Salah satu sorotan utama dalam pertemuan antara Polri dan Divisi Kepolisian PBB di Jakarta adalah keberhasilan penugasan AKP Fajar Yulianto sebagai Gender-Based Violence Adviser di misi UNISFA, Abyei. Peran ini sangat penting karena bertanggung jawab langsung menangani kasus kekerasan berbasis gender serta melindungi kelompok paling rentan di tengah konflik bersenjata.(Avs)
Penugasan ini menjadi contoh nyata bahwa Polwan Indonesia tidak hanya mampu bertugas di lapangan, tetapi juga menduduki posisi strategis yang sebelumnya jarang dijangkau perwira perempuan dari negara berkembang. Wakil Kepala Polri menegaskan bahwa pencapaian ini akan diikuti dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan dan keterlibatan dalam jejaring global seperti International Association of Women Police.(Avs)
Data dari Mabes Polri menunjukkan bahwa selain di Abyei, personel Indonesia juga tersebar di misi MINUSCA, UNMISS, MONUSCO, dan UNFICYP dengan total 191 orang. Kombinasi antara unit polisi formil dan perwira individu ini menjadi tulang punggung kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia selama lebih dari satu dekade terakhir.(Avs)
Polri dan PBB sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi, termasuk melalui program pelatihan kepemimpinan bagi komandan perempuan. Konferensi IAWP di Bali pada tahun ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk membangun pipeline kepemimpinan Polwan Indonesia menuju posisi-posisi senior dalam misi perdamaian PBB di masa depan.(Avs)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar