Jumat, 26 Juni 2026

Polisi Perempuan di Balik Hijau Pekarangan: Kisah AIPTU Saktian dan Warga Tanjunganom


AIPTU Saktian Suryani bukanlah polisi yang hanya sibuk dengan laporan dan administrasi. Di Kelurahan Tanjunganom, ia dikenal sebagai Bhabinkamtibmas yang selalu menyempatkan diri mengecek polybag warga, sesekali ikut mencangkul dan menyiram, seolah-olah kebun itu adalah tanggung jawabnya sendiri. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menugaskan ia sebagai penggerak ketahanan pangan dengan keyakinan bahwa polisi perempuan memiliki kepekaan dan kesabaran ekstra dalam pendampingan masyarakat. Dan keyakinan itu terbukti: program Pekarangan Pangan Bergizi di Tanjunganom tumbuh pesat, dengan lebih dari 200 rumah yang kini memiliki minimal tiga polybag produktif.


Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mengungkapkan bahwa AIPTU Saktian tidak pernah lelah memberikan motivasi, bahkan ketika ada warga yang gagal panen karena tanaman terserang penyakit. Ia selalu datang, menganalisis penyebabnya, dan memberi solusi tanpa membuat warga merasa bersalah atau malu. Dalam kunjungan Sabtu pagi itu, ia menemukan seorang janda tua yang polybag sawinya mulai layu, dan dengan sabar ia menjelaskan bahwa penyiraman berlebihan adalah penyebabnya, lalu memberi contoh cara menyiram yang benar. Warga itu pun tersenyum lega dan berjanji akan memperbaiki caranya, karena merasa diperhatikan oleh polisi.


Sementara itu, Kapolres menekankan bahwa program ini juga membangun rasa percaya diri warga, karena mereka melihat hasil nyata dari kerja keras mereka sendiri. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang berhasil menanam dan memanen sayuran, ada kebanggaan tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh membeli di pasar. AIPTU Saktian mencatat bahwa beberapa warga mulai memotret hasil panen mereka dan mengunggahnya ke media sosial, menginspirasi teman-teman di luar kelurahan untuk ikut berkebun polybag. Baginya, ini adalah bentuk promosi yang paling efektif dan gratis, karena datang dari pengalaman nyata.


Di penghujung kunjungan, Kapolsek mengajak warga untuk merencanakan perluasan lahan pekarangan dengan memanfaatkan atap rumah yang datar sebagai area tambahan untuk polybag. Ia juga menyarankan agar warga mulai menanam varietas sayuran yang lebih bernilai ekonomi, seperti paprika atau selada romaine, untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. AIPTU Saktian berjanji akan mencari informasi tentang bibit unggul dan cara budidaya yang baik untuk kemudian dibagikan kepada warga. Dengan semangat yang tak pernah padam, Polri di Nganjuk terus bergerak, membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari hal paling sederhana sekalipun. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar