Kertosono- Ada pemandangan tidak biasa di Dusun Pandan Asri, Selasa pagi. Seorang polisi dengan pakaian dinas Bhabinkamtibmas, Aipda Iswandi, terlihat jongkok di antara tanaman jagung sambil memegang tanah dan mengamati daun. Ia tidak sedang menyelidiki kasus, melainkan memantau langsung pertumbuhan jagung milik Bapak Marjono. Gerakan ini adalah interpretasi nyata dari perintah Kapolsek Kertosono, Kompol Joni Suprapto, yang ingin membuktikan bahwa ketahanan pangan dan ketertiban masyarakat adalah dua sisi mata uang yang sama.
Kertosono- Lewat pemantauan terjadwal ini, Aipda Iswandi berhasil mengidentifikasi tiga kendala utama petani: kelangkaan pupuk, ketidakpastian jadwal air, dan minimnya pengetahuan tentang hama. Ia tidak hanya mencatat, tetapi langsung menawarkan diri untuk mengoordinasikan masalah tersebut ke dinas pertanian. "Jika urusan perut warga aman, maka urusan kamtibmas akan lebih mudah," ujarnya. Inilah pembaruan fungsi Bhabinkamtibmas dari security menjadi fasilitator pembangunan desa. Tidak heran jika Marjono mengaku sangat terkesan dan merasa polisi kini benar-benar dekat dengan rakyat.
Kertosono- Setelah obrolan selesai, Aipda Iswandi sempat berkeliling lahan untuk memastikan tidak ada alat pertanian yang berserakan. Ia juga mengingatkan agar petani segera melapor jika ada orang mencurigakan yang mondar-mandir di sekitar kebun. Namun, pesan utamanya tetap pada dukungan tanpa syarat terhadap program pangan nasional. Dengan pendekatan seperti ini, Kertosono perlahan-lahan membangun ekosistem desa yang tangguh: perut kenyang, hati tenang, lingkungan aman.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar