Sabtu, 20 Juni 2026

Menyulap Tatami Menjadi Panggung Pembuktian: Kapolda Cup 2026, Kado Spesial Polda Jatim untuk HUT Bhayangkara ke-80


SURABAYA- GOR Bola Basket UNESA Lidah Wetan pada Sabtu (20/6/2026) tak lagi hanya dikenal sebagai sarana olahraga basket, karena Polda Jawa Timur menyulapnya menjadi medan pertempuran sengit para karateka terbaik dari seluruh Polres jajaran dalam Kejuaraan Karate Kapolda Cup 2026. Pembukaan yang dipimpin Wadirresnarkoba Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono itu dihadiri pula oleh Wakil Ketua II FORKI Jawa Timur yang turut memberikan dukungan moril, serta sederet panitia dan peserta yang antusias menyambut gelaran istimewa dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. AKBP Oki dalam sambutannya menegaskan bahwa kompetisi ini bukanlah sekadar rutinitas olahraga belaka, melainkan momentum berharga untuk menguji sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas, soliditas, dan profesionalisme di tubuh Polri. Melalui kejuaraan ini, Polda Jatim berkomitmen untuk terus mendorong personelnya agar tetap prima, tidak hanya dalam menjalankan tugas utama sebagai pengayom masyarakat, tetapi juga dalam mengasah kemampuan bela diri yang sangat relevan dengan tantangan lapangan.

AKBP Oki menyoroti bahwa karate memiliki nilai-nilai fundamental yang sangat cocok ditanamkan pada setiap anggota Polri, seperti kedisiplinan yang tak kenal tawar-menawar, fokus yang tajam terhadap situasi, dan mentalitas pantang menyerah yang menjadi kunci keberhasilan dalam setiap misi kepolisian. Ia menambahkan bahwa filosofi karate mengajarkan pengendalian emosi dan ketenangan dalam tekanan, kemampuan yang sangat krusial ketika personel berhadapan dengan situasi konflik atau darurat di masyarakat. Karena itu, ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif, di mana setiap peserta tidak hanya belajar tentang teknik bertarung, tetapi juga tentang bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai abdi negara. Dengan demikian, Kapolda Cup 2026 tidak hanya melahirkan atlet yang handal, tetapi juga personel yang lebih matang, lebih bijak, dan lebih siap menghadapi segala bentuk tantangan tugas.

Dalam pandangannya, kompetisi ini juga menjadi jembatan emas untuk mempererat tali persaudaraan antarpersonel dari berbagai kesatuan, karena di atas tatami mereka bertemu bukan sebagai lawan yang harus ditaklukkan, tetapi sebagai saudara seprofesi yang saling menguji kemampuan dan saling belajar. AKBP Oki menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan saling menghormati, karena pada akhirnya kekuatan Polri terletak pada soliditas internal yang kokoh, bukan semata-mata pada kemampuan individu. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap pertandingan sebagai ajang refleksi diri, tempat mereka mengevaluasi kelebihan dan kekurangan masing-masing, sekaligus memupuk rasa bangga menjadi bagian dari institusi kepolisian yang terus berinovasi. Kehadiran FORKI Jawa Timur pun diharapkan mampu memberikan panduan teknis yang mumpuni, sehingga pembinaan karate di lingkungan Polri dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

AKBP Oki menutup sambutannya dengan penuh optimisme dan keyakinan bahwa Kapolda Cup 2026 akan menjadi tonggak awal kebangkitan prestasi karate Polri, sekaligus kado terindah bagi peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat makna. Ia berdoa agar dari kejuaraan ini akan muncul bibit-bibit unggul yang kelak mampu bersinar di kancah nasional dan internasional, membawa nama harum Polda Jatim dan institusi Polri secara keseluruhan. Yang terpenting, ia kembali mengingatkan bahwa sportivitas dan persaudaraan harus tetap menjadi prioritas utama, karena tidak ada kemenangan yang berarti jika diraih dengan cara yang merusak kebersamaan. Kapolda Cup 2026 pun resmi dimulai dengan doa dan harapan, bahwa setiap tendangan dan pukulan yang dilepaskan adalah wujud pengabdian tulus para personel untuk negeri, dan semangat juang mereka akan terus menyala sepanjang masa pengabdian.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar