Senin, 04 Mei 2026

Rocky Gerung, Syahganda, dan Menteri Jumhur Satu Meja: Green Policing Riau Jadi Contoh Nasional

Pekanbaru menjadi pusat perhatian nasional ketika Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat hadir di Mapolda Riau bersama dua tokoh penggiat etika lingkungan dan solidaritas sosial, Rocky Gerung serta Syahganda Nainggolan. Kunjungan perdana ini bertujuan menggali praktik terbaik Green Policing yang telah dikembangkan Polda Riau, sebuah pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum tetapi juga transformasi budaya organisasi. Kapolda Irjen Herry Heryawan dengan lugas menyampaikan bahwa isu lingkungan di Riau tidak bisa dilepaskan dari persoalan keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial yang harus dijawab secara simultan.

Acara berlangsung dalam suasana yang menggabungkan formalitas kenegaraan dengan kehangatan budaya lokal, dimulai dari penyambutan adat, penayangan video program Waste to Energy, hingga pemaparan pengungkapan kasus lingkungan yang berhasil diungkap jajaran Polda Riau. Tak ketinggalan, peringatan Hari Buruh juga turut dirayakan dengan pemotongan tumpeng bersama perwakilan pekerja, menegaskan bahwa perjuangan lingkungan tidak boleh mengabaikan nasib kelas pekerja. Rocky Gerung yang dikenal kritis tampak memberikan apresiasi diam-diam terhadap langkah inovatif kepolisian Riau yang berani keluar dari pola penegakan hukum konvensional.

Menteri Jumhur Hidayat kemudian mengambil alih perhatian dengan pernyataan mengejutkan: ia merasa semua pidato yang sudah disiapkannya tidak lagi diperlukan karena paparan dari Polda Riau jauh melampaui ekspektasi. "Saya akan memastikan bersama teman-teman di kementerian, bagaimana apa yang dikerjakan hari ini bisa benar-benar terjadi di seluruh daerah," ujarnya dengan penuh semangat. Ia bahkan menilai konsep Green Policing yang dipaparkan begitu sempurna sehingga layak menjadi model replikasi nasional, dan berkelakar bahwa jika semua institusi menerapkannya, maka kementerian yang dipimpinnya mungkin bisa bubar karena tugas lingkungan sudah dijalankan dengan baik.

Menutup kunjungan, Menteri Jumhur memberikan perhatian khusus pada isu pertambangan ilegal yang kerap menjerat warga kecil. Ia meminta aparat membedakan antara penambang lokal yang bekerja karena desakan ekonomi dengan penampung atau cukong yang menjadi aktor utama kejahatan. Dorongan untuk segera menerbitkan izin usaha pertambangan rakyat menjadi pesan penutup yang menguatkan komitmen keadilan. Sesi foto bersama dan ramah tamah mengakhiri pertemuan bersejarah ini, menandai babak baru kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Polri dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar