Sabtu, 06 Juni 2026

Jagung, Petani, dan Bhabin: Aipda Gesang Tunjukkan Polisi Bisa Jadi Sahabat Lahan Kering


Di ujung Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, lahan-lahan kering yang dulu sering dianggap kurang produktif kini berubah menjadi hamparan jagung yang menjanjikan. Perubahan ini tidak terjadi secara ajaib, melainkan karena pendampingan intensif dari Aipda Gesang, Bhabinkamtibmas yang berperan sebagai penggerak ketahanan pangan. Pada Minggu (7/6/2026), ia melaksanakan pemantauan langsung, memastikan bahwa tanaman jagung warga binaannya mendapatkan perawatan optimal. Kegiatan ini adalah bukti bahwa Polri tidak hanya bisa menangani kejahatan, tetapi juga mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dari sektor paling dasar: pertanian.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menekankan bahwa program pendampingan petani oleh Bhabinkamtibmas adalah bentuk dukungan nyata Polri terhadap target swasembada pangan nasional. Jagung, sebagai salah satu komoditas unggulan, memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pakan ternak sekaligus menjaga stabilitas harga. Dengan kehadiran Aipda Gesang di lapangan, para petani merasa lebih tenang karena ada yang mendampingi, mendengar keluhan, dan membantu mencari solusi. Mulai dari masalah hama ulat, keterbatasan pupuk, hingga fluktuasi harga jual, semua didiskusikan secara terbuka di antara batang-batang jagung yang mulai menguning menjelang panen.

Selama pemantauan, Aipda Gesang tidak hanya mengecek kondisi fisik tanaman, tetapi juga duduk bersama petani di pinggir irigasi untuk berbincang tentang pola perawatan dan sistem pengairan yang efisien. IPTU Jajuli, Kapolsek Ngetos, menegaskan bahwa pendampingan seperti ini akan terus didorong karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Ketika petani mampu menjaga produktivitas lahan, hasil panen yang maksimal akan meningkatkan pendapatan mereka, dan pada gilirannya memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. Dari sinilah benih-benih kemandirian pangan mulai disemaikan, tidak di ruang rapat, tetapi di tengah ladang yang panas terik.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin erat dan tidak mudah putus oleh perubahan zaman. Desa Kepel mungkin hanya salah satu dari ribuan desa di Indonesia, tetapi semangat yang ditularkan Aipda Gesang bisa menjadi model bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan pangan dari bawah. Ketika seorang polisi rela berpanas-panasan di ladang jagung, pesan moralnya sangat kuat: tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil untuk didampingi, dan tidak ada lahan yang terlalu kering untuk disuburkan. Dengan pendampingan yang tulus, jagung akan terus tumbuh, dan perut-perut keluarga akan terus kenyang.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar