Sidoarjo- Fakta menarik muncul dari pengungkapan kasus penipuan daring di Sidoarjo. Para pelaku yang merupakan WNA Vietnam ternyata tidak menyasar warga Indonesia. Korban mereka adalah masyarakat di Vietnam yang percaya pada tawaran bantuan emisi kendaraan.
Para pelaku memanfaatkan kesamaan bahasa dan budaya untuk membangun kepercayaan. Korban dihubungi dan diyakinkan bahwa mereka berurusan dengan petugas resmi. Setelah percaya, korban diminta mentransfer sejumlah uang.
Penyidik menyebut modus ini cukup efektif karena korban merasa berkomunikasi dengan orang senegara. Laporan korban di Vietnam kemudian menjadi pintu masuk penyelidikan di Indonesia. Kerja sama antarlembaga pun dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka.
Hingga kini, penyidik masih mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat. Delapan tersangka sudah ditahan di Mapolresta Sidoarjo. Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa kejahatan digital tidak mengenal batas wilayah. (Lia)
0 comments:
Posting Komentar