Rabu, 24 Juni 2026

Mengawal Polong di Bawah Tanah: Polisi Ngetos dan Misinya Menjaga Air bagi Kacang Tanah


Nganjuk- Tangan Aiptu Prawoko dengan hati-hati mencabut satu batang kacang tanah untuk diperiksa, dan matanya segera menangkap tanda-tanda pertumbuhan polong di akarnya—sebuah pemandangan yang melegakan bagi petani yang selama ini khawatir akan kekeringan. Kamis (25/6/2026), Kanit Binmas Polsek Ngetos bersama anggota melakukan pemantauan mendalam terhadap tanaman kacang tanah milik warga, tetapi fokus sebenarnya tersembunyi di bawah permukaan tanah: memastikan ketersediaan air yang memadai karena faktor inilah yang menentukan apakah polong akan berisi atau hampa saat panen tiba.


Nganjuk- Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebutkan bahwa peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan harus mampu menjawab tantangan riil yang dihadapi petani, dan salah satu tantangan terbesar di Nganjuk adalah ketersediaan air yang semakin tidak menentu akibat perubahan pola cuaca. Dengan melakukan pengecekan rutin dan membangun komunikasi yang erat dengan petani, Polri memastikan bahwa setiap keluhan tentang pengairan segera ditindaklanjuti sebelum berdampak besar pada hasil panen.


Nganjuk- Selama berada di lokasi, Aiptu Prawoko mengecek beberapa sumber air yang digunakan petani, mulai dari sumur gali, pompa dangkal, hingga aliran kecil dari sungai terdekat. Ia mencatat debit air dan membandingkannya dengan kebutuhan tanaman kacang tanah yang sebenarnya tidak terlalu tinggi tetapi harus tetap tersedia secara konsisten di masa pembentukan polong. Ia juga mendorong petani untuk membuat lubang penampungan air sederhana di setiap sudut lahan agar air hujan tidak terbuang percuma saat musim hujan tiba.


Nganjuk- AKP Jajuli, Kapolsek Ngetos, menutup kegiatan dengan harapan bahwa kerja keras Bhabinkamtibmas dan petani dalam menjaga ketersediaan air tidak akan sia-sia. Ia ingin Desa Ngetos menjadi contoh bagaimana tanaman kacang tanah bisa dibudidayakan dengan sukses meskipun di tengah keterbatasan air, asalkan ada perencanaan yang matang dan gotong royong yang kuat. Dengan kolaborasi yang terus dijaga, setiap butir kacang tanah yang dipanen akan menjadi simbol ketahanan pangan yang dibangun dari kesadaran kecil—bahwa air adalah milik bersama, dan menjaganya adalah amanah bagi semua.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar