Rabu, 25 Maret 2026

Patroli Polisi di Bromo: Wisatawan dari Blora Mengaku Tenang, Pelaku Jasa Transportasi Rasakan Perubahan


Gunung Bromo kembali bergeliat dengan ribuan wisatawan yang memadati kawasan sejak H+3 Lebaran Idulfitri, menandai dimulainya musim liburan pasca penutupan saat Nyepi. Di tengah euforia ini, Polres Probolinggo Polda Jatim mengoptimalkan patroli di sejumlah titik strategis seperti lautan pasir, kawah Bromo, dan jalur masuk wilayah Probolinggo. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan situasi tetap kondusif bagi seluruh pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

AKBP Latif yang turun langsung ke lokasi pada Selasa (24/3/2026) mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di destinasi wisata super sibuk seperti Bromo merupakan bentuk pelayanan yang tidak bisa ditawar. Ia menjelaskan bahwa patroli tidak hanya menyasar area wisata utama tetapi juga jalur-jalur yang rawan kecelakaan, mengingat medan menuju Bromo memiliki tantangan tersendiri bagi para pengendara. Dengan pendekatan yang humanis, polisi juga aktif menyapa pengunjung dan memberikan imbauan keselamatan secara langsung.

Selain keamanan, Kapolres juga menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengimbau agar wisatawan tidak membuang sampah sembarangan demi mempertahankan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Bromo. Terkait keselamatan berkendara, ia mengingatkan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan selalu mematuhi rambu-rambu yang ada, terutama di jalur-jalur ekstrem yang rawan longsor atau kemacetan.

Penguatan patroli ini ternyata mendapat respons positif langsung dari masyarakat. Anik, seorang wisatawan asal Blora yang datang bersama 35 rekannya, mengaku merasa lebih aman karena polisi rutin berpatroli di sekitar lokasi. Ia menilai kehadiran aparat memberikan rasa tenang karena potensi kejahatan dapat segera ditangani. Di sisi lain, seorang pelaku jasa transportasi wisata juga mengakui adanya perubahan signifikan dalam sistem pengamanan dan pengelolaan pintu masuk. Menurutnya, antrean panjang yang dulu kerap membuat macet kini dapat diurai dengan cepat berkat koordinasi yang solid antara kepolisian dan pengelola kawasan. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar