Kamis, 12 Maret 2026

Madura Waspada! 8 Pasar Tumpah Jadi Prioritas Pengamanan Mudik Polda Jatim


Menjelang Operasi Ketupat 2026, Polda Jawa Timur memberikan perhatian khusus pada potensi kemacetan di wilayah Madura. Dirlantas Kombes Pol Iwan Saktiadi mengungkapkan bahwa hasil pemetaan menunjukkan adanya delapan lokasi pasar tumpah yang biasa muncul menjelang Lebaran. Pasar-pasar dadakan ini, meskipun menjadi denyut ekonomi masyarakat, berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Oleh karena itu, Polda Jatim telah berkoordinasi dengan Kasat Lantas setempat untuk mencari langkah antisipasi. Pengaturan lalu lintas sementara dan sosialisasi kepada pedagang akan dilakukan agar aktivitas pasar tidak menyendatkan jalan. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan mematuhi arahan petugas saat melintasi lokasi-lokasi tersebut.

Operasi yang akan berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret ini, tidak hanya menyasar Madura, tetapi juga seluruh jalur utama di Jawa Timur. Jalur Pantura, jalur tengah, selatan, hingga Tapal Kuda dan kawasan timur menjadi prioritas pengamanan. Di jalur arteri Tuban, misalnya, terdapat 25 titik rawan kecelakaan yang harus diwaspadai, terutama karena tingginya volume kendaraan logistik. Kombes Iwan menjelaskan bahwa pemetaan ini dilakukan bersama Jasa Marga, Dinas PU, dan Dinas Perhubungan sejak sebulan lalu. Data yang terkumpul menjadi dasar bagi petugas untuk menyusun strategi di lapangan. Semua ini adalah upaya untuk memastikan perjalanan mudik masyarakat aman dan nyaman.

Selain kemacetan, aspek keselamatan pengemudi juga menjadi perhatian utama dengan identifikasi titik-titik lelah. Di sepanjang ruas tol Jawa Timur yang panjang, tersedia 27 rest area yang telah diperiksa dan siap digunakan. Rest area tipe A, B, dan C ini diharapkan dapat menjadi tempat beristirahat yang layak bagi pemudik. Petugas juga akan berpatroli untuk mengingatkan pengemudi yang mulai menunjukkan gejala kelelahan. Di jalur arteri, titik-titik istirahat alami juga akan dipetakan untuk membantu pengemudi. Keselamatan adalah prioritas utama, dan Polda Jatim berkomitmen untuk menjaganya.

Di sisi lain, Kombes Iwan mengingatkan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar operasi lalu lintas, tetapi juga wujud pelayanan spiritual masyarakat. Perjalanan mudik adalah momen sakral untuk bertemu keluarga dan beribadah, sehingga keamanan di tempat ibadah juga akan dijaga. Petugas akan hadir di masjid-masjid besar dan lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan keagamaan. Dengan pendekatan humanis dan persiapan matang, diharapkan seluruh masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan. Polda Jatim mengajak semua pihak untuk bekerja sama menciptakan mudik yang aman, lancar, dan penuh berkah.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar