Di balik gemerlap destinasi wisata Jolotundo yang terus dikunjungi wisatawan, ada pertanyaan besar yang jarang diungkit: seberapa siap sebenarnya armada bus yang mengangkut para pengunjung? Satuan Lalu Lintas Polres Nganjuk melalui Unit Kamsel pada Kamis (26/3/2026) mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pemeriksaan kendaraan mendadak yang hasilnya mungkin akan mengejutkan banyak pihak. Mereka datang dengan perlengkapan lengkap, menguji setiap kendaraan satu per satu, dan menemukan fakta-fakta menarik di lapangan yang menunjukkan bahwa keselamatan wisata masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan beragam kondisi kendaraan yang bervariasi. Ada yang sudah terawat dengan sangat baik, bahkan melebihi standar minimal yang ditentukan. Namun, tidak sedikit pula yang ditemukan memiliki kekurangan, mulai dari ban yang sudah tipis hingga lampu rem yang tidak berfungsi dengan semestinya. Ia menekankan bahwa temuan-temuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi semua pihak, bahwa upaya preventif harus terus digalakkan untuk mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi. Ia juga mengapresiasi para pengemudi yang kooperatif dan terbuka terhadap setiap masukan yang diberikan.
Di lokasi, IPTU Dwi Purnomo mencatat dengan saksama setiap temuan yang berhasil diidentifikasi oleh timnya. Ia menyoroti bahwa beberapa kendaraan yang datang ternyata tidak dilengkapi dengan perlengkapan darurat yang memadai, seperti segitiga pengaman dan alat pemadam api ringan yang seharusnya menjadi standar wajib. Selain itu, pemeriksaan administrasi juga menemukan beberapa pengemudi yang membiarkan SIM-nya mendekati masa habis tanpa segera memperpanjang. Menurutnya, kelalaian-kelalaian kecil seperti inilah yang sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan besar, dan harus segera dibenahi dengan kesadaran kolektif.
Kegiatan ramcek ini kemudian ditutup dengan pertemuan singkat antara petugas dan para pengemudi untuk menyampaikan kesimpulan hasil pemeriksaan. Polres Nganjuk menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala, tidak hanya di Jolotundo tetapi juga di destinasi wisata lainnya di wilayah hukumnya. Dengan adanya pemetaan kondisi kendaraan yang akurat, pihaknya berharap dapat merancang program pembinaan yang lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, keselamatan wisata bukan hanya tanggung jawab petugas lalu lintas, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan yang ingin melihat Nganjuk sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi semua.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar