Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Jumat, 31 Juli 2026

Dari Iseng Menjadi Bisnis, Bhabinkamtibmas Jatipunggur Apresiasi Perjuangan Petani Pekarangan


Jatipunggur- Sabtu, 1 Agustus 2026, Bripka Agung tiba di pekarangan warga Desa Jatipunggur dengan rasa ingin tahu yang besar. Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo itu telah mendengar desas-desus tentang warga binaannya yang berhasil mengembangkan usaha kangkung polybag hingga ratusan. Dan saat ia melihat langsung hamparan hijau yang memenuhi halaman rumah, ia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya atas kerja keras dan ketekunan yang telah mengubah lahan sempit menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan.


Bripka Agung menyusuri setiap sudut pekarangan, menghitung jumlah polybag dan membandingkannya dengan catatan kunjungan sebelumnya yang hanya mencatat belasan. Ia berbincang akrab dengan pemilik lahan, mendengarkan cerita tentang awal mula mencoba-coba, kegagalan karena hama, hingga akhirnya menemukan formula perawatan yang tepat. Dari dialog itu, ia menangkap esensi bahwa konsistensi dan kemauan belajar adalah kunci utama dari semua kesuksesan.


Pemilik lahan, seorang ibu rumah tangga yang awalnya hanya ingin mengisi waktu luang, kini tersenyum puas karena kangkungnya laris manis di kalangan tetangga dan bahkan pedagang sayur keliling. "Saya tidak pernah membayangkan polybag kecil ini bisa membayar listrik dan belanja dapur setiap minggu," ujarnya dengan haru. Ia juga menyampaikan bahwa anak-anaknya semakin semangat membantu karena mereka melihat langsung hasil jerih payah mereka.


Bripka Agung memberikan pujian setinggi mungkin dan mendorong warga tersebut untuk terus berinovasi, misalnya dengan mulai menanam sayuran organik tanpa pestisida untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menurutnya, nilai tambah dari produk organik bisa meningkatkan harga jual hingga dua kali lipat, sehingga keuntungan petani pekarangan semakin besar. Ia juga menawarkan bantuan untuk menghubungkan kelompok tani dengan dinas ketahanan pangan setempat.


Petani pekarangan itu berkomitmen untuk mempertahankan kualitas dan mulai mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan sebagai bahan evaluasi bulanan. Ia juga berencana mengajak tetangga-tetangganya untuk membentuk koperasi kecil yang akan mengelola penjualan hasil panen secara kolektif. Dengan semangat gotong royong yang tumbuh pada Sabtu pagi itu, mereka yakin bahwa Jatipunggur akan semakin dikenal sebagai desa yang produktif dan mandiri, berkat peran aktif Bhabinkamtibmas yang selalu hadir di tengah mereka.(Avs)

Kandang Ayam sebagai Benteng Kemandirian, Bhabinkamtibmas Tirtobinangun Beri Sentuhan Manusiawi


Patianrowo- Di tengah hiruk-pikuk program ketahanan pangan nasional yang sering dibicarakan di tingkat atas, Bripka Gatot Sugiarto memilih untuk turun ke level paling bawah: kandang ayam milik warga Desa Tirtobinangun. Sabtu pagi itu, Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo itu membawa misi sederhana namun mendalam, yaitu memastikan bahwa peternak tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan usaha mereka. Baginya, ketahanan pangan dimulai dari perhatian pada satu ekor ayam dan satu keluarga peternak.


Begitu masuk ke area kandang, Bripka Gatot tidak langsung mengeluarkan buku catatan, melainkan mengobrol ringan tentang anak-anak peternak dan harga telur di pasar terdekat. Pendekatan emosional ini membuat peternak terbuka dan menceritakan kesulitan sebenarnya, seperti sulitnya mendapatkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau dan mahalnya biaya pengobatan ayam yang sakit. Dari obrolan santai itu, Bripka Gatot menggali data berharga yang akan ia teruskan ke atas.


Pemilik peternakan menuturkan bahwa kunjungan Bhabinkamtibmas selalu memberinya energi baru untuk terus bertahan, terutama saat ia hampir menyerah karena kematian ayam akibat cuaca panas. "Saya pikir usaha ini gagal, tapi Pak Bhabin bilang jangan menyerah, semua usaha ada naik turunnya," kenangnya dengan mata berkaca. Kini, kandangnya kembali produktif dan ia berencana menambah jumlah ayam di bulan depan.


Bripka Gatot pun memberikan arahan yang aplikatif, seperti membuat ventilasi tambahan di atap kandang untuk mengeluarkan panas dan memberi minum dengan air yang dicampur elektrolit saat cuaca sangat terik. Ia juga mengingatkan agar peternak tidak memberi pakan berlebihan karena bisa memicu obesitas pada ayam yang justru menurunkan produksi telur. Langkah-langkah ini, kata dia, adalah investasi kecil dengan hasil besar.


Dengan penuh keyakinan, peternak berkomitmen untuk menjaga kebersihan kandang setiap hari dan memulai buku catatan produksi harian yang akan dibagikan ke kelompok tani setempat. Mereka juga berjanji untuk saling berbagi informasi jika menemukan gejala penyakit menular di kandang masing-masing. Dengan kedekatan seperti ini, mereka yakin bahwa ketahanan pangan di Patianrowo akan terjaga, bukan karena instruksi, tetapi karena kepedulian yang tulus dari Bhabinkamtibmas mereka.(Avs)

Mengintip Optimisme Petani Nganjuk, Bhabinkamtibmas Jadi Penggerak Panen Berkelanjutan


Nganjuk- Pagi itu, langit Nganjuk tampak cerah menemani Bripka Yuli Priyanto melangkah di antara barisan jagung yang menjulang tinggi. Sebagai Bhabinkamtibmas Desa Ngadipiro, ia menjalankan perintah Kapolres untuk memastikan ketahanan pangan di tingkat akar rumput. Namun, yang ia lakukan lebih dari sekadar pemantauan: ia menanamkan keyakinan bahwa profesi petani adalah martabat yang harus dilindungi, bukan sekadar pekerjaan tanpa masa depan.


Dengan penuh kesabaran, Bripka Yuli mengamati warna daun dan kekuatan batang jagung, lalu membandingkannya dengan catatan musim lalu. Ia mengajak petani berdiskusi tentang rotasi tanaman dan manfaat jagung sebagai pakan ternak di samping konsumsi manusia. Dialog ini membuka wawasan bahwa nilai jagung tidak hanya saat dijual basah, tetapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang lebih tahan lama.


Petani yang menjadi pemilik lahan menyambut Bripka Yuli dengan senyum lega. "Saya sudah tua, tapi melihat jagung ini subur membuat saya merasa muda lagi," ujarnya sambil tertawa kecil. Ia mengaku bahwa dukungan moral dari polisi sangat berpengaruh terhadap semangat anak-anak muda di desa, yang mulai tertarik kembali bertani setelah melihat perhatian nyata dari aparat.


Bripka Yuli pun mengingatkan pentingnya mencicil perawatan, seperti membersihkan saluran irigasi dan memangkas daun kering agar nutrisi terfokus pada biji. Ia juga menyarankan agar petani bergabung dalam kelompok tani yang sudah memiliki akses ke bantuan pupuk bersubsidi. Menurutnya, kolaborasi antarpetani adalah kunci agar panen raya tidak berubah menjadi panen gagal karena kelalaian kecil.


Petani pun berikrar untuk terus merawat tanamannya seperti merawat anak sendiri, dengan penuh kasih dan kesabaran. Mereka berterima kasih karena Bhabinkamtibmas tidak hanya datang saat panen, tetapi sejak awal masa tanam hingga pasca-panen. Dengan semangat ini, mereka percaya bahwa ketahanan pangan di Desa Ngadipiro akan terus terjaga, dan kesejahteraan akan mengalir deras seperti air irigasi yang mengaliri ladang mereka.(Avs)

Kamis, 30 Juli 2026

Bayar Pajak Jadi Mudah, Polantas Menyapa di Pasar Kerep Dorong Kesadaran Tertib Administrasi Kendaraan




Nganjuk- Rendahnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan seringkali disebabkan oleh faktor jarak dan waktu yang menjadi kendala untuk datang ke kantor Samsat, namun kehadiran layanan Samsat keliling melalui program "Polantas Menyapa" di Pasar Kerep, Bagor, pada Jumat, (31/7/2026) hadir sebagai solusi yang memudahkan warga untuk menunaikan kewajiban administrasi kendaraan mereka, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya tertib pajak bagi pembangunan daerah. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa kemudahan akses adalah faktor utama yang memengaruhi kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, dan dengan menghadirkan layanan di lokasi yang dekat dan familiar seperti pasar, diharapkan semakin banyak warga yang sadar untuk membayar pajak tepat waktu.

AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa peningkatan kepatuhan pajak kendaraan tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam mengumpulkan pendapatan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga bagi masyarakat itu sendiri karena mereka terhindar dari denda dan sanksi akibat keterlambatan pembayaran yang dapat memberatkan keuangan keluarga. Aiptu Joko Widodo bersama petugas Bapenda dalam layanan ini tidak hanya melayani pembayaran pajak, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya pajak, manfaat yang dirasakan masyarakat dari pajak yang dibayarkan, serta konsekuensi jika menunggak pajak kendaraan dalam jangka waktu yang lama. Pendekatan yang mengedepankan edukasi dan kemudahan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa membayar pajak bukanlah beban, melainkan investasi untuk kemajuan daerah yang mereka cintai.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menambahkan bahwa Polres Nganjuk akan terus mengoptimalkan program Polantas Menyapa dan Samsat keliling sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran tertib administrasi kendaraan, karena kepatuhan pajak adalah cerminan disiplin masyarakat yang akan berdampak positif pada ketertiban lalu lintas dan pembangunan daerah secara keseluruhan. Dengan kemudahan yang terus dihadirkan, diharapkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan di Kabupaten Nganjuk semakin meningkat, memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.(Avs)

Cabai Tumbuh Optimal di Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Pandantoyo Pantau Inovasi Petani Hadapi Cuaca


Nganjuk- Ketika banyak petani mengeluhkan musim kemarau yang berkepanjangan, petani cabai di Desa Pandantoyo justru menunjukkan adaptasi dan inovasi yang luar biasa dengan tetap berhasil membudidayakan cabai merah secara optimal, sebuah keberhasilan yang turut dipantau oleh Aipda Heru S., Bhabinkamtibmas setempat, pada Jumat (31/7/2026) sebagai bagian dari pendampingan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa inovasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim adalah kunci keberhasilan pertanian modern, dan petani cabai Pandantoyo telah membuktikan bahwa dengan teknik budidaya yang tepat, musim kemarau bukanlah penghalang untuk menghasilkan panen yang berkualitas.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa petani cabai di Pandantoyo telah mengadopsi berbagai inovasi seperti penggunaan mulsa plastik untuk menjaga kelembapan tanah, irigasi tetes untuk efisiensi air, serta pemilihan varietas cabai yang tahan terhadap cekaman kekeringan, sehingga produktivitas tetap terjaga meskipun curah hujan rendah. Aipda Heru S. dalam kunjungannya mendengarkan langsung pengalaman petani tentang tantangan dan solusi yang mereka terapkan, serta mendorong mereka untuk terus berbagi pengetahuan dengan petani lain di sekitar agar inovasi ini dapat menyebar lebih luas. Pendekatan yang menghargai kearifan lokal dan inovasi petani ini diharapkan mampu menciptakan komunitas pertanian yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.


Kapolsek Kertosono Kompol Joni Suprapto, S.H., menambahkan bahwa Polsek Kertosono akan terus memfasilitasi pertukaran pengetahuan antar petani dan menghadirkan pelatihan-pelatihan tentang teknik pertanian adaptif, karena ketahanan pangan di masa depan sangat bergantung pada kemampuan petani untuk berinovasi dan beradaptasi. Dengan semangat inovasi dan adaptasi yang terus tumbuh, diharapkan budidaya cabai merah di Desa Pandantoyo tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di tengah berbagai tantangan iklim, memberikan hasil panen yang melimpah dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat.(Avs)

Melon Jadi Andalan Baru, Bhabinkamtibmas Patianrowo Dorong Diversifikasi Tanaman di Musim Kemarau


Nganjuk- Di saat tanaman pangan lain mulai mengering diterpa panas kemarau, melon justru menunjukkan keunggulannya sebagai komoditas yang adaptif dan menguntungkan, sehingga Brigadir Rahmad Agung, Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo, pada Jumat (31/7/2026) terus mendorong diversifikasi tanaman dengan mengoptimalkan budidaya melon di wilayah binaannya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas hortikultura yang bernilai tambah. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa diversifikasi tanaman adalah strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas sekaligus memanfaatkan potensi lahan dan iklim secara lebih optimal, dan melon adalah contoh sempurna bagaimana petani dapat beradaptasi dengan kondisi kemarau tanpa kehilangan produktivitas.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa dengan mengembangkan melon di musim kemarau, petani tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan di saat tanaman lain sulit tumbuh, tetapi juga berkontribusi pada ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi bagi masyarakat. Brigadir Rahmad Agung dalam pemantauannya berdialog dengan petani tentang rotasi tanaman, pengelolaan lahan secara berkelanjutan, dan rencana pengembangan budidaya melon ke area yang lebih luas, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga di Kecamatan Patianrowo. Pendekatan yang berorientasi pada keberlanjutan dan diversifikasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh dan tidak mudah goyah oleh perubahan musim atau fluktuasi harga pasar.


Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda, S.H., menambahkan bahwa Polsek Patianrowo akan terus mendukung upaya diversifikasi tanaman melalui pendampingan Bhabinkamtibmas yang intensif, karena ketahanan pangan yang kuat dibangun dari keberagaman komoditas dan kearifan lokal yang terus dikembangkan. Dengan semangat inovasi dan diversifikasi yang terus digalakkan, diharapkan budidaya melon di Patianrowo tidak hanya menjadi kegiatan musiman tetapi menjadi bagian dari sistem pertanian yang berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.(Avs)

Bukan Sekadar Menanam, Bhabinkamtibmas Sawahan Dampingi Warga dari Bibit Hingga Panen Vertikultur


Nganjuk- Pendampingan Bhabinkamtibmas kepada masyarakat dalam program ketahanan pangan tidak berhenti pada sosialisasi awal, tetapi berlanjut hingga tahap pemeliharaan dan panen, seperti yang dilakukan Bripka Agus Pamungkas, Bhabinkamtibmas Desa Sawahan, Kecamatan Lengkong, pada Jumat (31/7/2026) ketika ia memantau secara langsung pertumbuhan sayuran vertikultur milik warga binaannya, berdialog tentang perawatan, dan memastikan bahwa tanaman yang ditanam mampu menghasilkan panen yang mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa pendampingan yang konsisten adalah kunci keberhasilan program ketahanan pangan, karena petani atau warga yang baru memulai seringkali menghadapi kendala teknis yang membutuhkan bimbingan dan solusi dari pendamping yang berpengalaman seperti Bhabinkamtibmas.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa Polri, melalui peran Bhabinkamtibmas, berkomitmen untuk mendampingi masyarakat secara berkelanjutan dalam setiap tahapan pengembangan Pekarangan Pangan Bergizi, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga pemanenan dan pasca-panen, agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal dan bermanfaat bagi keluarga. Bripka Agus dalam kunjungannya tidak hanya memeriksa kondisi tanaman tetapi juga mendengarkan keluhan warga tentang kendala yang dihadapi, seperti serangan hama atau kurangnya nutrisi tanah, lalu memberikan solusi praktis yang dapat segera diterapkan, sehingga warga merasa didukung dan termotivasi untuk terus merawat kebun vertikultur mereka dengan lebih baik.


Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono, S.H., menambahkan bahwa Polsek Lengkong akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk urusan keamanan tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi dan pangan yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang intensif dan penuh kepedulian, diharapkan program vertikultur di Desa Sawahan tidak hanya berhasil pada satu musim tanam tetapi menjadi budaya baru yang terus berkembang, menciptakan generasi masyarakat yang mandiri pangan dan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional dari tingkat keluarga yang paling dasar.(Avs)

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Turun ke Desa, Polri dan Kementerian Kehutanan Lindungi Masyarakat dari Dampak El Nino


Jakarta- Dampak El Nino tidak hanya berupa kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga kekeringan yang mengancam ketersediaan air dan produktivitas pertanian, itulah sebabnya Polri bersama Kementerian Kehutanan dalam Rapat Konsolidasi Nasional yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki di Mabes Polri pada Kamis (30/7) menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa untuk melakukan pendataan langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah rawan, meliputi ketersediaan sumber air, potensi kekeringan, kondisi lahan pertanian, hingga kebutuhan bantuan sosial adaptif apabila dampak El Nino meningkat. Langkah ini merupakan perwujudan arahan Presiden yang menekankan bahwa perlindungan masyarakat dan ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama dalam menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa Polri telah menggelar 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, serta melaksanakan lebih dari 168.500 patroli terpadu darat dan perairan di wilayah rawan Karhutla sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kebakaran sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Rapat yang dihadiri oleh seluruh Kapolda dan Wakapolda dari wilayah rawan secara virtual serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas ini juga membahas strategi distribusi bantuan sosial dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, karena dampak El Nino tidak hanya dirasakan oleh petani tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari.


Wakapolri menekankan bahwa pendekatan humanis dan perlindungan masyarakat adalah jantung dari seluruh operasi penanganan karhutla, dan Polri akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang terlantar akibat dampak El Nino dan kebakaran hutan. Dengan konsolidasi nasional yang mengedepankan kepentingan rakyat, Polri dan Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk tidak hanya memadamkan api tetapi juga memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana, menjaga ketahanan pangan, dan memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati hutan Indonesia yang lestari dan lingkungan yang sehat.(Avs)

Anggaran Siap, Perlengkapan Tahan Api Disediakan, Wakapolri Pastikan Personel Karhutla 2026 Terlindungi


Jakarta- Di tengah kesiapan mengerahkan 71.728 personel untuk menghadapi ancaman karhutla 2026 yang diprediksi meningkat akibat El Nino, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Mabes Polri pada Kamis (30/7) menegaskan bahwa keselamatan personel yang bertugas di lapangan adalah prioritas utama, dengan memastikan setiap anggota memiliki perlengkapan standar seperti baju tahan api, sepatu tahan api, penutup kepala, masker, serta peralatan pemadaman bergerak yang memadai untuk melindungi mereka dari risiko cedera dan keracunan asap. Wakapolri juga menyiapkan dukungan anggaran yang dapat diajukan melalui kapolda maupun kapolres untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kesejahteraan personel yang bertugas di wilayah-wilayah rawan kebakaran.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memaparkan bahwa Mabes Polri telah menyiapkan skema anggaran yang fleksibel untuk mendukung pendataan ulang sumber air seperti embung, waduk, kanal, dan sumur bor, serta pengadaan perlengkapan dan peralatan pemadaman yang dibutuhkan di lapangan. Polri juga menyiagakan 48.368 personel Sabhara dan 23.360 personel Brimob, menerapkan sistem rayonisasi antarsatuan kewilayahan untuk mobilisasi cepat, dan mengoptimalkan empat helikopter water bombing serta command center di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan yang terhubung dengan sistem Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk pemantauan real time. Dengan luas lahan terdampak 107.465 hektare dan lima wilayah titik panas tertinggi, seluruh upaya ini dijalankan dengan prinsip 5M (man, money, method, material, machine) untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif.


Wakapolri juga menekankan pentingnya kesejahteraan personel yang bertahan di lapangan dalam waktu lama, karena operasi karhutla seringkali berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu dengan kondisi yang melelahkan dan berbahaya. Dengan dukungan anggaran yang memadai dan perlengkapan yang layak, Polri optimistis personel dapat menjalankan tugas dengan maksimal, melindungi hutan dan masyarakat dari dampak buruk karhutla, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang tanpa mengorbankan keselamatan para pahlawan yang berjuang di garis depan melawan api.(Avs)

Pendekatan Berpusat pada Korban, Wakapolri dan Prof. Yusril Beberkan Strategi Indonesia Lawan TPPO di Kancah Internasional


Semarang- Di hadapan para akademisi dan praktisi dari 18 negara dalam Legal International Conference and Studies ke-9 di UNISSULA pada Kamis (30/7/2026), Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra memaparkan strategi Indonesia dalam memberantas perdagangan orang dengan pendekatan yang berpusat pada korban (victim-centric) serta penguatan sistem hukum yang terintegrasi untuk melindungi perempuan dan anak dari eksploitasi. Konferensi yang diikuti oleh sivitas akademika dan peneliti dari berbagai universitas terkemuka dunia, termasuk Nagoya University Jepang, Thammasat University Thailand, dan University of Sydney Australia, menjadi ajang bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan TPPO yang semakin kompleks dan lintas negara.


Wakapolri dalam pidatonya memaparkan empat strategi utama Polri dalam pemberantasan TPPO, yaitu menerapkan pendekatan victim-centric yang memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak, memperkuat Direktorat dan Satuan PPA-PPO di seluruh tingkatan kepolisian, meningkatkan kapasitas penyidik melalui digital forensic dan Scientific Crime Investigation untuk mengungkap jejak digital pelaku, serta memperluas kerja sama internasional dengan 14 perjanjian yang telah terjalin dengan berbagai lembaga di dalam dan luar negeri. Sementara itu, Prof. Yusril menekankan bahwa pemberantasan TPPO harus melampaui ancaman pidana dengan membangun sistem hukum yang mampu memutus mata rantai perdagangan orang dari hulu hingga hilir, termasuk pencegahan yang efektif dan perlindungan korban yang komprehensif agar mereka tidak kembali menjadi korban atau justru terlibat dalam siklus kejahatan.


Rektor UNISSULA Prof. Dr. H. Gunarto menambahkan bahwa konferensi ini menjadi wadah kolaborasi global yang menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan untuk menjawab tantangan hukum internasional, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan perguruan tinggi dalam melindungi kelompok rentan. Dengan strategi yang komprehensif dan kerja sama global yang terus diperkuat, Indonesia menunjukkan bahwa perlindungan perempuan dan anak dari perdagangan orang bukan hanya komitmen nasional tetapi juga bagian dari tanggung jawab kemanusiaan global yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata dari semua negara di dunia.(Avs)

Motor Brong dan Balap Liar, DPRD dan Polres Pacitan Ingatkan Orang Tua Awasi Anak di Jalan


Pacitan- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan, Rudi Handoko, bersama Polres Pacitan Polda Jatim menyoroti peran krusial orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam hal memberikan fasilitas kendaraan bermotor yang seringkali menjadi akar masalah balap liar dan penggunaan knalpot bising yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Pacitan. Rudi menegaskan bahwa tindakan tegas Polres Pacitan dalam menertibkan pengendara yang melanggar aturan, termasuk anak-anak di bawah umur yang mengendarai motor sendiri tanpa pengawasan, adalah bentuk perlindungan terhadap keselamatan generasi muda yang harus didukung oleh semua pihak, karena nyawa anak-anak tidak bisa digantikan dengan apa pun jika sudah melayang akibat kelalaian.


Rudi Handoko mengingatkan bahwa banyak anak usia SD hingga SMP yang sudah mengendarai motor dengan knalpot brong, tanpa helm, tanpa SIM, dan tanpa memahami aturan lalu lintas, sehingga orang tua harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan anak-anak mereka dengan tidak memberikan kendaraan sebelum usia yang cukup dan kemampuan berkendara yang memadai. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Kapolres Pacitan yang mengimbau orang tua untuk melakukan pengawasan melekat, baik dalam pergaulan maupun dalam penggunaan kendaraan, karena masa depan anak-anak sangat bergantung pada keputusan bijak yang diambil oleh orang tua dan lingkungan sekitar. Penertiban yang dilakukan Polres Pacitan bukanlah untuk menyusahkan masyarakat, tetapi untuk menyelamatkan anak-anak dari risiko kecelakaan yang dapat mengakhiri mimpi dan harapan mereka.


Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menegaskan bahwa Polres Pacitan akan terus menggalakkan edukasi melalui program Police Go to School dan Polantas Menyapa, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Dengan sinergi antara kepolisian, DPRD, sekolah, tokoh masyarakat, dan pengawasan orang tua, diharapkan perilaku balap liar dan penggunaan knalpot bising dapat ditekan, sehingga generasi muda Pacitan dapat tumbuh dengan selamat dan menjadi penerus bangsa yang berkualitas tanpa terganggu oleh musibah di jalan raya yang sepenuhnya dapat dicegah.(Avs)

Rabu, 29 Juli 2026

Menit Pertama Menentukan Nyawa, Satlantas Polres Nganjuk dan Warga Evakuasi Korban Kecelakaan di Tanjunganom


Nganjuk- Kecepatan respons personel Satlantas Polres Nganjuk bersama kepedulian warga Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, menjadi faktor penentu dalam penyelamatan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Nganjuk–Surabaya pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, di mana evakuasi cepat dan penanganan medis pertama yang diberikan di lokasi sangat krusial bagi kesembuhan tujuh orang yang mengalami luka dari total delapan korban kecelakaan tersebut. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan membenarkan bahwa insiden yang melibatkan mobil Daihatsu Taruna dan dua sepeda motor Honda Vario serta Honda Scoopy ini menelan satu korban jiwa, satu luka berat, dan enam luka ringan yang semuanya telah mendapatkan perawatan medis.


AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa personel yang tiba di lokasi tidak hanya fokus pada evakuasi korban dan pengamanan barang bukti, tetapi juga melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kecelakaan susulan yang dapat menambah derita di jalan raya yang sering dilalui kendaraan besar tersebut. Kronologi awal menunjukkan mobil Taruna yang berusaha mendahului truk dari sisi kiri kehilangan kendali setelah roda kirinya keluar dari badan jalan, kemudian oleng ke kanan, berputar arah, dan bertabrakan dengan dua motor yang datang dari arah berlawanan, sehingga penyelidikan kini diarahkan untuk menelusuri keberadaan truk dan mengumpulkan keterangan saksi.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menegaskan bahwa barang bukti berupa dua motor diamankan di Mako Polsek Warujayeng dan mobil Taruna di Mako Satlantas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, sementara imbauan keselamatan terus disampaikan kepada publik. Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat yang terjalin baik dalam penanganan darurat ini, Polres Nganjuk berharap kejadian serupa tidak terulang dan setiap pengguna jalan semakin sadar bahwa nyawa lebih berharga daripada waktu yang dihemat dengan manuver berbahaya di jalan raya.(Avs)

Limbah Peternakan Berubah Berkah, Bhabinkamtibmas Patranrejo Dorong Peternak Domba Mandiri dan Berdaya


Nganjuk- Di tangan peternak yang kreatif, kotoran domba yang selama ini dianggap sisa tak berguna dapat berubah menjadi sumber keuntungan baru yang mendukung kemandirian ekonomi, itulah pesan utama yang disampaikan Aipda Puguh Rianto, Bhabinkamtibmas Polsek Berbek, ketika memantau peternakan domba di Desa Patranrejo pada Kamis (30/7/2026), dengan fokus pada pengelolaan limbah sebagai bagian dari ekonomi sirkular yang menghubungkan peternakan dan pertanian. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyatakan bahwa kemandirian peternak adalah tujuan akhir dari pendampingan Polri, di mana mereka tidak hanya mampu menjaga ternaknya tetapi juga memanfaatkan seluruh potensi usaha secara optimal.

AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa ekonomi sirkular di sektor peternakan memungkinkan peternak mengurangi biaya produksi dengan memproduksi pupuk sendiri untuk lahan pertanian, sekaligus membuka peluang pendapatan baru dari penjualan pupuk organik kepada petani lain. Dalam dialognya, Aipda Puguh tidak hanya membahas teknik pengamanan kandang, tetapi juga memberikan motivasi kepada peternak untuk melihat limbah sebagai aset yang dapat diolah menjadi produk bernilai, seperti pupuk kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman jagung atau sayuran di sekitar desa. Pendampingan ini diharapkan mampu menggerakkan peternak menuju usaha yang lebih efisien, mandiri, dan berdaya saing.


Kapolsek Berbek AKP Darminto, S.H., menambahkan bahwa Polsek Berbek akan terus memfasilitasi pengembangan ekonomi sirkular melalui berbagai program sinergi dengan dinas peternakan dan pertanian, sehingga manfaat dari sektor peternakan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dengan semangat kemandirian dan inovasi yang terus ditanamkan, diharapkan peternakan domba di Desa Patranrejo menjadi simbol bahwa usaha peternakan yang dikelola dengan baik tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang kokoh dan berkelanjutan.(Avs)

Jagung Tumbuh Subur, Petani Semangat, Bhabinkamtibmas Loceret Pantau Langsung demi Ketahanan Pangan


Nganjuk- Ada kebanggaan tersendiri ketika Aiptu Heri Santoso, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Loceret Polsek Loceret, berdiri di tengah lahan jagung yang mulai menunjukkan pertumbuhan menggembirakan pada Kamis (30/7/2026), karena pemantauan yang ia lakukan bukanlah sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan bahwa Desa Loceret mampu berkontribusi secara konsisten terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional melalui produktivitas pertanian yang meningkat setiap musim. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menekankan bahwa pendampingan yang dilakukan secara rutin dan terencana akan menciptakan dampak kumulatif yang signifikan, karena petani yang terbiasa didampingi akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan lebih inovatif dalam mengelola lahannya.


AKBP Suria Miftah Irawan mengungkapkan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak bisa diukur hanya dari hasil panen satu musim, tetapi dari keberlanjutan produktivitas yang didukung oleh sistem pendampingan yang kuat dan hubungan kemitraan yang erat antara petani dan aparat. Dalam dialognya dengan para petani, Aiptu Heri tidak hanya membahas kondisi saat ini, tetapi juga menggali harapan dan rencana mereka untuk musim tanam berikutnya, sehingga Polsek Loceret dapat memetakan kebutuhan jangka panjang seperti akses permodalan, penyuluhan pertanian, dan infrastruktur irigasi. Pendekatan visioner ini diharapkan mampu mengubah pola pikir petani dari sekadar mencari hasil maksimal saat ini menjadi pengelola lahan yang berorientasi pada keberlanjutan.


Kapolsek Loceret AKP Triyono, S.H., menambahkan bahwa Polsek Loceret akan terus mengawal program ketahanan pangan dengan penuh semangat, karena keberhasilan petani adalah keberhasilan bersama yang berdampak pada stabilitas ekonomi desa, ketersediaan pangan, dan ketahanan nasional secara keseluruhan. Dengan tekad yang kuat dan sinergi yang terus dijaga, diharapkan Desa Loceret tidak hanya menjadi lumbung jagung yang produktif, tetapi juga simbol bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari bawah dengan dukungan penuh dari semua elemen bangsa, termasuk Polri yang hadir sebagai penggerak dan mitra sejati para petani.(Avs)

Kunci Ganda dan Parkir Aman, Polsek Patianrowo Beri Edukasi Kamtibmas Saat Pantau Jagung Desa Pisang


Nganjuk- Di tengah kesibukan memantau perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional, Aiptu Gatot Widodo, Bhabinkamtibmas Desa Pisang Polsek Patianrowo, menyelipkan imbauan kamtibmas yang tak kalah pentingnya: ajakan kepada para petani untuk mengamankan kendaraan roda dua dengan kunci ganda dan parkir di lokasi strategis saat bekerja di sawah pada Kamis (30/7/2026). Langkah preventif ini merupakan wujud nyata arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang menginginkan setiap kegiatan pendampingan masyarakat selalu diiringi dengan upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban.


AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa ketahanan pangan dan keamanan lingkungan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, karena petani yang kehilangan kendaraan akibat pencurian pasti akan mengalami gangguan psikologis dan finansial yang berimbas pada produktivitas pertanian. Aiptu Gatot dalam kunjungannya tidak hanya meninjau pertumbuhan jagung dan berdialog soal perawatan lahan, tetapi juga secara gamblang mengingatkan agar sepeda motor selalu dikunci setang dan dipasangi pengaman tambahan, diparkir di area yang terlihat dari kejauhan, serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam bagasi. Edukasi sederhana ini diharapkan menjadi kebiasaan baru yang melindungi petani dari kerugian material.


Kapolsek Patianrowo AKP Edy Suwanda menambahkan bahwa Polsek Patianrowo berkomitmen untuk terus mengaktifkan peran Bhabinkamtibmas dalam berbagai kegiatan masyarakat, tidak hanya sebagai pengawas keamanan tetapi juga mitra yang mendukung kesejahteraan warga melalui program ketahanan pangan. Dengan sinergi antara pemantauan pertanian dan kampanye keamanan kendaraan, diharapkan situasi kamtibmas di Desa Pisang tetap kondusif dan para petani jagung dapat menuai hasil maksimal tanpa gangguan, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk tentang pentingnya kewaspadaan dalam setiap aktivitas pertanian.(Avs)

Menghadapi Dinamika Ancaman, Baharkam Polri Uji Ketahanan Sistem Pengamanan PT TPPI Tuban melalui Resertifikasi


Tuban- Dunia industri petrokimia terus bergerak dinamis, dan begitu pula potensi ancaman yang mengintai, itulah alasan mengapa Tim Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri memulai audit resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama pada Selasa (28/07/2026), memastikan bahwa benteng pertahanan objek vital nasional di Tuban ini tidak usang oleh zaman. Rangkaian kegiatan yang dibuka dengan sesi ramah tamah di Ruang Rapat PT TPPI, lengkap dengan pemutaran profil dan safety induction, segera berubah menjadi misi serius ketika tim yang dipimpin Kombes Pol. Aditya Surya Dharma langsung terjun ke lapangan mengecek kesiapan area Command Center, Pelabuhan, dan Central Control Building yang menjadi nadi operasional kilang.


Kombes Pol. Aditya yang menjabat Kasubdit Pam VIP Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri menegaskan bahwa sistem pengamanan di objek vital nasional tidak boleh statis, melainkan harus terus diuji dan dievaluasi secara berkala untuk beradaptasi dengan perkembangan ancaman modern seperti sabotase, spionase industri, hingga serangan siber yang dapat melumpuhkan produksi. Audit hari pertama yang berlangsung hingga 18.00 WIB ini tidak hanya mengecek infrastruktur fisik, tetapi juga melakukan wawancara mendalam dan pemeriksaan dokumen pada Elemen Komitmen dan Kebijakan serta Elemen Pola Pengamanan, melibatkan tim internal seperti AKP Kustiwinarsih, Ipda Arief Wahyudi Wibowo, serta Ir. Mangasa Ritonga dan Drs. Haryadi Fitri dari sisi eksternal.


General Manager PT TPPI, Hendra Kurniawan Wijaya, menyatakan bahwa perusahaan sangat terbuka terhadap audit ini karena menyadari pentingnya evaluasi objektif dalam menjaga kepercayaan publik dan pemerintah terhadap operasional industri strategis. Kehadiran perwakilan dari PT Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga dalam kegiatan ini menambah bobot sinergi lintas sektor yang menjadi kunci ketahanan energi nasional. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen perbaikan berkelanjutan, PT TPPI dan Baharkam Polri bertekad menjadikan audit resertifikasi ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang peningkatan standar keamanan yang melindungi kepentingan bangsa dari berbagai potensi ancaman yang terus berevolusi.(Avs)

Percobaan Pembobolan ATM dan Pencurian di Tiga Tempat, Polres Bondowoso Amankan Remaja 18 Tahun


Bondowoso- Serangkaian aksi kriminal yang menyasar tiga lokasi strategis di Kabupaten Bondowoso dalam satu malam berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Bondowoso dengan mengamankan seorang remaja berinisial AF (18). Kejadian pada Selasa (28/7/2026) dini hari ini menjadi perhatian publik karena menyentuh fasilitas publik seperti kantor kelurahan, perbankan melalui ATM BRI Unit Tegalampel, dan tempat usaha DRK Cafe & Resto, yang kesemuanya menjadi sasaran percobaan pencurian dengan pemberatan.


AKBP Aryo Dwi Wibowo selaku Kapolres Bondowoso menjelaskan bahwa kegagalan AF di dua lokasi pertama tidak membuatnya kapok, justru ia terus bergerak mencari celah hingga akhirnya tertangkap di lokasi ketiga. Di Kantor Kelurahan Sekar Putih, ia hanya menemukan ruangan dan lemari kosong, sementara di ATM BRI, kesulitan mencongkel brankas dan kehadiran petugas keamanan yang sigap menghubungi teknisi membuatnya pergi tanpa uang. Ironisnya, ketika sampai di DRK Cafe & Resto, justru di situlah polisi berhasil menghentikan aksi kriminalnya dan menyita barang bukti yang cukup memberatkan.


Dari sisi hukum, kasus ini menunjukkan ketegasan aparat dalam menindak pelaku kejahatan dengan menerapkan pasal berlapis yang mengancam pidana penjara paling lama tujuh tahun. Polisi juga menganggap penting untuk meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat tentang dugaan duel dengan petugas keamanan BRI dan jumlah pelaku, yang setelah dilakukan pemeriksaan terbukti tidak benar. Masyarakat Bondowoso pun diimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi isu yang tidak terverifikasi, sementara aparat kepolisian terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Bondowoso Polda Jatim.(Avs)

KBPP Polri Era Baru, Wakapolri Kukuhkan Pengurus Pusat dengan Tiga Arahan Strategis


Jakarta- Pengukuhan Pengurus Pimpinan Pusat KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Gedung Bhakti Dharma Waspada, Rabu (29/7), menandai dimulainya era baru bagi organisasi keluarga besar Polri yang berkomitmen untuk semakin modern, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat. Momen yang dihadiri secara daring oleh jajaran pengurus dari seluruh Indonesia ini menjadi landasan kuat bagi KBPP Polri untuk memperkuat sinergi dengan berbagai satuan kerja Polri dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kepengurusan baru yang solid, KBPP Polri siap menjadi motor penggerak pembangunan SDM dan pemberdayaan masyarakat di seluruh tanah air.


Wakapolri dalam amanatnya menekankan bahwa pengukuhan ini harus dimaknai sebagai awal dari pengabdian yang lebih besar, dengan fokus pada tiga arah kebijakan strategis yang telah dirumuskan. Pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga besar Polri melalui pengembangan UMKM, kewirausahaan, dan jejaring usaha yang saling mendukung. Kedua, membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis digital agar KBPP Polri semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. Ketiga, memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, kemanusiaan, serta kolaborasi dengan seluruh satuan kerja Polri di Indonesia.


Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono menyampaikan bahwa kepengurusan baru telah mengantongi pengesahan dari Kementerian Hukum, sehingga seluruh program dapat dijalankan dengan landasan hukum yang jelas dan akuntabel. Ia menjelaskan bahwa KBPP Polri akan melakukan penguatan pendataan anggota dan konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah, agar program-program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas generasi muda dapat berjalan lebih efektif. Dengan jumlah personel Polri yang tersebar di seluruh Indonesia, keluarga besar Polri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.


Wakapolri mengajak seluruh pengurus untuk menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya, serta terus berinovasi dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat. Ia optimistis bahwa dengan semangat kolaborasi dan integritas, KBPP Polri akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kepengurusan baru yang visioner dan didukung konsolidasi nasional yang kuat, KBPP Polri siap menjadi rumah bersama yang produktif bagi putra-putri keluarga besar Polri untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengabdi kepada bangsa dan negara.(Avs)


Selasa, 28 Juli 2026

Tak Perlu Antre Panjang, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa di Mal Pelayanan Publik Nganjuk


Nganjuk- Satlantas Polres Nganjuk kembali menghadirkan terobosan yang memanjakan masyarakat dengan membuka gerai Samsat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji pada Rabu (29/7/2026). Keputusan ini lahir dari kepedulian Polri terhadap kenyamanan wajib pajak yang selama ini kerap mengeluhkan antrean panjang dan prosedur berbelit di kantor Samsat tradisional. Dengan kehadiran gerai ini, pengurusan pajak kendaraan kini menjadi lebih santai, cepat, dan bisa dilakukan di tengah kesibukan urban.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menekankan bahwa pembukaan gerai Samsat di MPP merupakan wujud komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan pendekatan yang lebih humanis dan modern. Ia menyatakan bahwa program Polantas Menyapa tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi lalu lintas, tetapi merambah ke aspek pelayanan administratif yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Polri ingin memastikan bahwa setiap wajib pajak merasa dihargai dan dimudahkan dalam memenuhi kewajibannya.


Masyarakat yang datang ke MPP Nyawiji kini dapat memanfaatkan gerai Samsat sebagai salah satu destinasi layanan yang wajib dikunjungi, terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan bermotor dengan pajak jatuh tempo. Kehadiran gerai ini memungkinkan wajib pajak untuk membayar pajak sambil menikmati berbagai fasilitas publik lainnya, sehingga pengalaman mengurus administrasi menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Petugas yang ditempatkan di gerai Samsat telah dibekali dengan standar pelayanan prima, memastikan setiap transaksi berjalan lancar dan memuaskan.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa inovasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pelayanan publik yang terpadu dan efisien di Kabupaten Nganjuk. Ia mengajak seluruh wajib pajak untuk memanfaatkan gerai Samsat di MPP sebagai pilihan utama, karena selain praktis, lokasinya yang strategis juga menghemat waktu dan tenaga. Satlantas Polres Nganjuk akan terus berinovasi melalui program Polantas Menyapa untuk mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat.(Avs)

Bhabinkamtibmas Gondang: Jagung dan Bawang Merah, Dua Harapan Satu Pendampingan


Nganjuk- Di tengah kesibukan musim tanam, petani Desa Gondang kini tak sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan perawatan tanaman karena Bhabinkamtibmas hadir sebagai mitra kerja yang siap siaga. Pada Rabu (29/7/2026), Aipda Heru Sugiharto menggelar pemantauan menyeluruh terhadap lahan jagung dan bawang merah milik warga binaannya, seraya memberikan masukan praktis untuk mengoptimalkan hasil panen. Kehadirannya di sela-sela aktivitas pertanian menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.


AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengungkapkan bahwa kombinasi komoditas jagung dan bawang merah memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Ia menginstruksikan jajarannya untuk terus melakukan pendampingan teknis yang adaptif, termasuk dalam hal pemilihan bibit unggul, jadwal tanam, dan strategi pemasaran hasil panen. Melalui Bhabinkamtibmas, Polri berupaya memastikan bahwa setiap tahapan budidaya berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.


Aipda Heru Sugiharto dalam pemantauannya tidak hanya mencatat kondisi fisik tanaman, tetapi juga aktif berdialog dengan petani mengenai pengalaman mereka dalam merawat jagung dan bawang merah secara bersamaan. Ia menyoroti pentingnya manajemen hama terpadu dan kebersihan lahan sebagai langkah preventif menghadapi serangan penyakit tanaman yang bisa merugikan secara signifikan. Tak lupa, ia juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar suasana desa tetap kondusif sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan tanpa gangguan.


Kapolsek Gondang AKP Sugino menyatakan optimisme bahwa dengan pendampingan yang berkesinambungan, produktivitas pertanian di Desa Gondang akan meningkat drastis dari tahun ke tahun. Ia mengajak seluruh petani untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan lahan pertanian sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan dan membanggakan. Pada akhirnya, keberhasilan budidaya jagung dan bawang merah akan berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat serta memperkokoh ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk secara keseluruhan.(Avs)

Jagung Muda di Sukorejo Butuh Perhatian, Bhabinkamtibmas Pantau Irigasi dan Curah Air


Nganjuk- Bukan hanya senjata dan peluit yang dibawa Brigadir Riyan Lufi saat bertugas, tetapi juga kepedulian terhadap lahan jagung muda di Desa Sukorejo, Rabu (29/7/2026). Sebagai Bhabinkamtibmas yang merangkap peran penggerak ketahanan pangan, ia dengan cermat memantau ketersediaan air di area pertanian, karena ia tahu bahwa tanpa air yang cukup, benih jagung terbaik sekalipun akan sia-sia. Di bawah terik matahari, ia berjalan menyusuri petak-petak lahan, berbincang dengan petani, dan memastikan bahwa irigasi berfungsi dengan baik agar jagung yang baru muncul dapat tumbuh dengan optimal.


AKBP Suria Miftah Irawan mengingatkan bahwa ketersediaan air pada masa awal pertumbuhan jagung adalah faktor penentu utama produktivitas. Tanaman yang kekurangan air pada fase ini akan mengalami gangguan fisiologis yang berdampak pada ukuran tongkol dan bobot biji saat panen. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, Polres Nganjuk berharap petani Desa Sukorejo dapat mengelola sumber daya air secara efisien dan menerapkan teknik konservasi yang tepat, sehingga hasil panen tidak terganggu meskipun musim kemarau melanda.


AKP Triyono, Kapolsek Loceret, menekankan bahwa pendampingan Polri di sektor pertanian bukanlah program insidental, melainkan komitmen jangka panjang yang terus dilakukan secara konsisten. Dengan pemantauan rutin, edukasi, dan fasilitasi akses terhadap informasi pertanian, Polsek Loceret bertekad mendukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional dari tingkat desa. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan jagung Sukorejo adalah bukti bahwa Polri adalah mitra sejati masyarakat dalam segala aspek kehidupan, dan dari ladang ini, semangat kemandirian pangan terus menyala menuju Indonesia yang lebih tangguh. (Avs)

Cabai dan Rumput Gajah Menghijau di Garu, Bhabinkamtibmas Pastikan Petani Terus Produktif


Nganjuk- Ada yang berbeda di lahan pertanian Desa Garu, Rabu (29/7/2026). Bukan hanya petani yang sibuk merawat tanaman, tetapi juga Bhabinkamtibmas Aiptu Wahyu Tri P. yang dengan tekun memantau pertumbuhan cabai dan rumput gajah di lahan sela milik warga binaannya. Langkah ini adalah bagian dari program penggerakan ketahanan pangan yang diusung Polsek Baron, di mana peran polisi tidak terbatas pada keamanan tetapi juga pada pendampingan ekonomi rakyat. Dengan pendekatan yang humanis, Aiptu Wahyu berdiskusi dengan petani tentang perawatan tanaman, pola tanam yang efektif, dan cara menjaga produktivitas lahan agar hasil panen dapat terus meningkat setiap musimnya.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan sela dengan komoditas cabai dan rumput gajah adalah strategi cerdas untuk mengoptimalkan setiap jengkal tanah yang produktif. Cabai yang memiliki nilai ekonomi tinggi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga petani, sementara rumput gajah yang melimpah menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun. Kombinasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga mengurangi ketergantungan peternak pada pakan impor atau pakan yang dibeli dari luar desa. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah lahan memastikan bahwa petani tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan di lapangan.


AKP Oofy Adycta Septandra, Kapolsek Baron, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan fungsi Bhabinkamtibmas sebagai pendamping masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan evaluasi rutin, Polsek Baron berharap Desa Garu dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan lahan sela secara produktif dan berkelanjutan.


Melalui pemantauan dan pendampingan yang dilakukan Aiptu Wahyu, harapan besar muncul bahwa Desa Garu akan menjadi pusat ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan yang terintegrasi. Cabai yang mulai berbuah merah dan rumput gajah yang tumbuh menjulang bukan sekadar tanaman, tetapi simbol kerja sama antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan masa depan yang lebih sejahtera. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif semacam ini, karena keamanan dan kesejahteraan adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Dari Garu, semangat ketahanan pangan bergema, menginspirasi seluruh Nganjuk untuk memanfaatkan potensi yang ada demi Indonesia yang lebih mandiri dan makmur. (Avs)

Teuku Ibrahim: Usut Tuntas Kematian Sutrimo, Jangan Ada yang Kebal Hukum!


Jakarta- Anggota Panja Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, melayangkan peringatan keras kepada Polda Metro Jaya agar tidak menunda-nunda penyelidikan kematian Sutrimo, kepala rumah tangga mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Ia menilai bahwa kasus ini memiliki potensi besar untuk menimbulkan spekulasi liar dan prasangka di tengah masyarakat jika tidak segera ditangani secara cepat, berani, dan transparan. Karena itu, ia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas perkara ini dengan mengedepankan bukti ilmiah serta membuka hasilnya secara terang-benderang kepada publik, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan institusional.


Teuku Ibrahim menegaskan bahwa kepolisian tidak boleh bersikap setengah-setengah dalam menangani kasus sensitif seperti ini. Ia meminta agar penyelidikan dilakukan secara komprehensif, melibatkan semua alat bukti yang tersedia, dan tidak meninggalkan celah bagi keraguan. Jika hasil akhir menunjukkan adanya tindak pidana, ia meminta pelaku ditindak tegas tanpa pandang bulu, tidak peduli siapa pun yang terlibat. Namun, jika terbukti tidak ada unsur kejahatan, Polri wajib mengumumkannya secara resmi dan akuntabel agar masyarakat mendapatkan kepastian dan kasus ini tidak terus menjadi bahan spekulasi berkepanjangan.


Legislator Senayan tersebut juga mengingatkan pentingnya integritas penyidik di tengah potensi intervensi dari berbagai pihak, mengingat latar belakang kasus yang terkait dengan tokoh hukum yang tengah berhadapan dengan perkara korupsi. Ia mengajak masyarakat untuk mengawal proses hukum dengan kritis, namun tetap memberikan kepercayaan kepada aparat selama mereka bekerja secara profesional dan transparan. Teuku Ibrahim juga menyoroti bahwa setiap hari tanpa kepastian hukum adalah hari di mana kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum semakin luntur, sehingga kecepatan dan ketegasan menjadi kunci utama dalam kasus ini.


Menutup pernyataannya, Teuku Ibrahim menyampaikan bahwa keluarga korban dan publik sama-sama menagih keadilan. Ia berharap Polda Metro Jaya dapat membuktikan bahwa Polri adalah institusi yang independen, berani, dan tidak takut terhadap siapa pun. Kasus Sutrimo harus diungkap seterang mungkin, bukan hanya untuk kepentingan hukum semata, tetapi juga untuk mengembalikan rasa aman masyarakat bahwa tidak ada yang kebal hukum di negeri ini. Dukungan penuh DPR diberikan sebagai bentuk pengawasan, sekaligus dorongan agar kasus ini segera menemui titik terang dan menjadi bukti bahwa keadilan di Indonesia masih bisa ditegakkan dengan sungguh-sungguh. (Avs)

Polres Ngawi Turun ke Pasar, Sapa Pedagang dengan Kopi dan Edukasi Kamtibmas


Ngawi- Pasar Krompol di Desa Mojo, Kecamatan Bringin, menjadi saksi pendekatan baru Polres Ngawi dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, Rabu (29/7/2026). Melalui program Pojok Kamtibmas, Satbinmas Polres Ngawi tidak hanya menggelar spanduk atau membagikan brosur, tetapi benar-benar duduk bersama para pedagang dan pengunjung pasar, berbincang santai sambil menikmati kopi dan makanan ringan yang disediakan secara gratis. Ini adalah langkah strategis untuk menghilangkan sekat psikologis antara polisi dan warga, menciptakan ruang di mana setiap orang merasa nyaman untuk berbicara tentang masalah keamanan yang mereka hadapi sehari-hari.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasat Binmas AKP Agus Purwanto menjelaskan bahwa kehadiran personel di pasar bukan sekadar patroli, melainkan upaya membangun sinergi dengan masyarakat secara langsung. Para pedagang yang biasanya sibuk melayani pembeli kini memiliki waktu untuk berdialog dengan petugas, menyampaikan berbagai persoalan keamanan yang sering mereka jumpai, seperti pencurian barang dagangan atau kehadiran orang-orang mencurigakan. Polres Ngawi mendengarkan setiap masukan dan memberikan solusi praktis yang bisa dilakukan bersama, mulai dari peningkatan penerangan di area pasar hingga pengaktifan kembali sistem ronda malam di sekitar pemukiman.


Tak kalah penting, sosialisasi layanan Call Center 110 bebas pulsa menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini. Dengan menyebarkan informasi tentang nomor darurat yang dapat dihubungi 24 jam, Polres Ngawi memastikan bahwa setiap warga tahu cara cepat mendapatkan bantuan ketika situasi darurat terjadi. Edukasi ini sangat krusial di tengah masyarakat yang kerap kali bingung harus melapor ke mana atau takut dianggap merepotkan pihak berwajib. Melalui Pojok Kamtibmas, petugas mengulangi pesan bahwa tidak ada laporan yang terlalu kecil, karena setiap informasi berharga bisa mencegah terjadinya kejahatan yang lebih besar.


Dengan semangat kebersamaan yang tercipta dari kegiatan di Pasar Krompol, Polres Ngawi berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga kamtibmas. Kewaspadaan, kepedulian, dan keberanian untuk melapor adalah kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kopi dan camilan yang dibagikan mungkin sederhana, tetapi pesan yang terkandung di dalamnya sangat dalam: polisi dan rakyat adalah satu tim dalam menjaga kedamaian. Ke depannya, Polres Ngawi berencana untuk terus menggelar Pojok Kamtibmas di berbagai titik keramaian lainnya, membawa misi yang sama—menghadirkan keamanan bukan dengan ketegangan, tetapi dengan kehangatan dan kolaborasi. (Avs)

Senin, 27 Juli 2026

Dari 404 ke 350, Sistem CAT Olimpiade dan Sidang Terbuka Ukir Sejarah Baru Rekrutmen Akpol


Semarang- Ruang sidang Auditorium Cendekia Akpol Semarang menjadi saksi sejarah ketika SSDM Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni lolos seleksi Akpol 2026, Senin (27/7). Dari 404 peserta yang berhasil masuk ke tahap pusat, hanya mereka yang memiliki kombinasi nilai akademik, fisik, dan penampilan terbaik yang berhak melanjutkan pendidikan. Yang membuat seleksi ini berbeda adalah penggunaan Computer Assisted Test berstandar olimpiade yang mengukur kemampuan kognitif tingkat tinggi, serta keterbukaan nilai yang memungkinkan setiap peserta melihat skor mereka secara langsung dan membandingkannya dengan peserta lain dalam dokumen resmi yang ditandatangani bersama.


Irjen Pol. Dr. Anwar, Asisten Kapolri Bidang SDM, mengungkapkan bahwa sistem seleksi tahun ini merupakan hasil evaluasi mendalam untuk menciptakan mekanisme rekrutmen yang lebih adil dan akuntabel. Komposisi penilaian 30 persen TPA, 30 persen Bahasa Inggris, 30 persen kesamaptaan jasmani, dan 10 persen penampilan memastikan bahwa lulusan Akpol adalah pribadi yang seimbang antara kecerdasan, kebugaran, dan sikap kepemimpinan. Empat peserta dengan nilai TPA 80 dan empat lainnya dengan Bahasa Inggris 82 menjadi bukti bahwa standar yang diterapkan mampu menjaring talenta-talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, tanpa pandang bulu.


Proses transparan ini mendapat pengawasan ketat dari berbagai lembaga independen, termasuk Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, dan Komisi Percepatan Reformasi Polri. Ghyna Islamiati Ramly, calon taruni asal Palu yang mengaku sempat kewalahan dengan soal olimpiade, justru bersyukur karena sistem seperti ini memastikan bahwa keberhasilan semata-mata ditentukan oleh kemampuan pribadi. Ia menilai keterbukaan nilai dan penandatanganan bersama adalah bentuk keseriusan Polri dalam memberantas praktik kecurangan dan membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sejak dari proses rekrutmen.


Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan pembekalan penuh makna kepada calon taruna yang lolos, mengingatkan bahwa mereka adalah investasi besar bagi masa depan Polri. Ia menyampaikan bahwa pendidikan di Akpol bukan hanya tentang pembentukan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga penanaman karakter kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan sistem seleksi yang semakin baik dan diawasi berbagai pihak, Polri menunjukkan langkah nyata dalam reformasi birokrasi dan komitmen melahirkan perwira-perwira unggul yang mampu menjawab tantangan keamanan masa depan dengan profesionalisme dan ketulusan hati. (Avs)

Kolaborasi Tanpa Batas Kunci Lindungi Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Digital


Surabaya- Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen reflektif bagi seluruh masyarakat Jawa Timur, terutama ketika Kombes Pol Dr. Ganis Setyaningrum menyuarakan pentingnya perlindungan anak di tengah ancaman kekerasan dan kejahatan digital yang kian masif. Sebagai Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jatim, ia menyampaikan bahwa tema "Semangat Jogo Jawa Timur" bukan sekadar slogan tahunan, melainkan panggilan aksi kolektif untuk menciptakan gerakan perlindungan anak yang terintegrasi dan berkelanjutan. Anak adalah investasi bangsa yang tidak ternilai, dan setiap ancaman terhadap mereka adalah ancaman terhadap masa depan Indonesia Emas 2045.


Menurut Kombes Ganis, perlindungan anak di era modern membutuhkan pendekatan multidimensi yang tidak bisa dipikul aparat kepolisian seorang diri. Keluarga harus menjadi benteng pertama dengan menanamkan nilai-nilai moral dan membangun komunikasi terbuka, sekolah harus menciptakan lingkungan bebas perundungan, serta masyarakat harus memiliki kepekaan untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan yang ditemui. Tokoh agama dan budaya juga diharapkan memperkuat pesan-pesan spiritual yang menolak kekerasan, sementara media dan dunia usaha harus bertanggung jawab dalam menyajikan konten dan produk yang ramah anak.


Polda Jatim melalui Ditres PPA dan PPO berkomitmen untuk terus mengedepankan penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan. Namun, Kombes Ganis menegaskan bahwa pendekatan represif saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan edukasi preventif yang masif dan kolaborasi antarsektor. Program-program sosialisasi tentang bahaya narkoba, perundungan siber, eksploitasi, dan perdagangan orang akan terus digalakkan, dengan sasaran tidak hanya anak-anak tetapi juga orang tua dan pendidik agar tercipta ekosistem perlindungan yang saling menguatkan.


Di akhir pernyataannya, Kombes Ganis menyampaikan pesan penuh semangat kepada anak-anak Indonesia: berani bicara jika mengalami atau melihat kekerasan, teruslah belajar dan berprestasi, serta jadilah generasi berakhlak mulia. "Anak Terlindungi, Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045" menjadi penegas bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan dan masa depan generasi muda. Momentum Hari Anak Nasional ini harus menjadi awal gerakan perlindungan tanpa henti, karena di tangan anak-anaklah nasib bangsa ini dipertaruhkan. (Avs)

Satresnarkoba Polres Nganjuk Kembangkan Jaringan Sabu Usai Tangkap Pria Kediri


Nganjuk- Tim Satresnarkoba Polres Nganjuk kembali menorehkan prestasi dengan mengamankan seorang terduga pelaku peredaran narkotika jenis sabu berinisial TW (42), warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Penangkapan dilakukan di sebuah kamar kos di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, pada Selasa (21/7), dengan barang bukti dua paket sabu seberat bruto 11,14 gram, timbangan digital, telepon genggam, dan sepeda motor. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan pada Senin (27/7) membenarkan pengungkapan kasus tersebut dan menegaskan bahwa jajarannya akan terus memburu jaringan pengedar hingga ke pemasok.


Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Hafid Dian Maulidi menjelaskan bahwa saat penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu dan timbangan digital yang disimpan di bawah kipas angin di lantai kamar. Telepon genggam ditemukan di atas kasur dan sepeda motor berada di area parkir kos. Barang bukti yang diamankan mengindikasikan adanya aktivitas peredaran narkotika, dan dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku mengaku memperoleh sabu dari seseorang yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Keterangan tersebut masih terus didalami oleh tim penyidik.


Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Nganjuk. Ia memastikan bahwa Polres Nganjuk akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya agar peredaran narkoba dapat diputus sampai ke akar. Dengan penindakan yang tegas dan tidak pandang bulu, Polres Nganjuk berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba yang semakin mengancam generasi muda.


Saat ini terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut. Dengan pengungkapan ini, Polres Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya, sekaligus mengirimkan peringatan tegas bahwa tidak ada tempat aman bagi pengedar narkoba di Kabupaten Nganjuk.(Avs)

Polres Nganjuk Siapkan Pemohon SIM dengan Pembekalan Sebelum Ujian Praktik


Nganjuk- Pagi Selasa di Satpas SIM Polres Nganjuk terasa lebih hidup dengan kehadiran Aipda Andik Sujatmiko yang memberikan pembekalan kepada para pemohon SIM roda dua dan roda empat. Program Polantas Menyapa ini menjadi momen penting bagi peserta untuk mendapatkan arahan teknis sebelum mereka memasuki lintasan ujian praktik. Tidak hanya membahas teknik mengemudi, Aipda Andik juga memberikan motivasi dan tips menghadapi ujian dengan percaya diri, sehingga peserta tidak lagi diliputi rasa cemas yang berlebihan.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa pelayanan penerbitan SIM tidak hanya berfokus pada proses administrasi, tetapi juga memastikan setiap pemohon memiliki kemampuan berkendara yang aman dan sesuai ketentuan. Menurutnya, melalui pembekalan sebelum ujian praktik, Polri ingin membantu masyarakat memahami prosedur yang benar sehingga mereka lebih siap saat mengikuti ujian. Harapannya, para pemohon tidak hanya berhasil memperoleh SIM, tetapi juga menjadi pengendara yang disiplin dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.


Aipda Andik Sujatmiko dengan sabar menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari teknik dasar pengendalian, cara melewati jalur ujian, hingga kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan peserta. Para pemohon diberikan kesempatan untuk bertanya dan berlatih, sehingga mereka benar-benar memahami apa yang harus dilakukan saat ujian. Pendekatan humanis ini membuat peserta merasa diperhatikan dan didukung, tidak hanya sebagai pemohon SIM tetapi sebagai calon pengendara yang bertanggung jawab.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa pembekalan sebelum ujian praktik merupakan salah satu bentuk pelayanan humanis yang terus dikembangkan Satlantas Polres Nganjuk. Dengan bekal pengetahuan dan latihan yang cukup, peserta akan lebih percaya diri saat ujian sekaligus memiliki kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika berkendara di jalan raya. Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, edukatif, dan humanis guna mencetak pengemudi yang kompeten serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Nganjuk.(Avs)

Polres Nganjuk Dukung Petani Jagung, Bhabinkamtibmas Blongko Lakukan Monitoring


Nganjuk- Pagi Selasa yang cerah dimanfaatkan Aipda Aries, Bhabinkamtibmas Desa Blongko, untuk melaksanakan pemantauan tanaman jagung milik warga binaannya. Tidak hanya melihat dari kejauhan, ia turun langsung ke tengah ladang, memeriksa kondisi batang jagung, dan berdialog dengan para petani tentang perawatan yang sedang dilakukan. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan yang berkelanjutan di sektor pertanian.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa tanaman jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sehingga perlu mendapat pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi para petani agar proses budidaya tanaman berjalan optimal. Dengan perawatan yang baik, diharapkan hasil panen meningkat dan mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.


Aipda Aries tampak fokus memeriksa setiap sudut lahan, mengamati kesuburan tanah dan tanda-tanda serangan hama yang bisa merusak tanaman. Ia juga berdialog dengan para petani, mendengar cerita mereka tentang perjuangan merawat jagung di tengah berbagai tantangan, serta memberikan motivasi agar tetap semangat hingga masa panen tiba. Imbauan untuk menjaga kebersihan lahan dan mengamankan peralatan pertanian juga disampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas pertanian warga.


Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menegaskan bahwa pendampingan di sektor pertanian akan terus dioptimalkan melalui peran Bhabinkamtibmas yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara polisi, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan produktivitas jagung di Desa Blongko terus meningkat dan ketahanan pangan nasional dapat terwujud dari tingkat desa. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena pertanian yang maju adalah fondasi dari bangsa yang makmur dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyatnya.(Avs)

Polres Nganjuk Dukung Petani Jagung, Bhabinkamtibmas Tempuran Lakukan Monitoring


Nganjuk- Pagi Selasa yang cerah dimanfaatkan Aipda Hari Purnomo, Bhabinkamtibmas Desa Tempuran, untuk melaksanakan pemantauan tanaman jagung milik warga binaannya. Tidak hanya melihat dari kejauhan, ia turun langsung ke tengah ladang, memeriksa kondisi batang jagung, dan berdialog dengan para petani tentang perawatan yang sedang dilakukan. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan yang berkelanjutan di sektor pertanian.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa tanaman jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga memerlukan pendampingan secara berkelanjutan. Menurutnya, Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi para petani agar proses budidaya tanaman berjalan optimal. Dengan perawatan yang baik, diharapkan hasil panen dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.


Aipda Hari Purnomo tampak fokus memeriksa setiap sudut lahan, mengamati kesuburan tanah dan tanda-tanda serangan hama yang bisa merusak tanaman. Ia juga berdialog dengan para petani, mendengar cerita mereka tentang perjuangan merawat jagung di tengah berbagai tantangan, serta memberikan motivasi agar tetap semangat hingga masa panen tiba. Imbauan untuk menjaga kebersihan lahan dan mengamankan peralatan pertanian juga disampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas pertanian warga.


Kapolsek Lengkong AKP Sugiyono menegaskan bahwa pendampingan di sektor pertanian akan terus dioptimalkan melalui peran Bhabinkamtibmas yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara polisi, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan produktivitas jagung di Desa Tempuran terus meningkat dan ketahanan pangan nasional dapat terwujud dari tingkat desa. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena pertanian yang maju adalah fondasi dari bangsa yang makmur dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyatnya.(Avs)

Polres Nganjuk Dukung Peternakan, Bhabinkamtibmas Sukorejo Cek Kandang Kambing


Nganjuk- Pagi Selasa yang cerah dimanfaatkan Brigadir Riyan Lufi, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo, untuk melaksanakan pemantauan kandang ternak kambing milik warga binaannya. Tidak hanya melihat dari kejauhan, ia turun langsung ke tengah kandang, memeriksa kebersihan lingkungan, dan berdialog dengan para peternak tentang kesehatan ternak yang sedang dipelihara. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polres Nganjuk dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan yang berkelanjutan di sektor peternakan.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga perlu mendapat perhatian melalui pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kebersihan kandang dan kesehatan ternak menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas peternakan, dan dengan kehadiran Bhabinkamtibmas, Polri ingin memastikan para peternak tetap mendapat pendampingan sehingga usaha peternakan dapat berkembang dengan baik. Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala untuk mencegah munculnya penyakit yang dapat menurunkan produktivitas dan merugikan peternak.


Brigadir Riyan Lufi tampak fokus memeriksa setiap sudut kandang, mengamati kebersihan dan kondisi kesehatan kambing-kambing yang dipelihara. Ia juga berdialog dengan para peternak, mendengar cerita mereka tentang perjuangan memelihara ternak di tengah berbagai tantangan, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dan terus meningkatkan kualitas perawatan. Imbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang dan memberikan pakan yang bergizi juga disampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan usaha peternakan warga.


Kapolsek Loceret AKP Triyono menegaskan bahwa pendampingan di sektor peternakan akan terus dioptimalkan melalui peran Bhabinkamtibmas yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara polisi, peternak, dan pemerintah daerah, diharapkan usaha peternakan kambing di Desa Sukorejo terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan keluarga serta ketahanan pangan nasional. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam setiap langkah, karena peternakan yang produktif dan sehat adalah fondasi dari bangsa yang makmur dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi seluruh lapisan masyarakat.(Avs)