Rabu, 30 September 2026

Siswa Polri Dibekali Kemampuan Digital dan Pendataan Perlinsos

Jakarta- Polri menyiapkan siswa dari berbagai lembaga pendidikan untuk mendukung program Perlinsos digital. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mendorong Lemdiklat Polri mempersiapkan mereka. Siswa berasal dari SIP, Sepolwan, SPN, serta Taruna Akpol. Program ini menjadi bagian dari latihan kerja di tengah masyarakat.

Siswa akan dilatih menggunakan perangkat digital sebagai alat pelayanan. Mereka memahami proses pendaftaran dan pemutakhiran data. Mereka juga melakukan verifikasi sesuai prosedur serta menjaga keamanan NIK dan data pribadi. Selain itu, mereka harus mampu menjelaskan program dengan bahasa sederhana. Mereka juga membantu warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital.

"Yang kita ajarkan bukan hanya bagaimana mengoperasikan aplikasi," jelas Wakapolri. Mereka harus memahami proses pendataan, menjaga keamanan data masyarakat, dan mampu menjelaskan kepada warga dengan bahasa yang mudah dipahami. Wakapolri menegaskan bahwa siswa hanya membantu proses registrasi, pendataan, dan pemutakhiran data. Mereka tidak memiliki kewenangan menentukan kelayakan seseorang sebagai penerima bantuan.

Menteri Sosial sebelumnya mengingatkan bahwa digitalisasi Perlinsos harus mewujudkan prinsip data akurat dan sasaran tepat. Ia juga menekankan bahwa keterbatasan teknologi tidak boleh membuat masyarakat tidak terdata. Luhut menilai jaringan TNI-Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat membantu mempercepat pendataan. "Kita minta dorongan teman-teman TNI, Polri, untuk memobilisasi para agen bekerja sama dengan pemerintah daerah." (Avs)

0 comments:

Posting Komentar