Jumat, 12 Juni 2026

Revolusi Hijau dari Pinggir Sawah: Labu, Polisi, dan Harapan Pangan Nganjuk


Sebuah revolusi kecil sedang berlangsung di Desa Getas, Warujayeng, Nganjuk. BRIPKA Moch. Muhajir, Bhabinkamtibmas yang akrab disapa warga, memanfaatkan lahan sela pada pagar pembatas sawah untuk ditanami labu. Pemantauan pada Sabtu (13/6/2026) menunjukkan bahwa ide sederhana ini berbuah manis: tanaman tumbuh subur, warga antusias merawat, dan ketahanan pangan desa perlahan menguat. Inilah bukti bahwa polisi bisa menjadi katalis perubahan.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa optimalisasi lahan yang selama ini kurang dimanfaatkan adalah langkah cerdas menghadapi tantangan pangan global. Labu dipilih karena kemudahan budidaya dan potensi ekonominya yang tidak main-main. BRIPKA Muhajir tidak hanya mengawasi, tetapi juga turun tangan berdialog, memberi masukan tentang perawatan, dan menggali potensi lahan-lahan lain yang masih menganggur di sekitar desa binaannya.

Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mengaku bangga dengan inisiatif anak buahnya. Ia berharap warga desa lain meniru model pemanfaatan lahan sela ini agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya. Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari Polri, setiap jengkal tanah di Nganjuk bisa disulap menjadi sumber pangan. Ini adalah revolusi hijau yang dimulai dari pinggir sawah.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar