Kamis, 14 Mei 2026

Mata Air Pangan dari Pekarangan: Saat Bhabinkamtibmas Menjadi Peternak Andal


Desa Kepanjen, Nganjuk, baru saja membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa lahir dari hal yang paling dekat dengan warga: pekarangan rumah. Pada Jumat (15/5/2026), Aipda Setyo Budi, Bhabinkamtibmas Polsek Pace, turun langsung memantau peternakan sapi milik warga binaannya. Gerakannya sederhana tapi strategis: memeriksa kesehatan ternak, membersihkan kandang, lalu berdialog tentang pola perawatan. Semua itu dilakukan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan menjadikan peternakan rakyat sebagai pengungkit ekonomi keluarga dan sumber pangan lokal.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, memandang langkah ini sebagai teladan nyata. “Pemanfaatan lahan pekarangan untuk peternakan adalah langkah positif mendukung program pemerintah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sapi memiliki prospek bagus karena selain sumber protein hewani, nilai ekonominya tinggi bagi masyarakat desa. Harapannya, warga tidak lagi melihat pekarangan sebagai tanah kosong, tetapi sebagai ladang produktif yang bisa dipantau dan dikembangkan bersama Bhabinkamtibmas.

Di lokasi, Aipda Setyo Budi tidak hanya melakukan pengecekan teknis, tetapi juga mendengarkan keluhan warga seputar pakan dan kesehatan sapi. AKP Pujo Santoso, Kapolsek Pace, menekankan bahwa pihaknya akan terus mendorong kehadiran anggota di tengah masyarakat untuk mendukung usaha produktif. “Semoga peternakan dan pertanian warga semakin maju dengan pendampingan kami,” ujarnya. Ini adalah perubahan wajah kepolisian: dari penjaga malam menjadi mitra siang hari dalam urusan pangan.

Penutup dari kisah ini bukan sekadar laporan kegiatan, tetapi sebuah janji. Dengan pemantauan berkelanjutan, peternakan sapi warga Desa Kepanjen akan tumbuh sehat dan produktif. Dari sini, ketahanan pangan nasional dibangun perlahan, kandang per kandang, dialog per dialog, hingga akhirnya menjadi gerakan yang tak terbendung.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar