Di era modern ini, peran seorang Bhabinkamtibmas terus berkembang. Di Nganjuk, Aiptu Suyanto membuktikan bahwa polisi bisa merangkap profesi lain, setidaknya untuk kepentingan warga binaannya. Pada hari Senin, ia menyingsingkan lengan baju dan masuk ke pekarangan milik Sudaryono di Desa Senjayan. Bukan untuk main-main, ia serius mendampingi proses penanaman jagung, sambil sesekali bertukar pikiran tentang cara terbaik merawat tanaman hingga masa panen tiba.
Asistensi yang dilakukan Aiptu Suyanto ini merupakan respons cepat terhadap keinginan warga yang ingin berkontribusi pada program ketahanan pangan. Ia tak hanya datang, memberi arahan, lalu pergi. Ia berdialog, mendengar keluhan tentang keterbatasan lahan dan modal, lalu memberikan motivasi bahwa pekarangan kecil pun bisa menjadi penyelamat pangan keluarga. Kehadirannya menjadi suntikan semangat bagi Sudaryono dan tetangganya untuk terus berkarya di tengah keterbatasan.
Fenomena polisi yang "turun tangan" ini disambut positif oleh warga. Mereka merasa tidak sendiri dalam mengupayakan kemandirian pangan. Aiptu Suyanto, melalui kegiatan ini, berhasil merajut tali silaturahmi yang kuat dengan warga binaannya. Ia ingin membuktikan bahwa tugas polisi adalah memastikan tidak ada warganya yang kelaparan dan semua merasa aman untuk berproduksi. Inilah makna pengabdian yang sesungguhnya, dimulai dari sepetak lahan jagung di ujung desa. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar