Rabu, 15 April 2026

Polisi Ini Ubah Pekarangan Warga Gejakan Jadi Sekolah Pembibitan Dadakan


Seorang polisi bernama Bripka Guntur Wahyudi memutuskan untuk mengubah halaman rumah warga Desa Gejakan menjadi ruang kelas terbuka. Kamis (16/4/2026), ia memantau lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang kini berfungsi sebagai tempat pembibitan cabai, terong, dan seledri. Bukan sekadar kebun biasa, tempat ini menjadi sekolah dadakan di mana warga belajar dari nol tentang cara menyemai, merawat, dan memindahkan bibit dengan teknik yang benar.

Bripka Guntur berperan sebagai guru sekaligus teman diskusi yang sabar menjelaskan ulang jika ada warga yang belum paham. Ia bahkan membawa contoh bibit yang gagal dan sukses agar warga bisa membandingkan secara langsung. Metode pembelajaran visual ini terbukti ampuh karena warga yang awalnya malu bertanya kini mulai berani mengemukakan pendapat dan berbagi pengalaman mereka sendiri.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengungkapkan bahwa program ini adalah bentuk inovasi pelayanan publik yang patut dicontoh. "Kami ingin Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mencerdaskan masyarakat dalam hal-hal yang mendukung kehidupan mereka," ujarnya. Pihaknya mendukung penuh kegiatan seperti ini karena dampaknya langsung dirasakan oleh keluarga-keluarga di tingkat bawah.

AKP Triyono, Kapolsek Loceret, menegaskan bahwa keberhasilan program ini terletak pada konsistensi pendampingan, bukan pada besar kecilnya lahan. Bripka Guntur ditugaskan untuk terus memantau perkembangan pembibitan setiap minggu dan mencatat kendala yang muncul. Pada akhirnya, sekolah pembibitan dadakan ini diharapkan bisa melahirkan petani-petani handal yang tidak lagi bergantung pada bibit dari luar, tetapi mampu memproduksi kebutuhan mereka sendiri secara mandiri.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar