Sabtu, 25 April 2026

Dari Soreang untuk Indonesia: Kapolri dan Pemuda Persis Berjabat Tangan Lawan Hoaks dan Narkoba


Di sebuah hotel di Soreang, Kabupaten Bandung, terjalin kesepakatan sunyi antara aparat kepolisian tertinggi dan gerakan pemuda Islam. Sabtu 25 April 2026, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan sengaja hadir membuka Muktamar XIV Pemuda Persis bukan sekadar untuk memenuhi undangan. Ia datang dengan satu tujuan: mengajak sekitar seribu kader yang hadir untuk menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Dan para pemuda itu menyambut dengan antusiasme yang membara.

Sigit tidak berbicara teori rumit. Ia langsung menyebut tiga musuh bersama yang sedang mengancam: penyebaran misinformasi yang memecah belah, peredaran narkoba yang menyasar generasi muda, dan kejahatan siber serta seksual yang makin merajalela. Menurutnya, polisi sudah memiliki alat pendeteksi, tetapi alat itu tidak akan berguna tanpa dukungan mata dan telinga dari masyarakat luas. Di sinilah peran strategis kader Persis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pernyataan Kapolri yang paling menggugah adalah ketika ia dengan rendah hati mengakui bahwa Polri tidak akan mampu berdiri sendiri. Ia butuh rasa kekeluargaan dan persahabatan yang selama ini sudah terjalin antara institusinya dengan organisasi Persis. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan terwujud dalam aksi nyata di lapangan, terutama dalam melindungi generasi muda dari bahaya radikalisme dan penyalahgunaan teknologi.

Menutup sambutannya, Sigit mengingatkan tentang kondisi global yang penuh ketidakpastian. Namun ia optimistis Indonesia akan melewati semua badai itu selama seluruh elemen bangsa memiliki semangat persatuan yang sama. Para pemuda Persis yang hadir lalu berdiri dan bertepuk tangan lama. Mereka pulang ke daerahnya masing-masing tidak hanya membawa sertifikat kehadiran, tetapi juga amanah besar untuk menjadi garda terdepan menjaga Indonesia yang aman dan damai.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar