Malam semakin syahdu ketika Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo duduk bersama para tokoh agama, seniman, buruh, dan jajaran Forkopimda dalam acara buka puasa bersama di Mapolda Jawa Timur. Safari Ramadan ini menjadi wadah bagi Polri untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan strategis secara langsung kepada publik. Jenderal Sigit ingin memastikan bahwa polisi hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga persatuan.
Mengangkat isu yang lebih luas, Kapolri mengajak semua pihak untuk mewaspadai dinamika global yang bisa memicu ketidakstabilan jika tidak diantisipasi bersama. Namun, ia meminta masyarakat tidak panik karena pemerintah telah menyiapkan jaring pengaman sosial, seperti kebijakan energi yang berpihak pada rakyat. Stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjadi prioritas agar perayaan Idulfitri tahun ini berlangsung khidmat tanpa bayang-bayang krisis.
Di sisi lain, Kapolri juga menekankan pentingnya dukungan publik terhadap program unggulan pemerintah, seperti ketahanan pangan dan energi. Menurutnya, kolaborasi semua elemen sangat dibutuhkan agar program hilirisasi berjalan sukses, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan membuka lapangan kerja. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang yang harus kita kawal bersama.
Menjelang puncak arus mudik, Kapolri mengungkapkan bahwa ribuan personel gabungan TNI-Polri telah disiagakan di berbagai titik. Jalur tol, arteri, hingga pelabuhan penyeberangan menjadi fokus pengamanan untuk mengurai kemacetan dan mengantisipasi kecelakaan. Ia berpesan agar para pemudik selalu menjaga kondisi fisik, tidak memaksakan diri, dan memanfaatkan pos-pos terpadu yang dilengkapi layanan kesehatan serta takjil gratis demi mewujudkan perjalanan yang aman dan nyaman. (Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar