Senin, 20 April 2026

Dari Kebaya hingga Jungkat-jungkit, Polres Nganjuk Rayakan Kartini dengan Cara Tak Terduga


Siapa sangka bahwa peringatan Hari Kartini di Polres Nganjuk pada Selasa (21/4/2026) tidak diisi dengan lomba pidato atau pembacaan biografi, melainkan dengan kebaya, beskap, wahana permainan, dan antrean SIM yang penuh senyum. Program "Polantas Menyapa" spesial kali ini memang sengaja dirancang untuk meruntuhkan tembok psikologis antara polisi dan masyarakat. Para petugas Satlantas yang biasanya tampil serba cokelat dan tegas, hari itu berubah menjadi pemandu yang ramah dengan balutan busana adat Nganjuk. Di ruang tunggu, anak-anak kecil tertawa riang di wahana jungkat-jungkit mini, sementara orang tua mereka mengurus berkas dengan tenang.

Dari perspektif seorang kakek yang mengantar cucunya mengurus SIM, pemandangan ini seperti mimpi. Tiga puluh tahun lalu, ketika ia masih muda, kantor polisi adalah tempat yang ia hindari karena suasananya yang menegangkan. Sekarang, cucunya justru antusias diajak ke polisi karena katanya "ada ayunan". Ia tersenyum melihat perubahan zaman yang sungguh luar biasa. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, yang ikut memantau langsung pelayanan, menjelaskan bahwa transformasi ini adalah buah dari reformasi internal yang panjang. "Kami tidak ingin masyarakat datang ke sini dengan perasaan terpaksa. Kami ingin mereka datang dengan kesadaran bahwa mengurus dokumen adalah hak mereka, dan kami di sini untuk memudahkan, bukan mempersulit," ujarnya.

Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa perhatian kepada anak-anak bukanlah tambahan yang bersifat "nice to have", melainkan kebutuhan mendasar. Dari pengamatannya, banyak kecelakaan lalu lintas terjadi karena orang tua tidak memiliki dokumen lengkap karena menunda mengurusnya akibat kesulitan membawa anak. Dengan menyediakan area ramah anak, mereka menghilangkan alasan tersebut. Lebih jauh lagi, ini adalah investasi jangka panjang: anak-anak yang tumbuh dengan kesan positif terhadap polisi akan lebih kooperatif ketika mereka dewasa nanti. Sebuah studi tidak resmi yang mereka lakukan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan berlalu lintas lebih tinggi di daerah di mana polisi memiliki citra positif di mata masyarakat, terutama anak-anak.

Ketika matahari sore mulai condong, wahana permainan perlahan dikosongkan dan para petugas melepas busana adat mereka dengan senyum lelah namun puas. Dalam satu hari, Polres Nganjuk telah membuktikan bahwa pelayanan publik tidak harus dingin dan prosedural. Dengan sedikit sentuhan empati dan kreativitas, mereka berhasil menciptakan ekosistem yang memberdayakan perempuan (karena ibu-ibu bisa mengurus administrasi tanpa stres) dan melindungi anak (karena anak-anak mendapatkan ruang yang aman). Semangat Kartini tentang kemajuan dan kesetaraan ternyata bisa diterjemahkan ke dalam wahana jungkat-jungkit dan sepotong kue untuk anak-anak. Dan mungkin, inilah bentuk perayaan yang paling membekas: ketika nilai-nilai luhur tidak hanya didengar, tetapi dirasakan oleh mereka yang paling kecil sekalipun.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar