Malam Ramadan yang penuh berkah menjadi latar belakang pertemuan akbar TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir untuk berdialog dan memperkuat ikatan batin dengan para personel. Dalam kesempatan yang hangat ini, ia menyampaikan sebuah visi tentang keamanan nasional yang holistik. Baginya, sinergisitas antara TNI, Polri, dan masyarakat bukan sekadar wacana, melainkan benteng terakhir dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa saat ini dunia sedang diliputi ketidakpastian akibat konflik global. Dampaknya bisa saja merembet ke dalam negeri, mengganggu stabilitas yang telah terjaga. Menghadapi hal ini, Sigit mengajak seluruh jajaran untuk merenungkan pesan Presiden Prabowo Subianto. Presiden, ujarnya, selalu menekankan pentingnya persatuan TNI-Polri karena keduanya adalah anak kandung revolusi yang lahir dari rahim perjuangan bangsa. Semangat ini harus terus mengalir dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih dari sekadar persatuan internal, Sigit menegaskan pentingnya TNI-Polri menjadi institusi yang dekat dan dicintai rakyat. "TNI harus jadi TNI rakyat, Polri harus jadi polisinya rakyat," tegasnya mengulang pesan presiden. Kolaborasi antara aparat dan warga inilah yang menciptakan ekosistem keamanan yang kondusif. Dengan stabilitas yang terjamin, pembangunan nasional dapat berjalan optimal. Pada akhirnya, ia percaya bahwa dengan soliditas semua elemen, bangsa ini akan sanggup melewati segala ujian yang datang. (Avs)


0 comments:
Posting Komentar