Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, menjelaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi strategis memiliki peran krusial. Selain mengawasi proses distribusi agar berjalan sesuai aturan, petugas juga bertugas mengatur arus kendaraan untuk mencegah kemacetan yang dapat memicu gesekan antar pengendara. Dalam situasi antrean panjang, kesabaran masyarakat kerap diuji, dan kehadiran aparat menjadi faktor penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.
Lebih dari itu, polisi juga menyisipkan pesan-pesan edukatif dalam setiap interaksi dengan masyarakat. AKP Tri Novi menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menetapkan adanya penyesuaian harga BBM. Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying karena perilaku tersebut hanya akan menambah tekanan pada rantai distribusi dan berpotensi menciptakan kelangkaan buatan yang tidak perlu terjadi.
Polresta Sidoarjo berkomitmen untuk tidak hanya melakukan patroli secara sporadis, tetapi mengoptimalkannya sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkelanjutan. Lokasi SPBU yang rawan antrean akan terus mendapat perhatian, sementara titik-titik keramaian lainnya juga masuk dalam daftar prioritas pengawasan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi yang masih mungkin berkembang.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan terhindar dari potensi gangguan keamanan. Polresta Sidoarjo mengajak seluruh warga untuk tetap waspada namun tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menjaga stabilitas wilayah sebagai bentuk ketahanan kolektif dalam menghadapi tantangan eksternal. (Avs)
0 comments:
Posting Komentar