Selasa, 12 Mei 2026

Peringatan Tak Digubris, Separator Diabaikan: Polres Nganjuk Akhirnya Aktifkan ETLE Handheld di SP4 Sate

Berapa kali peringatan harus disampaikan sebelum pengendara berhenti melawan arus? Di kawasan SP4 Sate menuju belakang Pasar Wage, Nganjuk, jawabannya ternyata: sebanyak apa pun tidak cukup bagi sebagian orang. Selasa (12/5/2026), Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa memutuskan untuk tidak hanya memberhentikan dan menegur, tetapi merekam pelanggaran menggunakan ETLE Handheld. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena edukasi dan imbauan humanis telah dilakukan berkali-kali tanpa hasil signifikan. Bahkan separator jalan yang secara fisik menghalangi jalur lawan arus pun masih nekat diterobos oleh oknum pengendara yang ugal-ugalan.

ETLE Handheld adalah sistem tilang elektronik portabel berbasis smartphone yang memungkinkan petugas mendokumentasikan pelanggaran secara digital, real-time, dan transparan. AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa keunggulan utama alat ini adalah meminimalisir perdebatan. Begitu pelanggaran terjadi, petugas tinggal mengarahkan kamera, merekam, dan data langsung tersimpan. Ketika pengendara ditilang, bukti bisa langsung diperlihatkan di layar. Tidak ada lagi alasan "saya tidak melawan arus" atau "salah lihat rambu". Semua jelas, hitam di atas putih, atau lebih tepatnya warna-warni di layar smartphone.

Lokasi SP4 Sate dipilih karena tingkat pelanggarannya tinggi dan dampaknya terhadap keselamatan sangat serius. Melawan arus di jalan yang memiliki separator berarti pengendara memaksa diri masuk ke jalur yang seharusnya satu arah, meningkatkan risiko kecelakaan head-on yang biasanya fatal. Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa penindakan ini bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi untuk melindungi mayoritas pengguna jalan yang sudah tertib. Mereka yang lelah setiap hari melewati jalur yang sama dan hampir menjadi korban kelalaian orang lain berhak mendapatkan rasa aman.

Dengan penindakan ETLE Handheld, Satlantas Polres Nganjuk berharap efek jera langsung dirasakan. Satu atau dua tilang yang dipublikasikan bisa menjadi pelajaran bagi puluhan pengendara lain yang masih berpikir untuk melawan arus. Karena pada akhirnya, keselamatan lalu lintas tidak hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab setiap orang yang mengemudi di jalan raya. Dan ketika imbauan tidak cukup, teknologi pun berbicara. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar