Di tengah gempuran modernisasi, ada cerita hangat dari Nganjuk tentang bagaimana seorang polisi membujuk warganya untuk betah di rumah dengan cara yang tidak biasa: beternak ikan. Brigpol Agung Pamuji memperkenalkan sistem bioflok sebagai solusi bagi warga yang ingin produktif tanpa harus merantau ke kota. Idenya sederhana, tapi dampaknya luar biasa.
Dengan kolam terpal bundar berdiameter 3 meter, warga bisa memelihara ribuan ekor ikan nila dan lele. Rahasianya ada pada gelembung-gelembung aerasi yang menjaga kolam tetap kaya oksigen, serta campuran molase yang menjadi makanan bakteri. Bakteri inilah yang kemudian menjadi pakan alami ikan, membuat biaya pakan bisa ditekan hingga hampir separuhnya.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, melihat aktivitas ini sebagai langkah preventif untuk memperkuat ekonomi keluarga. Ketika warga memiliki sumber pendapatan tambahan dari pekarangan rumah, tekanan ekonomi berkurang dan kesejahteraan meningkat. Apalagi, ikan hasil panen bisa dikonsumsi sendiri atau dijual, menjadi sumber protein murah bagi keluarga.
Di sela-sela tugas patroli, Brigpol Agung kini selalu menyempatkan diri menengok kolam-kolam binaannya. Ia tak hanya mengecek keamanan, tetapi juga ikut menghitung bobot ikan dan memberi semangat. Hasilnya, senyum warga yang memanen ikan adalah bukti paling nyata bahwa kehadiran polisi bisa membawa berkah, bukan sekadar ketertiban. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar