Kamis, 09 April 2026

Alarm Kesehatan di Markas: 189 Polisi Nganjuk Divaksin Hepatitis B, Apa yang Terjadi?


Ada yang berbeda di Polres Nganjuk, Selasa 7 April 2026. Aula Tantya Sudhirajati yang biasa dipakai rapat dadakan, pagi itu penuh dengan tensimeter, alkohol swab, dan jarum suntik. Targetnya 189 personel Polri dan Polwan menjalani vaksinasi Hepatitis B tahap pertama, hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. Bukan tanpa alasan. Belakangan, kesadaran akan risiko penularan penyakit saat bertugas meningkat, dan hepatitis B masuk dalam daftar ancaman prioritas karena bisa bersifat kronis. Polres Nganjuk memilih bergerak cepat sebelum ada korban.

"Kesehatan personel adalah napas dari pelayanan kami," ujar AKBP Suria Miftah Irawan. Baginya, vaksinasi ini adalah bentuk perlindungan paling rasional terhadap risiko kerja yang tidak bisa dihilangkan, hanya bisa diminimalisir. Vaksinasi tahap pertama ini juga menjadi momen evaluasi kesadaran individu: seberapa peduli anggota polisi terhadap kesehatannya sendiri? Kapolres menekankan bahwa tidak ada kompromi untuk urusan pencegahan. Maka, 189 personel pun rela meluangkan waktu untuk disuntik, demi diri sendiri dan demi masyarakat yang mereka layani.

Rencana ke depan sudah tersusun rapi. Dosis kedua dan ketiga akan diberikan pada Mei dan Juni 2026. Aipda Sunarto dari Kasidokkes Polres Nganjuk mengingatkan bahwa vaksin Hepatitis B tidak bekerja seperti obat instan. "Butuh tiga kali suntikan dengan jarak tertentu agar tubuh membentuk memori imun yang kuat," jelasnya. Ia mengimbau semua personel yang sudah ikut tahap pertama untuk tidak absen pada tahap selanjutnya, karena satu dosis yang terlewat bisa mengurangi efektivitas secara drastis. Polres bahkan menyiapkan buku kontrol vaksinasi per individu.

Penutup dari langkah preventif ini adalah harapan besar. Polres Nganjuk ingin seluruh personel tidak hanya lolos dari Hepatitis B, tetapi juga menjadi contoh hidup bagi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dewasa. Seringkali vaksin hanya dianggap urusan anak-anak, padahal orang dewasa dengan mobilitas tinggi justru lebih rentan. Dengan 189 personel yang tervaksin, Polres Nganjuk mengirim sinyal: perlindungan kesehatan tidak kenal pangkat, usia, atau profesi. Pelayanan publik yang stabil dimulai dari tubuh aparat yang terlindungi. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar