Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Selasa, 31 Maret 2026

Ketika Polisi Menjadi Sahabat Pemohon SIM: Cerita dari Satpas Nganjuk


Mengurus SIM sering kali menjadi pengalaman yang melelahkan bagi sebagian orang. Namun, Satlantas Polres Nganjuk mencoba menghadirkan pengalaman berbeda. Melalui program "Polantas Menyapa", Rabu (1/4/2025) menjadi hari di mana ruang pelayanan Satpas SIM berubah menjadi tempat yang hangat dan bersahabat. Personel Satlantas, dipimpin Aiptu Didik, tidak hanya sibuk dengan tumpukan formulir dan mesin cetak, tetapi juga meluangkan waktu untuk menyapa, tersenyum, dan berdialog dengan setiap pemohon yang datang. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang humanis bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak boleh terasa kaku dan jauh. Ia ingin Polantas hadir sebagai mitra yang membantu masyarakat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas. Melalui Polantas Menyapa, setiap interaksi di Satpas dimanfaatkan sebagai ruang diskusi. Petugas aktif mendengarkan saran dan masukan, sekaligus memberikan pemahaman tentang disiplin berkendara dengan cara yang santai dan tidak menggurui. Ini adalah bentuk nyata dari pelayanan publik yang mengedepankan kenyamanan masyarakat.

Aiptu Didik yang menjadi ujung tombak kegiatan ini menunjukkan bahwa keramahan bisa menjadi senjata utama dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dengan senyum dan sapaan hangat, ia membantu para pemohon SIM merasa dihargai dan diperhatikan. AKP Ivan berharap pendekatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi budaya di lingkungan Satlantas Polres Nganjuk. Ketika polisi hadir sebagai sahabat, ia optimistis kesadaran tertib berlalu lintas akan tumbuh secara alami, dan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar dapat terwujud di Kabupaten Nganjuk.(Avs)

Saat Bhabin Menyapa Tanaman: Pendampingan Polri untuk Ketahanan Pangan di Nganjuk


Pagi itu, Brigpol Al Hanib memilih tempat yang sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih berada di pos ronda atau balai desa, Bhabinkamtibmas Desa Sonobekel ini menyusuri lahan pekarangan milik warga yang ditanami terong. Rabu (1/4/2026) menjadi hari di mana ia menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak melulu soal penegakan hukum. Ia hadir untuk memastikan bahwa tanaman Pekarangan Pangan Bergizi yang digalakkan pemerintah tumbuh dengan baik, sekaligus memberikan pendampingan agar hasil panen bisa optimal. Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa Polri hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Kompol Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menjelaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari visi besar Polri untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menekankan bahwa keamanan dan kesejahteraan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ketika masyarakat memiliki kecukupan pangan, stabilitas keamanan pun cenderung lebih terjaga. Oleh karena itu, pendampingan terhadap program seperti P2B ini menjadi investasi jangka panjang bagi terciptanya kondisi yang aman dan sejahtera di wilayah Nganjuk.

Brigpol Al Hanib sendiri menyampaikan bahwa kehadirannya di kebun warga bukan sekadar formalitas. Ia ingin memastikan bahwa setiap kendala yang dihadapi petani bisa segera dicarikan solusi. Dialog yang ia bangun dengan warga menjadi ajang tukar pikiran tentang cara terbaik merawat tanaman agar hasil panen melimpah. Harapannya, melalui pendampingan yang konsisten, warga semakin termotivasi untuk mengelola lahan pekarangan mereka. Dengan begitu, program P2B tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi mampu menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sonobekel.(Avs)

Saat Angka Kriminal Merosot, Pelayanan Polresta Malang Kota Justru Meningkat


Ada kabar baik dari Kota Malang pasca Operasi Ketupat Semeru 2026. Di tengah tingginya arus mudik yang melintas, Polresta Malang Kota berhasil membuktikan bahwa keamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan hasil yang optimal. Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, memaparkan data evaluasi yang menunjukkan tren positif di berbagai indikator keamanan. Gangguan kamtibmas secara umum turun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara kejahatan konvensional merosot 29 persen. Bahkan, tiga jenis kejahatan prioritas berhasil ditekan hingga nol kasus.

Capaian ini semakin istimewa mengingat mobilitas masyarakat selama libur panjang Nyepi dan Lebaran tahun ini tergolong lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kompol Wiwin menjelaskan bahwa meskipun crime clock atau durasi waktu terjadinya kejahatan tercatat selisih empat menit lebih lama, risiko penduduk terkena kejahatan justru menurun. Ini menunjukkan bahwa upaya preventif yang dilakukan Polresta Malang Kota bersama tim gabungan berhasil menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga dan pemudik. Setiap pos pengamanan dan pos pelayanan yang didirikan berfungsi optimal dalam memberikan rasa aman sekaligus kemudahan akses bagi masyarakat.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang terjalin dengan baik selama operasi berlangsung. Polresta Malang Kota bersama instansi terkait bahu-membahu menjaga setiap titik rawan dan memastikan pelayanan berjalan lancar. Kompol Wiwin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Baginya, pencapaian ini adalah bukti bahwa ketika semua elemen bersatu, keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terwujud secara maksimal. Inilah hasil nyata dari kerja kolektif yang berorientasi pada kepentingan bersama: mudik yang aman dan keluarga yang bahagia.(Avs)

Menyusuri Jalur Diplomasi Rasa: Dari London ke Seoul, Indonesia Menebar Pengaruh


Pergerakan sebuah buku ternyata bisa menjadi penanda pergeseran cara sebuah bangsa berdiplomasi. Rasa Bhayangkara Nusantara, buku yang lahir dari gagasan Program Makan Bergizi Gratis, kini telah melintasi tiga kawasan dunia dalam waktu relatif singkat. Setelah menjangkau Eropa melalui London, Amerika melalui Washington D.C., Timur Tengah melalui Jeddah, serta Jepang, buku ini akhirnya hadir di Korea Selatan. Ini bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan peta baru diplomasi Indonesia yang menggunakan kuliner sebagai pintu masuk untuk berbicara tentang kebijakan, kemanusiaan, dan kerja sama global.

Di Seoul, Dirgayuza Setiawan menyampaikan buku ini langsung kepada Duta Besar Cecep Herawan, seorang diplomat yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik. Dirgayuza melihat momen ini sebagai ajang untuk memperdalam pemahaman tentang implementasi MBG di Korea Selatan yang telah menjadi bagian dari kultur bangsa. Buku ini, dalam konteks tersebut, menjadi alat untuk membuka diskusi tentang bagaimana Indonesia bisa belajar dari pengalaman panjang negara tersebut, sekaligus memperkenalkan kekayaan rasa Nusantara sebagai aset budaya yang tak ternilai.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, yang menjadi salah satu penggagas utama, menyebut inisiatif ini sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menekankan bahwa diplomasi masa depan adalah diplomasi yang menyentuh aspek kultural dan kemanusiaan. Dari London yang menjadi pusat diplomasi kultural, hingga Seoul yang menjadi ruang kolaborasi pembelajaran kebijakan, buku ini hadir sebagai jembatan. Melalui 80 menu yang tersaji di dalamnya, Indonesia menyampaikan satu pesan sederhana namun dalam: bahwa kebijakan terbaik adalah yang lahir dari akar budaya, dan rasa persaudaraan bisa dimulai dari satu piring makanan bersama.(Avs)

Senin, 30 Maret 2026

Detasemen Perintis Kawal Denyut Jakarta: Strong Point dan Dialog Hangat di Bundaran HI, Monas, Kota Tua

Jakarta sebagai ibu kota tidak pernah berhenti bergerak, dan agar pergerakan itu tetap aman, Baharkam Polri melalui Direktorat Samapta Korsabhara menerjunkan 70 personel Detasemen Perintis pada Senin (30/03/2026). Sejak pukul 05.00 WIB, mereka telah bersiaga di tiga titik paling vital: Bundaran HI, Monas, dan Kota Tua, di bawah kepemimpinan AKBP Ricky Pranata Vivaldy. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara pengamanan strong point yang tegas dan patroli dialogis yang humanis, dengan tujuan utama menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang stabil. Hingga pukul 10.00 WIB, hasil di lapangan menunjukkan bahwa ketiga kawasan tersebut aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya laporan kejadian menonjol.(Avs)

Patroli dialogis yang mulai digencarkan pada pukul 08.30 WIB menjadi ciri khas yang membedakan operasi ini dengan pengamanan biasa. Personel tidak hanya terpaku di pos-pos jaga, tetapi juga bergerak dinamis mendekati pengguna jalan, wisatawan, hingga warga sekitar untuk berdialog ringan. Melalui percakapan yang santai namun penuh perhatian, petugas dapat mendeteksi dini potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan imbauan Kamtibmas yang mudah dipahami. Pendekatan ini juga membangun kepercayaan publik, karena masyarakat merasa polisi hadir sebagai sahabat yang melindungi, bukan sebagai aparat yang menakut-nakuti. Hasilnya, interaksi di lapangan berlangsung hangat dan penuh senyuman.(Avs)

Meskipun dinamika cuaca sempat menjadi kendala dan volume kendaraan melonjak tajam di jam sibuk pagi hari, para personel tetap sigap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Mereka tidak hanya mengatur arus lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, tetapi juga membantu pejalan kaki yang kesulitan menyeberang dan memberikan informasi arah bagi wisatawan yang tersesat. Semangat "Siap Terlihat dan Bermanfaat" benar-benar diwujudkan dalam setiap tindakan di lapangan, sehingga masyarakat yang melintas merasa diperhatikan dan dilindungi. Kendati padat, arus kendaraan tetap dapat mengalir tanpa hambatan berarti berkat koordinasi personel yang solid.(Avs)

Bhabinkamtibmas Sumberkepuh Blusukan ke Lahan Cabai, Ini Hasilnya


AIPDA Suroto, Bhabinkamtibmas Desa Sumberkepuh, Polsek Warujayeng, Polres Nganjuk, melaksanakan pemantauan langsung ke lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pertumbuhan tanaman cabai berjalan optimal sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

Kapolsek Warujayeng Kompol Ahmad Junaedi menjelaskan bahwa keterlibatan polisi di sektor pertanian adalah komitmen Polri yang kini tidak bisa ditawar. "Kami dorong masyarakat memanfaatkan pekarangan menjadi produktif, apalagi cabai punya nilai konsumsi dan ekonomi tinggi," tegasnya di sela-sela pendampingan.

Selama pemantauan, AIPDA Suroto berdialog intensif dengan pemilik lahan untuk mengidentifikasi kendala seperti hama, kesuburan tanah, dan pola penyiraman. Ia juga memberikan motivasi agar warga tetap konsisten merawat tanaman hingga masa panen tiba.

Hasil di lapangan menunjukkan bahwa tanaman cabai warga Sumberkepuh tumbuh cukup baik, meski masih membutuhkan pendampingan rutin. Dengan program ini, diharapkan warga mampu mandiri pangan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga berkat hasil panen yang melimpah. (Avs)

Longsor Rusak Jembatan dan Saluran Air, Polres Probolinggo Kirim Bantuan Pipa untuk Warga Lumbang


Sabtu dini hari menjadi momen sulit bagi warga Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo, ketika longsor menghancurkan jembatan penghubung antarwilayah dan merusak saluran distribusi air bersih yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, di tengah kepanikan dan kesulitan itu, Polres Probolinggo Polda Jawa Timur hadir membawa harapan. Kepolisian tidak hanya mengamankan lokasi bencana, tetapi juga memberikan bantuan pipa air bersih baru serta turun langsung memperbaiki infrastruktur yang terdampak.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan secara cepat dengan berkolaborasi bersama pemerintah setempat dan instansi terkait. Langkah pertama yang diambil adalah memasang police line untuk menjaga keamanan sekaligus memulai perbaikan pipa saluran air bersih yang rusak. AKBP Latif menegaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan vital yang harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan berkepanjangan.

Selain mengerahkan personel untuk bergotong royong memperbaiki pipa yang rusak, Polres Probolinggo juga memberikan bantuan berupa pipa baru untuk mendukung percepatan pemulihan. AKBP Latif menyebut bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan bukti nyata bahwa polisi hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dimanfaatkan sehingga kebutuhan air bersih warga kembali normal.

Salah satu warga, Usman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan aparat kepolisian. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas yang turun langsung membantu di lokasi bencana. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin antara warga dan polisi di saat sulit seperti ini memberikan ketenangan tersendiri.

AKBP Latif mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi tanah di lokasi longsor yang masih labil. Dengan bantuan pipa yang telah disalurkan dan perbaikan yang terus dilakukan, diharapkan warga Desa Lumbang dapat segera kembali menikmati akses air bersih tanpa hambatan. (Avs)

Inovasi Seleksi di Bawah Naungan Wakapolri: Mencetak Pemimpin Global dari Semarang


Siang itu, Gedung Paramartha di Kompleks Akademi Kepolisian Semarang berubah menjadi pusat evaluasi strategis. Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, secara langsung meninjau Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sebuah agenda yang menjadi simbol komitmen Polri dalam mencetak generasi pemimpin global. Bukan sekadar melihat, ia turun mengecek setiap detail proses seleksi yang menggunakan metode Nusantara Standardized Test (NST).

Dalam peninjauan yang berlangsung ketat itu, Wakapolri didampingi oleh Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana dan As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar. Mereka mengamati bagaimana metode NST, yang dirancang untuk mengukur kemampuan secara adaptif dan presisi, diterapkan kepada 399 siswa terbaik yang berasal dari 28 provinsi. Para peserta ini telah melewati proses panjang dan kini difasilitasi penuh oleh panitia di Mess Werving Akpol.

Proses ini adalah puncak dari seleksi yang diikuti ribuan peserta. Awalnya, lebih dari 3.000 siswa mengikuti tahap awal, kemudian disaring menjadi 2.644 peserta untuk NST Tahap II, hingga akhirnya 400 talenta terbaik nasional melaju ke tahap terpusat. Selama lima hari, mereka menjalani ujian yang komprehensif, mulai dari simulasi IELTS, tes kesamaptaan jasmani, hingga seminar kebangsaan dan Leaderless Group Discussion (LGD).

Kolaborasi Polri dengan YPKBI menjadi kekuatan utama dalam seleksi ini. Mereka bersama-sama merancang sistem berbasis meritokrasi yang tidak hanya mengedepankan nilai akademik, tetapi juga karakter dan integritas. Inisiatif ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SDM Indonesia yang berdaya saing global.

Di akhir proses, hanya 180 peserta terbaik yang akan terpilih. Wakapolri menegaskan bahwa seleksi ketat ini adalah investasi jangka panjang. Mereka yang lolos tidak hanya akan unggul dalam ujian, tetapi akan dibekali dengan jiwa kepemimpinan dan disiplin yang kokoh, siap menghadapi tantangan masa depan sebagai generasi penerus bangsa. (Avs)

Membangun Polisi Berpikir: Polri Gencarkan Transformasi SDM dengan Laboratorium Sosial Sains di Akpol


Semarang menjadi saksi dimulainya revolusi kecil namun berdampak besar dalam tubuh Polri. Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, resmi meletakkan batu pertama pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di lingkungan Akademi Kepolisian, Senin (30/3). Acara ini menandai komitmen serius Polri dalam menggeser paradigma pendidikan dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi proaktif dan reflektif. Fokus utamanya adalah transformasi sumber daya manusia melalui pembaruan kurikulum yang lebih humanis dan berbasis riset.

Pesan utama dari peresmian ini disampaikan langsung oleh Wakapolri yang menekankan bahwa setiap tindakan kepolisian ke depan harus didasari oleh riset yang mendalam, bukan sekadar kebiasaan atau intuisi. Laboratorium ini hadir untuk memastikan lulusan Akpol tidak hanya tangkas di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan analisis yang tajam. Dengan konsep "Pendidikan Taruna Berbasis Realitas Sosial", laboratorium ini menjadi model pembelajaran yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di masyarakat.

Pandangan positif datang dari kalangan akademisi. Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, Guru Besar Fakultas Hukum UNNES, menyebut bahwa laboratorium sosial adalah pendekatan pembelajaran reflektif yang sangat tepat untuk menjawab kebutuhan zaman. Implementasinya mencakup tiga fungsi utama: sebagai ruang belajar yang menuntut taruna memecahkan masalah berdasarkan fakta sosial, sebagai wujud keseimbangan antara teori dan praktik, serta sebagai ruang kolaborasi di mana masyarakat menjadi bagian integral dari proses pembelajaran.

Target yang ingin dicapai Polri melalui laboratorium ini sangat jelas. Selain penguatan integritas dan komitmen moral, Polri berharap perwira yang dihasilkan memiliki keterampilan praktis yang sangat relevan dengan situasi nyata. Lebih dari itu, mereka juga dibekali kemampuan analisis dan prediksi terhadap dinamika sosial, sehingga kepemimpinan mereka di lapangan menjadi lebih adaptif dan solutif. Ini adalah fondasi untuk mencetak SDM Polri yang unggul, modern, dan responsif.

Kehadiran para pejabat Mabes Polri, jajaran Lemdiklat, dan perwakilan dari berbagai universitas nasional dalam acara tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi strategis antara Polri dan dunia pendidikan tinggi. Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun knowledge-based policing, di mana kebijakan dan tindakan kepolisian berbasis pada ilmu pengetahuan. Laboratorium Sosial Sains di Akpol bukan sekadar tonggak sejarah, tetapi juga langkah konkret Polri dalam membangun institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan semakin terpercaya di mata publik.(Avs)

Dari Polybag untuk Ketahanan Pangan: Polsek Warujayeng Dampingi Warga Tanam Cabai dan Sayur


Pekarangan rumah di Desa Tanjunganom, Kecamatan Warujayeng, kini tidak lagi sekadar halaman kosong. Di tangan warga yang didampingi oleh AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, pekarangan tersebut disulap menjadi kebun mini produktif menggunakan polybag. Pada Senin (30/3/2026), ia hadir memberikan asistensi dan pemantauan dalam program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), mendorong warga untuk membudidayakan sayur-sayuran dan cabai merah. Langkah ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi sederhana, keterbatasan lahan bukan lagi hambatan untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan.

Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaedi, S.H., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan. Menurutnya, ketahanan pangan adalah isu strategis yang membutuhkan peran serta semua pihak, termasuk kepolisian di tingkat desa. “Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan berbagai metode, salah satunya menggunakan polybag. Ini merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya. Dengan pendampingan yang intensif, warga diajak untuk mengubah kebiasaan dan mulai melihat pekarangan sebagai aset ekonomi.

AIPTU Saktian Suryani menjelaskan bahwa pemilihan cabai merah dan sayur-sayuran sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan. Cabai merah memiliki nilai jual yang stabil dan permintaan tinggi, sementara sayur-sayuran menjadi kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan setiap keluarga. Dalam pendampingannya, ia mengajarkan warga tentang teknik penanaman yang benar, mulai dari pemilihan bibit, penataan polybag, hingga perawatan tanaman agar hasil panen maksimal. “Kami memberikan asistensi dan pemantauan agar warga dapat mengelola tanaman sayur dan cabai merah dengan baik. Harapannya, hasilnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bahkan dapat dijual untuk menambah penghasilan,” ungkapnya. Dengan pendekatan ini, warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pangan di tingkat rumah tangga.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga memberikan dampak psikologis positif bagi warga. Mereka merasa didukung dan tidak sendirian dalam memulai program produktif ini. AIPTU Saktian menyebut bahwa antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka bertanya dan berdiskusi tentang teknik bercocok tanam yang baik. Ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi rutinitas yang terus berlanjut, tidak hanya berhenti pada satu kali pendampingan. Dengan konsistensi, program P2B ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

Kapolsek Warujayeng menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong Bhabinkamtibmas di wilayah lain untuk melakukan pendampingan serupa. Menurutnya, program seperti ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat. Dengan sinergi yang solid, berbagai tantangan, baik di bidang keamanan maupun kesejahteraan, dapat diatasi bersama. Polybag yang awalnya hanya wadah sederhana, kini menjadi simbol kolaborasi dan semangat gotong royong dalam membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga. (Avs)

Minggu, 29 Maret 2026

Ketika Polisi Jadi Pahlawan Pagi Hari: Rantai Putus Bukan Halangan Berkat Bripka Badik


Pagi di Jalan Musi Nganjuk biasanya ramai oleh kendaraan yang melintas, tetapi Senin (30/3/2026) menjadi hari yang berbeda bagi seorang pengendara motor. Dalam perjalanan mengantar anaknya ke SDN Begadung 4, rantai kendaraannya tiba-tiba putus, membuat motor tidak bisa melaju. Di tengah kepanikan dan kekhawatiran anaknya akan terlambat sekolah, Bripka Badik, anggota Satlantas Polres Nganjuk yang sedang bertugas mengatur lalu lintas, langsung menghampiri. Dengan senyum ramah, ia menawarkan bantuan untuk mengantarkan sang anak ke sekolah. Anak itu pun dengan sigap menggandeng tangannya, dan dalam hitungan menit, ia sudah tiba di depan gerbang sekolah tepat waktu.

Tindakan Bripka Badik ini menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat yang menyaksikan. Bukan karena aksinya yang spektakuler, tetapi karena ketulusannya yang terpancar dari kesigapannya menolong tanpa diminta. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sikap seperti inilah yang diharapkan tumbuh dari setiap personel Polri. "Kami selalu menekankan kepada seluruh personel agar peka terhadap situasi di lapangan. Apa yang dilakukan Bripka Badik adalah bentuk kepedulian dan respons cepat Polri dalam membantu masyarakat," ujarnya. Baginya, pelayanan prima bukan hanya tentang prosedur, tetapi tentang bagaimana polisi hadir sebagai solusi.

Bripka Badik sendiri mengaku bahwa ia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang polisi yang melihat warga kesulitan. Ia bercerita bahwa saat melihat sang orang tua panik dan anak mulai cemas, ia langsung tergerak untuk membantu. "Saya melihat anak tersebut hampir terlambat sekolah, sementara orang tuanya kesulitan karena kendaraannya rusak. Jadi saya inisiatif untuk mengantarnya agar tetap bisa mengikuti pelajaran tepat waktu," ungkapnya. Ia pun mengesampingkan tugas pengaturan lalu lintas sejenak, karena menurutnya, menolong warga yang sedang dalam kesulitan adalah prioritas yang tidak bisa ditunda.

Kejadian ini mengingatkan bahwa di balik seragam dan atribut kepolisian yang sering kali terlihat formal, ada hati yang siap menolong. Masyarakat yang melihat langsung aksi Bripka Badik pun memberikan apresiasi, menyebut bahwa kehadiran polisi di pagi hari tidak hanya membuat lalu lintas lebih tertib, tetapi juga memberikan rasa aman karena ada sosok yang siap membantu dalam situasi darurat. Anak yang diantar pun pulang dengan cerita yang membanggakan: ia diantar ke sekolah oleh seorang polisi baik hati yang membuatnya tidak terlambat mengikuti pelajaran.

AKP Ivan Danara Oktavian berharap aksi Bripka Badik dapat menginspirasi banyak orang, baik di internal kepolisian maupun di masyarakat luas. Menurutnya, kebaikan sekecil apa pun akan selalu berdampak positif jika dilakukan dengan tulus. Ia juga menegaskan bahwa Polres Nganjuk akan terus mendorong anggotanya untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di titik-titik rawan kemacetan dan aktivitas pagi hari. Dengan semangat pelayanan yang terus dipupuk, diharapkan semakin banyak cerita-cerita kecil namun bermakna seperti ini yang lahir dari interaksi antara polisi dan warga. (Avs)

Mengintai di Balik Momen Lebaran: Satresnarkoba Nganjuk Bongkar 6 Kasus dalam 12 Hari


Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Satresnarkoba Polres Nganjuk menggencarkan operasi dengan tajuk Pekat Semeru 2026 selama 12 hari, mulai 25 Februari hingga 8 Maret 2026. Hasilnya, enam kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya berhasil diungkap, dengan total tujuh tersangka diamankan. Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk, IPTU Sugiarto, S.H., mengungkapkan bahwa dari enam kasus tersebut, dua merupakan target operasi yang telah direncanakan sebelumnya, sementara empat lainnya merupakan pengungkapan di luar target operasi. Capaian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi peningkatan peredaran narkoba menjelang Lebaran sangat baik.

Dari dua kasus target operasi, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 2,04 gram dari satu kasus, serta 2.037 butir pil golongan obat keras berbahaya dari kasus lainnya. Adapun dari empat kasus non target operasi, petugas mengamankan 1.954 butir pil okerbaya dari tiga kasus dan 0,98 gram sabu dari satu kasus lainnya. Total barang bukti yang disita mencapai 3,02 gram sabu dan 3.991 butir pil terlarang. Angka ini, menurut IPTU Sugiarto, cukup signifikan dalam upaya menekan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Nganjuk, terutama menjelang momen-momen besar yang biasanya disertai dengan peningkatan mobilitas dan potensi penyalahgunaan.

IPTU Sugiarto menjelaskan bahwa Operasi Pekat Semeru 2026 dirancang sebagai langkah strategis untuk menciptakan situasi aman dan tertib, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui upaya preventif. Selama 12 hari operasi, personel Satresnarkoba tidak hanya fokus pada target yang telah ditetapkan, tetapi juga melakukan patroli intensif dan pengawasan di titik-titik rawan. Hasilnya, selain dua kasus target operasi, empat kasus lainnya berhasil diungkap berkat kewaspadaan dan kerja cepat petugas di lapangan. Keberhasilan ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa metode operasi yang dilakukan sudah tepat sasaran.

Kasat Resnarkoba menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta menekan peredaran narkoba di wilayah Nganjuk. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan pemberantasan narkoba, termasuk melalui upaya preventif dan penegakan hukum yang konsisten. Menurutnya, peredaran narkoba adalah musuh bersama yang harus dilawan dengan keseriusan dan kerja sama dari semua pihak. Masyarakat, ujarnya, memiliki peran penting dalam memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Dengan capaian yang diraih selama Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Nganjuk berharap situasi kamtibmas tetap terjaga, khususnya menjelang dan selama perayaan Idulfitri. IPTU Sugiarto mengakhiri dengan pesan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak akan berhenti setelah operasi usai. Ke depan, Satresnarkoba akan terus mengintensifkan penindakan terhadap peredaran narkoba dan okerbaya guna menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi masyarakat. Sinergi antara aparat dan warga, menurutnya, adalah kunci utama untuk mewujudkan Nganjuk yang bebas dari ancaman narkotika. (Avs)

Judi Online dan Celah Payment Gateway: Mengapa Pengawasan Digital Jadi Prioritas Utama


Dibalik 21 website yang berhasil diidentifikasi dalam satu jaringan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, terdapat sebuah pola yang selama ini luput dari perhatian publik: bagaimana uang mengalir dengan mulus dari kantong pemain ke kantong operator. Jawabannya terletak pada sistem pembayaran digital. Payment gateway, e-wallet, dan berbagai instrumen pembayaran digital lainnya telah menjadi urat nadi operasional judi online, memungkinkan transaksi terjadi dalam hitungan detik tanpa terdeteksi. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan bahwa pendekatan follow the money adalah kunci untuk mengungkap kejahatan keuangan jenis ini. Dengan menelusuri aliran dana, aparat dapat mengidentifikasi tidak hanya operator situs, tetapi juga jaringan yang lebih luas yang selama ini terlindungi oleh anonimitas sistem pembayaran digital.

Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menilai bahwa penguatan pengawasan terhadap payment gateway dan layanan keuangan digital harus menjadi prioritas utama. Saat ini, celah terbesar terletak pada lemahnya penerapan prinsip know your customer (KYC) oleh sebagian penyedia jasa pembayaran. Rekening nominee, perusahaan fiktif, dan identitas palsu masih dengan mudah digunakan untuk membuka akses ke sistem keuangan. Jika celah ini tidak segera ditutup, maka judi online dan kejahatan siber lainnya akan terus bermunculan dengan modus yang sama. Regulator keuangan, bersama dengan aparat penegak hukum, harus memastikan bahwa setiap transaksi yang mencurigakan dilaporkan dan ditindaklanjuti, bukan dibiarkan mengalir begitu saja.

Ahli TPPU Yenti Garnasih menambahkan bahwa pemutusan aliran dana harus dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan konvensional yang fokus pada penangkapan pelaku memang penting, tetapi tidak akan pernah cukup jika sistem keuangan yang menjadi sarana masih dapat diakses oleh pelaku. Di sinilah pendekatan non-konvensional berbasis keuangan, yang memanfaatkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2013 dan Laporan Hasil Analisis dari PPATK, menjadi sangat relevan. Dengan pendekatan ini, Bareskrim berhasil menyita 142 miliar rupiah dari 359 rekening yang terkait judi online, dan pada 5 Maret 2026 menyerahkan 58 miliar rupiah kepada Kejaksaan untuk dieksekusi. Angka-angka ini membuktikan bahwa mengejar aliran dana jauh lebih efektif daripada sekadar mengejar pelaku.

Sementara itu, pengungkapan kasus oleh Dit Siber Polda Sumatera Utara pada 16 Maret 2026 yang mengamankan 19 tersangka menunjukkan bahwa pendekatan ini mulai diterapkan secara luas di berbagai wilayah. Namun, keberhasilan ini tidak boleh membuat aparat berpuas diri. Pengamat Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, mengingatkan bahwa kerugian negara akibat judi online sangat besar, sehingga penanganannya harus terus ditingkatkan. Setiap celah yang ditemukan harus segera ditutup, dan setiap inovasi pelaku harus diantisipasi dengan inovasi pengawasan yang lebih canggih. Sinergi lintas sektor antara Polri, PPATK, OJK, dan penyedia jasa keuangan menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang tidak mudah ditembus.

Ke depan, publik menuntut tidak hanya pengungkapan yang masif, tetapi juga pengawasan yang berkelanjutan. Dari Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, ditegaskan bahwa penyitaan aset hasil judi online harus memberikan kontribusi nyata bagi negara dan dikelola secara transparan. Dengan memperkuat pengawasan terhadap payment gateway dan menerapkan prinsip transparansi dalam setiap tahapan penegakan hukum, diharapkan celah-celah yang selama ini dimanfaatkan oleh jaringan judi online dapat dipersempit hingga benar-benar tertutup. Inilah saatnya bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa sistem keuangan nasional tidak lagi menjadi ladang empuk bagi kejahatan siber yang merusak tatanan sosial dan ekonomi bangsa. (Avs)

Menyelaraskan Bintang di Dada: Mengapa Pangkat Kapolda Metro Perlu Setara dengan Pangdam Jaya


Keputusan Panglima TNI yang menaikkan pangkat Pangdam Jaya dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal membuka ruang diskusi baru tentang kesetaraan struktural di tubuh aparatur negara. Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., pakar hukum tata negara dari Universitas Esa Unggul Jakarta, menilai bahwa sudah saatnya pangkat Kapolda Metro Jaya juga mendapatkan penyesuaian serupa. Menurutnya, secara hukum ketatanegaraan, jabatan Kapolda yang saat ini disandang oleh Inspektur Jenderal (bintang dua) seharusnya dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal (bintang tiga). Langkah ini, tegasnya, bukan soal mengejar simbol, melainkan tentang menciptakan keseimbangan yang adil antar lembaga negara yang bekerja dalam satu wilayah dengan beban tugas yang sebanding.

Dalam pandangan Prof Juanda, keseimbangan pangkat antar pejabat di level tertinggi di DKI Jakarta bukan sekadar urusan formalitas, tetapi memiliki implikasi nyata terhadap efektivitas koordinasi. Ia menjelaskan bahwa Pangdam Jaya dan Kapolda Metro memiliki wilayah hukum yang sama, menangani substansi masalah yang seringkali saling terkait, dan memikul beban kerja yang tidak jauh berbeda. Jika pangkat salah satu lebih tinggi sementara tanggung jawabnya setara, maka secara psikologis struktural dapat terjadi ketimpangan yang berpotensi mengganggu hubungan kerja. Harmonisasi, menurutnya, harus dimulai dari level puncak agar dapat mengalir ke bawah dengan baik.

Pakar hukum tata negara ini juga menguraikan bahwa penyesuaian pangkat Kapolda akan membawa konsekuensi berjenjang pada struktur di bawahnya. Wakapolda yang saat ini dijabat Irjen Pol perlu disesuaikan, para direktur di tingkat Polda seharusnya naik menjadi Brigjen Pol, hingga level Polres di lingkungan Polda Metro Jaya juga perlu dipikirkan penyesuaian pangkatnya. Prof Juanda menyebut ini sebagai bentuk sinkronisasi hukum jabatan yang komprehensif. Ia menegaskan bahwa harmonisasi struktural tidak boleh hanya terjadi di satu titik, tetapi harus merata di seluruh lini agar tidak terjadi ketimpangan baru di jenjang yang lebih rendah.

Prof Juanda juga mengingatkan bahwa ketidaksesuaian pangkat ini berpotensi mengganggu tradisi koordinasi yang selama ini telah berjalan baik antara institusi TNI dan Polri di wilayah DKI Jakarta. Ia menyebut bahwa dalam berbagai forum koordinasi, kesetaraan level antar pejabat menjadi faktor penting yang mempengaruhi dinamika komunikasi dan pengambilan keputusan. Jika ketimpangan dibiarkan, bukan tidak mungkin akan muncul hambatan-hambatan yang tidak perlu, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kelancaran tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, langkah antisipatif perlu segera diambil.

Di akhir paparannya, Prof Juanda menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Kapolri selaku pemimpin tertinggi Polri. Ia berharap pemikirannya ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan. Dengan adanya kesetaraan pangkat antara Kapolda Metro dan Pangdam Jaya, diharapkan sinergi kedua lembaga semakin solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di ibu kota negara. Prof Juanda mengakhiri dengan keyakinan bahwa harmoni dalam struktur kepemimpinan adalah fondasi penting bagi terciptanya pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang prima. (Avs)

Hujan Guyur Sejak Jumat, Jembatan Madakaripura Ambruk di Dini Hari


Tidak ada tanda-tanda yang cukup jelas sebelum bencana itu terjadi. Namun, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Probolinggo sejak Jumat malam akhirnya menimbulkan kerusakan fatal pada infrastruktur vital. Pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, sebuah jembatan di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, ambruk dan membuat akses menuju Air Terjun Madakaripura terputus total. Badan jembatan hancur parah, tidak lagi bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Merespons kejadian ini, Polres Probolinggo segera memasang police line dan rambu peringatan, mengamankan area serta menutup sementara jalur yang selama ini menjadi pintu masuk ke destinasi wisata terkenal tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengonfirmasi bahwa penutupan akses dilakukan secara sementara sebagai bentuk mitigasi risiko. Menurutnya, kondisi jembatan yang ambruk sudah sangat membahayakan sehingga tidak boleh ada aktivitas melintas di sekitarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri mencari jalur alternatif sebelum ada kepastian keamanan dari pihak berwenang. Polres Probolinggo bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan di lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa akibat kelalaian atau kepaksaan melintasi area yang rusak.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah dengan kontur perbukitan seperti Kecamatan Lumbang sangatlah nyata. AKBP Latif mengingatkan warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir untuk selalu waspada, terutama saat hujan dengan durasi panjang masih terus berlangsung. Ia juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat terdekat jika menemukan kondisi darurat, agar langkah evakuasi dan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Sinergi antara warga dan kepolisian menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Penutupan sementara akses menuju Air Terjun Madakaripura tentu berdampak pada berbagai sektor. Wisatawan yang sudah merencanakan kunjungan harus menunda niat mereka, sementara masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata merasakan dampak ekonomi. Namun, Polres Probolinggo menegaskan bahwa langkah ini tidak dapat ditawar karena menyangkut keselamatan jiwa. Pemasangan police line bukan sekadar prosedur, melainkan bentuk perlindungan nyata yang diberikan aparat kepada masyarakat. Dengan harapan, setelah proses perbaikan dilakukan, akses ini dapat kembali dibuka dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi teknis, Polres Probolinggo terus berupaya memastikan penanganan berjalan optimal. AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa imbauan waspada terhadap potensi bencana susulan akan terus disampaikan secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan dan kerja sama yang solid antara semua elemen, diharapkan wilayah ini dapat segera pulih dari dampak bencana dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (Avs)

Dari 2.644 Peserta Menjadi 400: Inilah Babak Penentu di Akpol Semarang


Seleksi Penerimaan Murid Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara telah memasuki fase paling menentukan. Sebanyak 400 peserta terbaik hasil Nusantara Standard Test Tahap II kini telah tiba di Akademi Kepolisian Semarang, siap mengikuti Seleksi Terpusat yang akan dimulai pada 31 Maret 2026. Mereka adalah para pemenang dari persaingan ketat yang sebelumnya diikuti oleh 2.644 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Kini, di lingkungan yang sarat dengan tradisi kepemimpinan dan kedisiplinan, mereka akan menjalani serangkaian ujian akhir yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga ketahanan fisik, kematangan psikologis, dan integritas pribadi. Inilah momen di mana calon-calon pemimpin masa depan mulai dipisahkan dari sekadar yang pintar menjadi yang tangguh.

Perjalanan panjang seleksi ini mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap pendidikan berbasis karakter. Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa benar-benar hadir mengikuti tahap II, menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat solid sebesar 88,13 persen. Pada tahap tersebut, kompetensi diuji melalui Matematika dan IPA berbahasa Inggris serta kemampuan Bahasa Inggris, dengan pendekatan Item Response Theory yang memungkinkan penilaian secara objektif dan adaptif. Hasil akhir menunjukkan bahwa 400 peserta teratas memiliki skor pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional hanya berada di angka 580. Bahkan, hanya 15,1 persen dari keseluruhan peserta yang berhasil masuk dalam kategori baik hingga luar biasa berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate. Angka-angka ini menggambarkan betapa ketatnya persaingan yang telah dilalui.

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, mengapresiasi proses seleksi yang dinilainya sebagai cerminan meritokrasi yang sejati. Menurutnya, kehadiran peserta dari 28 provinsi dengan komposisi 251 laki-laki dan 149 perempuan membuktikan bahwa seleksi ini menjangkau talenta dari berbagai wilayah dan latar belakang. Data asal sekolah pun memperkuat narasi inklusivitas, dengan 44 persen berasal dari SMP negeri, 42,5 persen dari swasta kurikulum nasional, dan 13,5 persen dari swasta kurikulum internasional. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, menunjukkan persebaran yang luas, sementara keberagaman latar belakang membuktikan bahwa kunci kelulusan terletak pada kesiapan akademik dan daya saing individu, bukan pada asal sekolah.

Di kampus Akpol Semarang, para peserta akan menjalani serangkaian seleksi akhir yang sangat komprehensif. Mulai dari tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion, hingga wawancara orang tua dan siswa. Setiap tahap disusun untuk mengeksplorasi potensi calon siswa secara menyeluruh, memastikan bahwa mereka yang terpilih memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, kesehatan fisik, stabilitas mental, dan kepribadian yang kuat. Dari 400 peserta yang kini berada di Akpol, hanya sekitar 180 siswa yang akan berhasil lolos dan berhak mengenyam pendidikan berasrama di SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua—sebuah lembaga yang diharapkan mampu mencetak generasi unggul berdaya saing global.

Melalui seleksi ini, Polri tidak hanya menjaring calon siswa, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam transformasi sumber daya manusia yang presisi, transparan, dan akuntabel. Brigjen Pol. Trunoyudo menambahkan bahwa seluruh proses diselenggarakan dengan standar yang sama, memastikan keadilan bagi setiap peserta, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. Ke-180 siswa yang nantinya terpilih akan menjadi representasi dari generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, jiwa kepemimpinan, dan kesiapan untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. Inilah wujud nyata dari komitmen Polri dalam membangun masa depan bangsa melalui jalur pendidikan yang berkualitas. (Avs)

Sabtu, 28 Maret 2026

Kapolri di Bakauheni: Puncak Arus Balik Terlewati, Masih Ada 51 Persen Pemudik di Ketapang


Di tengah kesibukan penyeberangan, Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menjadi saksi langsung evaluasi arus balik Lebaran 1447 Hijriah oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pada Sabtu (28/3/2026), Sigit bersama Menteri Perhubungan meninjau berbagai posko dan memastikan keselamatan pemudik yang masih dalam perjalanan. Ia menegaskan bahwa puncak gelombang kedua arus balik yang diprediksi sejak Jumat malam telah berhasil dilewati dengan situasi yang terkendali. Secara umum, seluruh jalur transportasi berjalan aman dan lancar berkat kerja keras petugas gabungan.

Dalam kunjungannya, Sigit tidak hanya fokus pada data dan angka, tetapi juga memberikan perhatian langsung kepada masyarakat. Ia menyapa para pemudik, membagikan bingkisan, serta meninjau Pos Terpadu, Pos Siaga Bencana, dan Pos Pengamanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh layanan berfungsi optimal di masa-masa kritis arus balik. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan masyarakat.

Data yang dipaparkan menunjukkan volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.946.891 unit, meningkat 20,49 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kendaraan yang telah kembali masuk Jakarta tercatat 2.561.629 unit, menyisakan 385.262 unit atau 13,07 persen yang masih dalam perjalanan. Dengan data ini, Sigit menyatakan bahwa puncak kepadatan telah berlalu, namun evaluasi terus dilakukan untuk mengantisipasi dinamika di lapangan.

Meskipun situasi di Bakauheni terpantau normal berkat skema delaying system dan buffer zone, Sigit mengingatkan bahwa perhatian kini harus difokuskan pada Ketapang. Wilayah tersebut masih menyisakan 51 persen pemudik yang belum kembali, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan pengamanan ekstra. Sigit menutup dengan apresiasi kepada seluruh personel dan harapan agar sisa perjalanan ini dapat berlangsung selamat, mengantarkan setiap keluarga berkumpul kembali dalam keadaan utuh.(Avs)

Mudik Aman Berkat Kerja Sama: Kapolri Beberkan Data Penurunan Kecelakaan 7,8 Persen


Kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tidak hanya sekadar pemantauan rutin, tetapi juga menjadi momen pembacaan hasil akhir operasi keselamatan Lebaran 2026. Dalam paparannya, ia mengumumkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik dan balik mengalami penurunan sebesar 7,8 persen jika dibandingkan dengan tahun 2025. Penurunan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan transportasi yang lebih aman.

Uniknya, pencapaian ini diraih di saat jumlah pemudik mengalami peningkatan yang cukup drastis, yaitu sebesar 20,49 persen atau sekitar 2,9 juta jiwa. Melihat data tersebut, Sigit menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal angka, melainkan nyawa yang terselamatkan. Secara rinci, ia menyebutkan bahwa kasus kecelakaan berujung fatalitas turun sebanyak 112 kasus, dengan total korban jiwa yang tercatat berada di angka 265. Ini adalah pencapaian krusial yang menjadi target utama setiap tahunnya.

Kapolri juga menyempatkan diri untuk memberikan arahan langsung kepada masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik. Ia mengingatkan agar setiap pengendara memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan tidak memaksakan diri mengemudi jika sudah kelelahan. Fasilitas pendukung seperti rest area dan buffer zone yang tersebar di sepanjang jalur mudik harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan beristirahat yang cukup, konsentrasi berkendara akan pulih dan risiko kecelakaan dapat dihindari.

Menjelang berakhirnya masa angkutan Lebaran, data menunjukkan bahwa arus balik sudah menunjukkan tren melandai. Hingga pagi hari, tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta. Sisanya, sekitar 385 ribu kendaraan atau 13,07 persen, masih dalam perjalanan. Kapolri optimistis bahwa sisa perjalanan ini dapat diselesaikan dengan lancar. Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh rangkaian mudik tahun ini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan selamat bagi seluruh rakyat Indonesia.(Avs)

Jumat, 27 Maret 2026

Antre Kapal di Ketapang Tak Perlu Menyiksa: Kapolda Jatim Punya Cara agar Pemudik Tetap Nyaman


Bagi pemudik yang pengalamannya pernah terjebak antrean panjang di Pelabuhan Ketapang, suasana arus balik tahun ini mungkin terasa berbeda. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, hadir dengan pendekatan yang lebih manusiawi dalam mengelola kepadatan penyeberangan menuju Bali. Saat berada di Rest Area Utama Raya Situbondo pada Jumat, 27 Maret 2026, ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri masuk ke dermaga saat antrean mulai terbentuk, melainkan memanfaatkan buffer zone atau kantong parkir yang telah disiapkan sebagai tempat menunggu yang lebih nyaman dan teratur.

Kapolda menjelaskan bahwa kebijakan buffer zone ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pemudik. Alih-alih membiarkan kendaraan mengular di sepanjang jalan raya, petugas akan mengarahkan kendaraan yang menunggu giliran naik kapal ke kantong parkir yang telah disediakan. Di sana, pemudik dapat beristirahat dengan lebih tenang tanpa harus terus-menerus menggerakkan kendaraan mengikuti antrean. Kapolda menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan kepolisian yang mengutamakan kenyamanan masyarakat.

Selain pengaturan antrean, Kapolda Jatim juga memastikan bahwa kesiapan armada penyeberangan tidak menjadi kendala. Koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry telah dilakukan untuk memastikan jumlah kapal yang beroperasi mencukupi kebutuhan. Seluruh aspek keamanan armada juga telah dicek secara menyeluruh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang keselamatan selama penyeberangan. Kapolda menekankan bahwa pelayanan yang baik adalah hasil dari persiapan yang matang dan kolaborasi lintas instansi yang solid.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan pemudik untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih menunjukkan intensitas hujan cukup tinggi. Ia mengimbau pengemudi untuk lebih berhati-hati, mengutamakan keselamatan, dan tidak ragu beristirahat jika merasa lelah. Pos pelayanan dan rest area yang tersedia sepanjang jalur dapat dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan strategi yang berorientasi pada kenyamanan pemudik, Kapolda optimistis arus balik menuju Bali akan berjalan aman, lancar, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh masyarakat yang masih dalam perjalanan. (Avs)

Siaga di Tengah Lonjakan: Kapolda Jatim Pastikan Arus Balik Tetap Terkendali


Ketika volume kendaraan melonjak 18 persen, kewaspadaan justru harus ditingkatkan, bukan dikendurkan. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, saat memimpin pemantauan arus balik Lebaran 2026 dari udara pada Jumat, 27 Maret 2026. Dengan jangkauan pemantauan mulai dari Tol Ngawi di perbatasan Jawa Tengah, jalur Pantura Tuban, jalur Wonogiri–Pacitan, hingga Situbondo dan Ketapang, ia memastikan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan, kondisi lalu lintas di Jawa Timur tetap dalam status aman, lancar, dan terkendali.

Di tengah lonjakan yang terjadi, Kapolda mengidentifikasi beberapa faktor yang membantu menjaga stabilitas lalu lintas. Salah satunya adalah pola pergerakan masyarakat yang tidak lagi terfokus pada satu momen puncak. Ia mencatat bahwa peningkatan volume kendaraan juga dipengaruhi oleh tingginya aktivitas wisata masyarakat yang masih menikmati sisa libur Lebaran. Dengan pergerakan yang tersebar di berbagai ruas dan waktu, beban lalu lintas menjadi lebih terdistribusi. Selain itu, difungsikannya pintu Tol Situbondo Barat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kepadatan di wilayah Tapal Kuda yang selama ini menjadi tantangan tersendiri.

Kapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 tetap disiagakan penuh. Ia tidak ingin ada ruang bagi kelengahan, mengingat potensi lonjakan susulan masih mungkin terjadi. Personel difokuskan pada jalur tol, jalur wisata, dan titik penyeberangan yang menjadi simpul-simpul pergerakan utama. Kapolda juga memastikan bahwa pemantauan dan evaluasi terus dilakukan di titik-titik rawan, termasuk di kawasan perbatasan Jawa Timur–Jawa Tengah, untuk mengantisipasi setiap perubahan dinamika lalu lintas di lapangan.

Menyadari bahwa arus balik baru mencapai sekitar 30 persen, Kapolda mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan. Ia mengingatkan bahwa masih ada waktu hingga akhir pekan, sehingga pemudik dapat mengatur jadwal dengan lebih fleksibel untuk menghindari potensi penumpukan. Dengan kesiapan personel yang terjaga dan kesadaran masyarakat yang terus diharapkan meningkat, Kapolda optimistis bahwa seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 akan berjalan aman dan lancar hingga akhir. (Avs)

Lebih dari Sekadar Tugas: Polres Nganjuk Buktikan Kepedulian untuk Anak Yatim


Tugas kepolisian sering kali digambarkan dengan hal-hal yang tegas dan formal. Namun, di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk pada Jumat pagi, 27 Maret 2026, gambaran itu berubah menjadi lebih lembut. Para pejabat utama, anggota, dan ASN terlihat duduk dengan khusyuk mengikuti pembinaan rohani dan mental, kemudian dengan penuh kehangatan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di balik seragam dan kewenangan, ada hati yang peduli yang terus dipupuk dan dijaga.

Rangkaian acara yang menggabungkan pembinaan spiritual dengan aksi sosial ini dirancang untuk memperkuat fondasi moral setiap personel. KOMPOL Burhanudin, S.Sos., Kabag SDM Polres Nganjuk, menyampaikan bahwa memberikan santunan kepada anak yatim adalah salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan empati di lingkungan kerja. Ia menegaskan bahwa seorang anggota Polri yang memiliki rasa peduli yang tinggi akan lebih mudah menjalankan tugas pengayoman masyarakat dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mohammad Kholil turut menambah kedalaman makna kegiatan ini. Ulama Kamtibmas yang akrab dengan kehidupan masyarakat itu mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen berbagi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi, baik dengan keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat, akan membuka pintu keberkahan dalam kehidupan. Pesan ini menjadi penegas bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari pencapaian karier, tetapi juga dari ketulusan berbagi dengan sesama.

Saat santunan diserahkan, terlihat kebahagiaan di wajah anak-anak yatim piatu yang hadir. Bagi mereka, perhatian yang diberikan oleh para personel Polres Nganjuk menjadi pengalaman yang mungkin akan terus dikenang. Bagi institusi kepolisian sendiri, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tugas melindungi dan melayani masyarakat akan terasa lebih bermakna ketika dilakukan dengan hati. Polres Nganjuk berkomitmen untuk terus menebarkan kebaikan dan mempererat hubungan dengan masyarakat, karena pada akhirnya, keamanan yang sesungguhnya lahir dari kebersamaan dan kepedulian yang tulus. (Avs)

Setelah Operasi Usai, Kapolres Bojonegoro Pastikan Wisatawan Tetap Terlindungi Lewat KRYD


Tidak ada istilah libur bagi pengamanan kepolisian, itulah yang dibuktikan oleh AKBP Afrian Satya Permadi bersama jajaran Polres Bojonegoro pasca berakhirnya Operasi Ketupat Semeru 2026. Dengan menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di kawasan wisata Waduk Sonorejo, Kapolres Bojonegoro yang didampingi Kapolsek Padangan turun langsung memastikan bahwa masyarakat yang masih menikmati momen libur Lebaran dapat beraktivitas dengan tenang dan aman. Patroli dialogis ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian terus berlangsung tanpa putus.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (26/3/26) ini tidak hanya berupa pemantauan dari kejauhan, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan para wisatawan, pengelola, dan pedagang di sekitar lokasi. Melalui dialog aktif, petugas dapat menyerap aspirasi sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan bersama. AKBP Afrian menjelaskan bahwa layanan ini ditujukan baik bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan balik mudik maupun yang masih memilih berlibur di destinasi wisata lokal seperti Waduk Sonorejo.

Dalam patrolinya, Kapolres Bojonegoro juga menyoroti potensi kerawanan seperti kepadatan arus lalu lintas di akses masuk wisata serta tindak kriminalitas yang kerap terjadi di tempat ramai. Ia mengimbau para pengunjung untuk tetap waspada, menjaga barang bawaan, dan mematuhi aturan yang berlaku. Dengan kesiapsiagaan petugas yang ditempatkan di berbagai objek vital, Polres Bojonegoro berkomitmen untuk terus mengawal kenyamanan warga hingga masa mudik dan balik benar-benar usai.(Avs)

Helikopter Polisi Mengudara, Kapolda Jatim Turun Langgar Awasi Arus Balik


Langit Jawa Timur menjadi saksi keseriusan pengamanan arus balik Lebaran 2026 ketika Kapolda Jatim memilih turun langsung ke udara. Irjen Pol Nanang Avianto bersama jajaran melaksanakan patroli udara menggunakan helikopter dalam kegiatan KRYD pasca Operasi Ketupat Semeru 2026. Bukan tanpa alasan, pemantauan dari ketinggian ini menjadi cara paling efektif untuk mendapatkan gambaran utuh tentang situasi lalu lintas dan keamanan di jalur-jalur utama, mulai dari pintu masuk Ngawi hingga kawasan wisata di Banyuwangi yang masih diserbu pengunjung.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa langkah ini diambil mengingat arus balik masih berlangsung dan membutuhkan pengawasan ekstra. Dengan melihat langsung dari helikopter, tim di darat dapat segera mendapatkan instruksi antisipatif jika ditemukan titik kepadatan atau potensi gangguan. Hasil pantauan menunjukkan bahwa meski pergerakan kendaraan cukup tinggi, seluruh situasi di Jawa Timur berjalan aman dan kondusif, membuktikan bahwa kolaborasi antara pemantauan udara dan penanganan di lapangan berjalan sangat sinergis.

Salah satu pencapaian yang patut diapresiasi adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga 37 persen, sebuah penurunan yang sangat signifikan di momen mudik yang biasanya rawan insiden. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kesiapan personel dan kesadaran masyarakat mulai meningkat dalam menciptakan perjalanan yang selamat. Masyarakat yang masih dalam perjalanan pulang diimbau untuk tidak memaksakan diri, memanfaatkan kebijakan work from anywhere demi kenyamanan bersama, serta selalu mengandalkan layanan darurat 110 yang tersedia gratis 24 jam sebagai mitra terpercaya dalam menjaga keamanan selama perjalanan.(Avs)

Kamis, 26 Maret 2026

Refleks Seorang Polisi: Bripka Candra dan Pertolongan Cepat di Depan SPBU Mastrip


Kejadian tak terduga kerap menguji ketanggapan seseorang. Bagi Bripka Candra, anggota Satlantas Polres Nganjuk, ujian itu datang di Jumat (27/3/2026) saat ia melintas di depan SPBU Mastrip. Di depannya, sebuah becak motor tiba-tiba kehilangan kendali dan terperosok di bahu jalan, menjatuhkan dua penumpang yang langsung mengerang kesakitan. Refleksnya langsung berbicara: ia menepi, mematikan mesin, dan melompat turun untuk memberikan pertolongan.

Di lokasi, Bripka Candra bekerja dengan efisien. Ia segera mengecek kondisi kedua korban, memastikan luka lecet yang mereka derita tidak disertai patah tulang atau cedera internal. Kemudian, tanpa membuang waktu, ia menghubungi tim medis dan unit laka lantas. Koordinasi ini dilakukan dengan cepat, memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan lanjutan tidak terhambat oleh birokrasi atau kepanikan yang biasanya terjadi pasca kecelakaan.

Pujian datang dari atasannya, AKP Ivan Danara Oktavian, yang menyoroti betapa pentingnya kesigapan seperti ini. “Setiap anggota kami dibekali kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama di lapangan,” kata Kasat Lantas tersebut, menjelaskan bahwa tindakan Bripka Candra adalah cerminan dari pelatihan yang konsisten. Ia menekankan bahwa di lapangan, waktu respons yang cepat bisa menjadi pembeda antara luka ringan dan komplikasi yang lebih serius.

Kedua korban akhirnya dievakuasi tim medis dan mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, Bripka Candra kembali ke tugasnya dengan hati lega. Namun, bagi warga yang menyaksikan, aksinya menjadi contoh nyata bahwa profesi polisi tidak hanya soal tilang dan penjagaan, tetapi juga kesiapan menjadi penyelamat di saat genting. Dari tepi Jalan Mastrip, satu aksi cepat telah mengukir kesan mendalam tentang dedikasi seorang anggota kepolisian. (Avs)

Ketika Polisi Jadi ‘Peternak’: Asistensi Bhabin di Nganjuk Pacu Produktivitas Lahan Sempit


Ada pemandangan tak biasa di pekarangan warga Nganjuk, Jumat (27/3/2026). Seorang polisi dengan sabar duduk di pinggir kolam terpal, ikut membenahi instalasi air dan mengecek warna air tempat ribuan lele berenang. Sosok itu adalah AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, yang sedang melakukan asistensi program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Di sini, garis antara aparat keamanan dan pendamping usaha tani seolah lenyap, digantikan oleh satu tujuan bersama: mewujudkan ketahanan pangan dari rumah sendiri.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan yang humanis. Alih-alih sekadar memberikan arahan dari kejauhan, AIPTU Saktian membaur dengan warga untuk memastikan manajemen kolam berjalan optimal. Ia memberikan pendampingan soal pemilihan pakan yang tepat hingga manajemen risiko kematian ikan. Dengan begitu, warga tak hanya menjalankan program, tetapi juga mendapatkan transfer ilmu yang membuat mereka lebih mandiri di masa depan.

Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaedi, menilai bahwa keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam kegiatan produktif seperti ini merupakan langkah strategis mendukung program pemerintah. “Kami tidak hanya bicara soal stabilitas keamanan, tetapi juga stabilitas pangan. Dengan memanfaatkan media terpal, warga bisa mendapatkan protein ikan tanpa perlu lahan luas. Ini adalah inovasi yang harus didukung penuh,” tuturnya, mengapresiasi kinerja anggotanya.

Harapan yang ingin dibangun adalah terciptanya ekosistem mandiri di tingkat rumah tangga. AIPTU Saktian Suryani mengungkapkan, keberhasilan budidaya ini akan menjadi contoh bagi warga lain. Saat kolam terpal berhasil memberikan tambahan penghasilan, maka bukan tidak mungkin program serupa akan menjalar ke setiap sudut desa. Dengan pendampingan yang konsisten, Polri membuktikan bahwa mereka tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga ikut bertani dan beternak demi kesejahteraan bersama. (Avs)

Tidak Hanya Saat Operasi: Polda Jatim Pastikan Keamanan Arus Balik Berlanjut Lewat KRYD


Ketika Operasi Ketupat Semeru 2026 resmi berakhir pada 25 Maret, kebanyakan orang mungkin mengira bahwa seluruh rangkaian pengamanan mudik telah usai. Namun di Polda Jawa Timur, narasinya berbeda. Justru di momen inilah jajaran kepolisian mulai mengaktifkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk memastikan sisa arus balik lebaran yang masih berlangsung hingga 29 Maret tetap mendapatkan layanan pengamanan yang maksimal. Ini adalah bentuk konsistensi pelayanan yang tidak mengenal jeda.

Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menegaskan bahwa pengelolaan arus balik akan dilakukan dengan standar yang sama ketatnya seperti saat arus mudik. Menurutnya, setiap pemudik yang tengah dalam perjalanan kembali ke tempat kerja memiliki hak yang sama untuk merasa aman dan nyaman. "Polda Jatim memastikan pengamanan tetap optimal agar setiap pemudik yang melakukan perjalan balik ke tempat kerja masing-masing merasa aman dan selamat sampai tujuan," tegasnya dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (27/3).

Tidak hanya menyiagakan personel di titik-titik strategis, Polda Jatim juga secara aktif mengingatkan masyarakat tentang pentingnya persiapan matang sebelum melakukan perjalanan balik. Kombes Abast mengimbau agar para pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengatur waktu perjalanan dengan lebih fleksibel, sehingga tidak perlu terburu-buru menghadapi kepadatan. Ia juga mengingatkan untuk selalu memperhatikan kondisi fisik pengemudi serta memastikan kendaraan dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan jauh.

Refleksi dari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tahun ini mengalami lonjakan yang cukup berarti. Data yang dihimpun selama periode 13 hingga 25 Maret mencatat total kendaraan keluar-masuk Jawa Timur sebanyak 2.179.014 unit, meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun angka ini cukup signifikan, secara umum operasi dapat berjalan aman dan lancar dengan tingkat gangguan kamtibmas yang sangat minim.

Kombes Abast menyebut bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kesigapan petugas di lapangan serta kolaborasi yang solid dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi lintas sektor ini terbukti mampu mengurai kepadatan di titik-titik rawan dengan cepat dan efisien. Dengan KRYD yang masih berlangsung hingga akhir pekan, Polda Jatim berkomitmen untuk terus menjaga momentum tersebut, memastikan bahwa seluruh sisa arus balik lebaran dapat berjalan dengan aman, lancar, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat yang telah merayakan Idulfitri.(Avs)