Jumat, 26 Juni 2026

Menyambut Bhayangkara ke-80, Polres Nganjuk Pilih Bersihkan Klenteng, Masjid, Gereja, Monumen, dan Pura


Di Rayon IV, Monumen Ngadiboyo Rejoso menjadi lokasi yang unik karena tidak hanya menjadi tempat ibadah dalam arti sempit, tetapi juga simbol perjuangan dan toleransi di masa lalu. Personel Polres Nganjuk bersama pengurus monumen membersihkan area makam dan taman, sambil mengenang nilai-nilai kebersamaan yang pernah dijaga oleh para pendahulu. Sementara di Rayon V, Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis di Loceret mendapat sentuhan kebersihan dari personel yang dengan cermat merapikan canang dan sarana persembahyangan lainnya. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Religi ini adalah bentuk penghormatan terhadap semua agama dan kepercayaan yang ada di Nganjuk, sekaligus memperkuat pesan bahwa Polri adalah benteng toleransi.


Kapolres menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel, tetapi juga mengundang partisipasi aktif dari pengurus tempat ibadah dan warga sekitar. Di Masjid LDII, misalnya, para jamaah dan polisi saling bergantian membersihkan tempat wudhu dan menata sajadah, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Di Klenteng Hok Yoe Kiong, pengurus klenteng bahkan menyediakan minuman untuk para personel sebagai bentuk terima kasih atas kepedulian mereka. Kapolres menilai bahwa interaksi lintas agama seperti ini adalah obat ampuh untuk mencegah munculnya prasangka dan stereotip negatif yang sering menjadi pemicu konflik.


Sementara itu, di Gereja ST. Hubertus, personel Polsek Kertosono tidak hanya membersihkan ruang ibadah, tetapi juga membantu mengecat dinding luar yang mulai pudar karena usia. Pendeta setempat mengaku terkesan karena polisi tidak hanya datang dan pergi, tetapi bertanya tentang kebutuhan lain yang bisa dibantu di masa mendatang. Kapolsek Kertosono mengatakan bahwa hubungan antara Polri dan gereja selama ini sudah sangat baik, dan kegiatan Bakti Religi ini semakin mengukuhkan ikatan tersebut. Ia berharap bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 dapat digunakan untuk memperluas kerja sama dalam kegiatan sosial lainnya, seperti bakti kesehatan atau pembinaan pemuda lintas agama.


Di penghujung rangkaian kegiatan, Kapolres mengajak seluruh pengurus tempat ibadah untuk terus menjalin komunikasi dengan Polsek setempat, agar setiap potensi masalah bisa dideteksi dan diselesaikan secara dini. Ia juga berjanji bahwa Polres Nganjuk akan selalu terbuka terhadap masukan dari komunitas agama, karena menjaga keamanan dan kerukunan adalah pekerjaan bersama. Para pengurus tempat ibadah yang hadir pun menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat Hari Bhayangkara, tetapi menjadi program rutin yang memperkuat kebersamaan lintas agama. Dengan langkah-langkah kecil namun bermakna, Polres Nganjuk optimis bahwa toleransi di kabupaten ini akan terus terjaga dan bahkan berkembang menjadi contoh bagi daerah lain. (Avs) 

0 comments:

Posting Komentar