Sebanyak 16.326 personel gabungan resmi diluncurkan Polda Jatim dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, sebuah misi kemanusiaan yang akan berlangsung selama 13 hari. Dimulai Jumat, 13 Maret hingga 25 Maret, operasi ini tidak hanya fokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pada pemeliharaan kamtibmas yang fundamental. Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa operasi ini adalah wujud hadirnya negara untuk memastikan setiap warga dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan.
Personel yang dikerahkan berasal dari berbagai unsur, termasuk 1.190 personel Polda Jatim, ribuan personel polres jajaran, serta dukungan penuh dari TNI dan instansi terkait. Mereka akan disebar ke titik-titik strategis untuk mengamankan jalannya ibadah Ramadhan, malam takbiran, salat Id, hingga tradisi halal bihalal dan rekreasi keluarga. Dengan pendekatan yang humanis, polisi ingin memastikan masyarakat merasa aman dalam setiap langkah aktivitasnya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan selama operasi tidak ringan. Ancaman seperti aksi sweeping oleh oknum ormas, potensi teror, hingga bencana hidrometeorologi telah dipetakan dengan cermat. Gangguan sosial seperti balap liar dan penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian khusus karena bisa merusak ketentraman lingkungan. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam mengantisipasi setiap kemungkinan.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi imbauan petugas di lapangan. Kapolda menekankan bahwa kebahagiaan keluarga saat Lebaran dimulai dari perjalanan yang aman dan lingkungan yang kondusif. Dengan kerja sama yang baik antara aparat dan warga, operasi kemanusiaan ini diharapkan dapat berjalan sukses dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.(Avs)

.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar