Minggu, 14 Juni 2026

Polisi Wilangan Pantau Kebun Buah Pekarangan, Warga Ditanamkan Jiwa Mandiri Pangan


Nganjuk- Tidak ada yang lebih berharga daripada kemandirian pangan yang dimulai dari rumah sendiri. Itulah pesan yang ingin disampaikan AIPTU Nur Santoso, anggota Polsek Wilangan, saat memantau program Pekarangan Pangan Bergizi milik warga Desa Wilangan pada Senin (15/6/2026). Berbagai tanaman buah seperti pepaya, pisang, dan jeruk kini tumbuh subur di pekarangan warga berkat pendampingan polisi. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut inisiatif ini sebagai langkah maju dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga. "Polri mendorong setiap keluarga untuk menjadi produsen pangan bagi dirinya sendiri," tegas AKBP Suria.

Nganjuk- Di lapangan, AIPTU Nur Santoso tidak sekadar memantau dari jauh. Ia turun langsung mengecek kondisi pohon buah, mengingatkan warga tentang jadwal pemupukan, serta berdiskusi tentang cara mengatasi hama yang mungkin menyerang. Kapolres menambahkan bahwa program ini memiliki nilai ganda: selain menyediakan sumber pangan bergizi, kebun buah pekarangan juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. "Hasil panen yang melimpah bisa dijual ke tetangga atau pasar desa. Ini adalah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya," ujarnya. Kapolsek Wilangan AKP Muh. Fatoni menegaskan bahwa pendampingan polisi akan terus berlangsung secara berkelanjutan.

Nganjuk- AKP Muh. Fatoni berharap program Pekarangan Pangan Bergizi di Wilangan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. "Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga merawat dan memanen dengan penuh tanggung jawab. Inilah yang disebut ketahanan pangan yang berkelanjutan," ungkapnya. Dengan pemantauan rutin dari aparat kepolisian, kesadaran warga untuk mengoptimalkan lahan pekarangan diyakini akan terus meningkat. Dari kebun buah kecil di setiap rumah, ketahanan pangan nasional tidak lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi kenyataan yang berbuah setiap hari.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar