Minggu, 03 Mei 2026

Dari Pekarangan Sempit ke Lumbung Ekonomi: Kisah Sidoharjo dan Pembibitan Sawo-Kelengkeng

Apa yang bisa dilakukan dengan pekarangan seluas dua meter persegi? Di Desa Sidoharjo, Nganjuk, jawabannya adalah: mulai pembibitan sawo dan kelengkeng. Senin (4/5/2026), AIPDA Sugeng dari Polsek Warujayeng turun langsung memantau program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang diinisiasi untuk mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan jangka panjang. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan bahwa pendampingan anggota di lapangan bertujuan mendorong kreativitas warga dalam memanfaatkan setiap jengkal tanah yang mereka miliki. Menurutnya, pekarangan yang produktif bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menambah pundi-pundi rupiah keluarga.

AIPDA Sugeng tidak sekadar menjadi pengawas pasif. Ia aktif memberi contoh cara menyemai bibit yang benar, memilih campuran tanah dan pupuk yang ideal, serta menentukan jadwal penyiraman yang pas untuk sawo dan kelengkeng. Kedua tanaman ini dipilih karena umur ekonominya panjang dan buahnya selalu dicari pembeli. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, mendukung penuh langkah terobosan ini. Ia bahkan berencana mengajak seluruh Bhabinkamtibmas di wilayahnya untuk meniru model pendampingan seperti yang dilakukan AIPDA Sugeng.

Dalam sepekan, puluhan rumah di Sidoharjo sudah memiliki kebun bibit mini di pekarangannya. Anak-anak pun ikut senang karena mereka belajar cara menanam dan merawat pohon buah sejak dini. AIPDA Sugeng berharap, enam bulan ke depan, bibit-bibit ini sudah bisa didistribusikan ke desa tetangga. Dari pekarangan sempit, ekonomi warga perlahan tumbuh. Ketahanan pangan nasional ternyata bisa dimulai dari hal sekecil ini. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar