Kamis, 25 Juni 2026

Menangkap Peluang, Menjawab Tantangan: Polda Jatim Hadirkan KREAFEST 2026 di Era AI



SURABAYA- Di saat banyak pihak masih gamang menghadapi gelombang disrupsi teknologi yang semakin tak terbendung, Polda Jawa Timur justru menangkap peluang itu dengan kedua tangan terbuka, menghadirkan KREAFEST 2026 sebagai wadah kreatif berbasis kecerdasan buatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus jawaban atas tantangan keamanan di ruang digital yang semakin kompleks. Pada Kamis (25/6/2026), suasana Gedung Bidhumas Polda Jatim terasa berbeda, karena di sinilah Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengumumkan para pemenang lomba video dengan tema "AI for Public Safety", sebuah ajang yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, akademisi, hingga media dan masyarakat umum. Ini adalah kali pertama kegiatan seperti ini digelar di lingkungan kepolisian daerah, membuktikan bahwa Polri bukanlah institusi yang kaku dan kolot, melainkan organisasi yang dinamis dan selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk kepentingan publik.


SURABAYA- Irjen Pol Nanang Avianto mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, dan kecerdasan buatan atau AI adalah salah satu inovasi paling revolusioner yang pernah diciptakan manusia, dengan potensi untuk mengubah hampir setiap aspek kehidupan, termasuk cara kita menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, ia juga mengingatkan bahwa teknologi adalah pedang bermata dua, karena di satu sisi ia bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat, tetapi di sisi lain ia bisa menjadi senjata penghancur jika jatuh ke tangan yang salah, seperti yang terlihat dari maraknya kejahatan siber, provokasi, penyebaran hoaks, dan konten negatif yang mengancam keutuhan bangsa. Karena itu, pemanfaatan AI harus diarahkan pada hal-hal yang baik dan produktif, dan melalui KREAFEST 2026, generasi muda yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai teknologi digital diberi ruang untuk menunjukkan kreativitasnya sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berkeadilan. Kapolda Jatim menekankan bahwa ruang-ruang kreatif seperti ini sangat penting untuk menyalurkan potensi anak muda ke arah yang positif, sehingga mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang merusak atau menjadi korban dari konten-konten negatif yang semakin marak di internet.


SURABAYA- Data yang dirilis panitia menunjukkan bahwa KREAFEST 2026 berhasil menarik perhatian 293 peserta yang mengirimkan total 286 karya, dengan rincian 109 peserta dari kategori pelajar dan mahasiswa serta 177 peserta dari kategori umum, sebuah pencapaian yang mencerminkan antusiasme dan kepedulian masyarakat yang sangat tinggi terhadap isu keamanan publik di ruang digital. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba biasa, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kreator konten, komunitas kreatif, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ruang digital yang lebih ramah dan aman. Tema AI for Public Safety dipilih untuk mendorong para peserta agar menciptakan karya-karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat dengan pesan edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan dunia maya, seperti hoaks, cyberbullying, perundungan, hingga kekerasan seksual yang seringkali luput dari perhatian publik.


SURABAYA- Di akhir acara, Kapolda Jatim kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat Jogo Jatim, sebuah komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, karena ia yakin bahwa kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya Indonesia Emas 2045. Dengan karya-karya kreatif berbasis AI yang lahir dari KREAFEST 2026, Polri optimis dapat meredam potensi gangguan kamtibmas di ruang digital, menangkal hoaks, mencegah penyebaran konten negatif, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah gempuran disinformasi yang semakin kompleks dan tidak terkendali. KREAFEST 2026 adalah bukti bahwa Polri tidak pernah berhenti berinovasi dan berkolaborasi, dan bahwa masa depan keamanan Indonesia akan sangat ditentukan oleh seberapa bijak kita memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama. Inilah semangat Bhayangkara ke-80: modern, adaptif, dan selalu berpihak pada masyarakat.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar