Jakarta- Dampak El Nino tidak hanya berupa kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga kekeringan yang mengancam ketersediaan air dan produktivitas pertanian, itulah sebabnya Polri bersama Kementerian Kehutanan dalam Rapat Konsolidasi Nasional yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki di Mabes Polri pada Kamis (30/7) menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa untuk melakukan pendataan langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah rawan, meliputi ketersediaan sumber air, potensi kekeringan, kondisi lahan pertanian, hingga kebutuhan bantuan sosial adaptif apabila dampak El Nino meningkat. Langkah ini merupakan perwujudan arahan Presiden yang menekankan bahwa perlindungan masyarakat dan ketahanan pangan nasional adalah prioritas utama dalam menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa Polri telah menggelar 2.850 kegiatan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, serta melaksanakan lebih dari 168.500 patroli terpadu darat dan perairan di wilayah rawan Karhutla sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kebakaran sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Rapat yang dihadiri oleh seluruh Kapolda dan Wakapolda dari wilayah rawan secara virtual serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan Basarnas ini juga membahas strategi distribusi bantuan sosial dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, karena dampak El Nino tidak hanya dirasakan oleh petani tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari.
Wakapolri menekankan bahwa pendekatan humanis dan perlindungan masyarakat adalah jantung dari seluruh operasi penanganan karhutla, dan Polri akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang terlantar akibat dampak El Nino dan kebakaran hutan. Dengan konsolidasi nasional yang mengedepankan kepentingan rakyat, Polri dan Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk tidak hanya memadamkan api tetapi juga memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana, menjaga ketahanan pangan, dan memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati hutan Indonesia yang lestari dan lingkungan yang sehat.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar