Kamis, 23 April 2026

Bhabinkamtibmas Malangsari Ingatkan Warga: Sapi Gemuk Bermanfaat, Tapi Limbahnya Jangan Jadi Bencana Lingkungan


Di tengah euforia warga Desa Malangsari yang mulai sukses memelihara sapi di pekarangan rumah, BRIGPOL Agung Pamuji hadir membawa pesan yang sedikit berbeda. Jumat, 24 April 2026, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng ini tidak hanya datang untuk memantau kondisi sapi-sapi yang gemuk dan sehat. Ia juga dengan tegas namun santun mengingatkan para peternak tentang satu hal yang sering dilupakan: pengelolaan limbah. Karena apa gunanya sapi yang gemuk jika lingkungan di sekitarnya menjadi kotor, bau, dan tidak nyaman untuk ditinggali?

Apa yang membuat peringatan BRIGPOL Agung Pamuji kali ini begitu penting? Ia menyadari bahwa banyak peternak pemula yang terlalu fokus pada pakan, kesehatan hewan, dan target panen, tetapi lupa bahwa kotoran sapi yang menumpuk setiap hari harus dikelola dengan sistem yang baik. Jika tidak, limbah tersebut akan menjadi sumber pencemaran udara, air, dan tanah. Bahkan dalam jangka panjang, lingkungan yang tercemar akan berdampak buruk pada kesehatan manusia dan hewan ternak itu sendiri. BRIGPOL Agung Pamuji kemudian mengajak warga untuk melihat sisi positifnya: limbah sapi yang diolah dengan benar bisa menjadi pupuk organik yang sangat dicari oleh para petani sayur dan buah.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi keberanian BRIGPOL Agung Pamuji dalam menyampaikan pesan yang mungkin kurang populer di kalangan peternak. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan anggota di lapangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memastikan kegiatan peternakan tetap memperhatikan dampak lingkungan. "Keseimbangan adalah kunci. Jangan sampai kita mengejar keuntungan ekonomi dengan mengorbankan kesehatan lingkungan," tegas Kapolres.

Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota untuk memberikan solusi menyeluruh kepada masyarakat. BRIGPOL Agung Pamuji tidak hanya memberi peringatan, tetapi juga memberikan contoh konkret tentang cara membuat komposter sederhana dari drum bekas. Dengan sistem ini, kotoran sapi bisa diolah menjadi pupuk dalam waktu relatif singkat tanpa menimbulkan bau yang mengganggu. Warga pun antusias dan berjanji akan mencoba metode tersebut di kandang masing-masing. Semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi kebersihan lingkungan di Desa Malangsari.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar