Yang diberi vitamin oleh AIPTU Gunardi di Desa Wates bukanlah kambing-kambing gemuk yang berdiri di kandang, melainkan para peternaknya sendiri yang selama ini kurang mendapat penyuluhan tentang manajemen kesehatan hewan menjelang musim kurban. Sebagai Bhabinkamtibmas sekaligus penggerak ketahanan pangan, ia memanfaatkan momen H-30 Idul Adha 1447 H untuk memastikan setiap warga binaannya mampu merawat kambing dengan benar dan tidak panik saat ternak menunjukkan gejala sakit.
Pengetahuan yang disampaikan oleh aparat kepolisian ini ternyata lebih praktis dan membumi dibandingkan buku-buku peternakan yang sulit dipahami oleh peternak skala rumah tangga. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan anggota di desa binaan adalah transfer ilmu langsung yang disesuaikan dengan kondisi riil kandang warga, bukan sekadar teori dari balik meja.
AIPTU Gunardi dengan sabar mengajarkan cara memeriksa denyut jantung kambing hanya dengan meletakkan telapak tangan di dada kiri hewan, serta trik sederhana melihat kesehatan dari warna gusi dan kelembaban hidung. Peternak yang tadinya cuek kini mulai rajin mencatat jadwal pemberian pakan dan membersihkan kandang setiap pagi karena mereka sadar bahwa kesehatan kambing adalah cerminan kepedulian mereka terhadap ibadah kurban.
Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa pendekatan edukasi seperti ini lebih efektif daripada sekadar memberi imbauan karena peternak yang paham akan merawat ternaknya dengan penuh kesadaran, bukan karena rasa takut.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar