Senin, 16 Maret 2026

Situasi Mudik di Jatim Hari Keempat: Data Polda Tunjukkan Penurunan Volume di Gerbang Tol Ngawi dan Malang


Hari keempat Operasi Ketupat Semeru 2026 di Jawa Timur menyajikan potret mudik yang cukup berbeda dari perkiraan. Alih-alih padat merayap, arus lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polda Jatim justru terpantau lancar dan landai. Laporan periode 24 jam terakhir menunjukkan bahwa puncak arus mudik mungkin belum tiba, atau para pemudik telah cerdas mengatur waktu perjalanan mereka. Data dari gerbang-gerbang tol utama menjadi bukti kuat situasi ini.

Gerbang Tol Ngawi, yang selama ini menjadi barometer arus mudik di perbatasan Jatim-Jateng, mencatat penurunan volume kendaraan yang cukup tajam. Kendaraan yang keluar menuju Jawa Tengah turun 26 persen, sementara yang masuk dari Jawa Tengah ambles hingga 83 persen. Angka fantastis ini menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan antar provinsi masih sangat rendah. Sementara di Gerbang Tol Malang, penurunan volume kendaraan dari Surabaya mencapai 54 persen, dan dari Malang ke Surabaya turun 57 persen.

Gerbang Tol Probolinggo, yang menjadi pintu masuk menuju kawasan timur dan Bali, masih mencatat volume tertinggi dengan 5.258 kendaraan keluar menuju arah timur. Namun, angka ini pun tetap menunjukkan penurunan 16 persen dibanding periode sebelumnya. Artinya, meski Probolinggo tetap ramai, intensitasnya tidak lebih tinggi dari hari-hari biasa. Kecepatan kendaraan di seluruh ruas tol pun stabil di angka 70-80 km/jam, mengonfirmasi kelancaran arus.

Di jalur arteri, situasinya tak kalah kondusif. Di perbatasan Jatim-Jateng, titik pantau di Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Magetan, Pacitan, dan Ponorogo melaporkan arus kendaraan yang normal. Ngawi kembali mencatat angka tertinggi dengan 3.198 kendaraan masuk dan 3.042 keluar, namun tidak sampai menciptakan kepadatan. Kecepatan kendaraan di jalur arteri berkisar 50-70 km/jam, menandakan tidak ada hambatan berarti di jalan non-tol.

Yang paling membanggakan, Polda Jatim mencatat nihil kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut. "Data DORS menunjukkan tidak ada laka lantas. Juga tidak ada bencana alam atau pelanggaran sumbu tiga," ujar AKP Muchamad Saifudin. Polda Jatim berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengamanan intensif guna mempertahankan situasi ideal ini. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi aturan, agar Mudik Aman Keluarga Bahagia benar-benar dapat terwujud di seluruh Jawa Timur. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar