Rabu pekan ini menjadi momen berbeda bagi warga Kelurahan Tanjunganom karena kedatangan AIPTU Saktian Suryani bukan untuk rapat keamanan, melainkan untuk melihat langsung kondisi kambing peliharaan mereka. Sebagai Bhabinkamtibmas yang juga mengemban peran penggerak ketahanan pangan, ia dengan teliti memeriksa kebersihan kandang, kesehatan fisik ternak, serta pola pemberian pakan kepada kambing warga binaannya. Setiap temuan langsung dicatat dan didiskusikan dengan pemilik agar tidak ada gangguan kesehatan yang terlewat.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menekankan bahwa tanpa dukungan peternakan rakyat yang sehat, program ketahanan pangan nasional akan kehilangan satu kakinya. Menurutnya, langkah AIPTU Saktian adalah contoh nyata bagaimana aparat bisa menjadi pendamping lapangan yang efektif bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak kambing dinilai sangat strategis karena tidak membutuhkan modal besar namun hasilnya bisa langsung dirasakan keluarga.
Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menambahkan bahwa komunikasi aktif antara Bhabinkamtibmas dan warga soal kesehatan ternak harus terus digencarkan. Dalam pemantauan itu, AIPTU Saktian tidak hanya bertugas sebagai polisi tetapi juga sebagai konsultan sederhana bagi peternak pemula. Warga pun akhirnya lebih paham kapan harus segera berkoordinasi dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan jika terjadi kejanggalan pada kambingnya.
Kandang-kandang di Tanjunganom mungkin kecil, tetapi perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sangat besar. Bhabinkamtibmas telah membuktikan bahwa menjaga keamanan juga berarti menjaga perut masyarakat, dimulai dari kesehatan satu ekor kambing. (Avs)

0 comments:
Posting Komentar