Kamis, 23 April 2026

Bhabinkamtibmas Getas Goyang Tradisi: Bertani Cabai Tak Lagi Takut Gagal Panen Berkat Green House Sederhana

Selama puluhan tahun, para petani cabai di Desa Getas, Nganjuk, terbiasa menerima kenyataan pahit saat musim hujan atau kemarau panjang tiba. Tanaman cabai mereka seringkali rusak, buahnya rontok, atau bahkan mati total karena serangan hama dan cuaca ekstrem. Namun, semua itu mulai berubah sejak BRIPKA Moch. Muhajir, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, memperkenalkan konsep green house sederhana pada Jumat, 24 April 2026. Kini, warga binaannya tidak perlu lagi cemas melihat langit mendung atau terik matahari yang menyengat.

Bagaimana cara kerja green house sederhana ini sehingga mampu mengubah nasib para petani cabai di Desa Getas? Rahasianya terletak pada kemampuannya menciptakan iklim mikro yang stabil di dalam area tanam. Suhu dan kelembaban dapat dikendalikan dengan membuka dan menutup ventilasi sesuai kebutuhan. Hama seperti kutu kebul dan ulat grayak juga lebih mudah dicegah karena green house menjadi penghalang fisik yang efektif. BRIPKA Moch. Muhajir bahkan mengajarkan warga cara membuat perangkap hama sederhana dari botol bekas yang diletakkan di sudut-sudut green house.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan oleh BRIPKA Moch. Muhajir adalah contoh sempurna dari konsep "polisi yang membumi". Beliau tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Kapolres juga menginstruksikan agar metode green house sederhana ini segera direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di Nganjuk. "Jika setiap desa memiliki Bhabinkamtibmas yang kreatif seperti BRIPKA Muhajir, ketahanan pangan nasional akan terwujud dengan sendirinya," ujarnya.

Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pendampingan terhadap warga tidak akan berhenti setelah green house selesai dibangun. BRIPKA Moch. Muhajir akan terus memantau pertumbuhan tanaman dan memberikan saran perawatan secara berkala. Warga pun diminta untuk mencatat setiap perkembangan agar bisa dievaluasi bersama. Dengan sistem yang berkelanjutan ini, tidak ada lagi alasan bagi warga Desa Getas untuk takut bertani cabai. Kini, yang ada hanya optimisme bahwa dari pekarangan yang sempit, kesejahteraan keluarga dapat diwujudkan.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar