Rabu, 24 Juni 2026

Dari Jagung hingga Stabilitas Nasional: Bedah Buku Wakapolri di STIK-PTIK Soroti Peran Polri di Luar Keamanan Konvensional


Jakarta Selatan- Di tengah upaya nasional memperkuat swasembada pangan, sebuah kegiatan bedah buku yang digelar di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK menjadi panggung diskusi menarik tentang bagaimana institusi kepolisian mengambil peran strategis di luar fungsi keamanan konvensional, Rabu (24/6/2026). Buku "Mengawal Pangan Menuai Aman" karya Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Irjen Pol. Dr. Anwar dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo ini mengangkat pengalaman dan praktik pengawalan program ketahanan pangan pada komoditas jagung, dan mendapat apresiasi luas dari para akademisi yang hadir sebagai penanggap, termasuk Guru Besar Antropologi UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto yang menilai buku ini berhasil menggambarkan keterkaitan utuh antara produksi, distribusi, pengawasan, dan stabilitas nasional.


Prof. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan bahwa peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan pendekatan yang melampaui fungsi keamanan konvensional, dan menurutnya ketahanan pangan harus dipahami sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara. Ia mendorong penguatan pendekatan berbasis data dan pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan big data untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian program pangan di masa depan, sebuah pandangan yang sejalan dengan tuntutan era modern di mana informasi akurat menjadi kunci efektivitas kebijakan.


Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., dari UIN Sunan Ampel Surabaya menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan dalam ketahanan pangan, mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat adalah bentuk pengabdian negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, drh. Pujo Harmadi, M.P., dari Kementerian Pertanian mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, dan pendampingan di lapangan, serta menilai buku tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor.


Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menutup forum dengan pernyataan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa, di mana ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik menghadapi berbagai tantangan global. Forum bedah buku ini menjadi ruang bertukar gagasan untuk penguatan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus memperkuat komitmen Polri yang sejalan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk berdialog langsung dengan petani dan nelayan sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap sektor pangan nasional.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar