan selektivitas dalam memilih sumber kajian keagamaan, sementara Munir, mantan narapidana terorisme yang kini menjadi Sahabat Densus, berbagi pengalaman tentang proses radikalisasi dan pentingnya peran keluarga serta pendidikan karakter dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.


Cilegon- Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Kota Cilegon yang menyatakan penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme, sebuah simbol penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI. Deklarasi ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang aktif menyebarkan nilai-nilai toleransi dan persatuan di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan sosial dari ancaman ideologi ekstrem. Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama para pemangku kepentingan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya paham IRET, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menciptakan ekosistem yang damai serta harmonis bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Cilegon dan sekitarnya.(Avs)