Peta keamanan di Kabupaten Nabire kembali diguncang dengan keberhasilan aparat gabungan membongkar pangkalan kelompok kriminal bersenjata di Kali Nabarua. Operasi yang dipimpin langsung oleh pejabat tinggi TNI-Polri ini tidak hanya mengamankan ratusan amunisi, tetapi juga menguak bagaimana kelompok DPO AK mengatur logistik dan pergerakan mereka selama ini.
Dari lokasi kejadian, petugas menyita 5 unit alat komunikasi dan 12 ponsel, yang menunjukkan jaringan komunikasi yang cukup terorganisir. Hal ini membuktikan bahwa kelompok tersebut tidak bergerak sporadis, melainkan memiliki koordinasi yang rapi meskipun berada di tengah hutan.
Dugaan penggalangan dana juga menguat setelah ditemukannya uang tunai dalam jumlah besar di dalam camp tersebut. Wakapolda Papua Tengah, didampingi Danrem 173/PVB dan Wapangops Habema, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan respons cepat atas rencana gangguan keamanan yang diduga akan dilancarkan kelompok tersebut dalam waktu dekat.
Meskipun satu personel TNI mengalami luka ringan akibat kontak tembak, semangat tim gabungan tidak surut. Hingga berita ini diturunkan, ratusan personel masih disebar di titik-titik strategis untuk memastikan kelompok AK tidak bisa lagi membangun kekuatan di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mendukung penuh upaya aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah Papua.
.jpeg)

0 comments:
Posting Komentar