Nganjuk- Perhatian Kapolri Jenderal Polisi Prof. Dr. H. Suyudi Ario Seto terhadap sejarah perjuangan pekerja tampak nyata dalam kunjungannya ke Kabupaten Nganjuk. Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ia berziarah ke makam Marsinah sebelum meninjau museum yang mengenang perjuangannya. Agenda ini menjadi cermin kedekatan institusi dengan dunia ketenagakerjaan.
Ziarah berlangsung khidmat dengan doa bersama dan tabur bunga di pusara Marsinah. Kapolri hadir bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea. Kehadiran para tokoh ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menghormati sejarah buruh.
Rombongan kemudian menuju Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Kapolri meninjau arsip dan dokumentasi yang mengisahkan perjalanan hidup Marsinah. Museum ini diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah yang bermanfaat bagi publik.
Kompleks museum tersebut telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026. Kapolri menilai keberadaannya penting untuk merawat nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Kunjungan ini juga menjadi simbol keterbukaan kepolisian terhadap kalangan pekerja.
Usai agenda di Nganjuk selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Ziarah dan kunjungan museum menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di Jawa Timur. Langkah humanis ini diharapkan terus berlanjut dalam menjaga hubungan aparat dan warga. (Nika)
0 comments:
Posting Komentar