Sabtu, 25 April 2026

Dari Tlumpu untuk Kota Blitar: Polisi Buktikan Diri Bukan Sekadar Penegak Hukum Tapi Juru Masak Rakyat


Siapa sangka di balik seragam cokelat yang tegas, personel Polres Blitar Kota kini sibuk mengupas bawang dan menata piring di dapur umum. Bukan karena mereka beralih profesi, melainkan karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang resmi beroperasi di Kelurahan Tlumpu pada Jumat pekan lalu. Kapolres AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo dengan bangga mengumumkan bahwa 886 anak dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama telah menjadi penerima manfaat program MBG ini.

AKBP Kalfaris menegaskan bahwa sebagai mitra program, pihaknya tidak sekadar menyediakan makanan hangat. Ada sistem koordinasi harian antara pengelola SPPG dengan pihak sekolah untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat. Ia juga membuka saluran pengaduan khusus bagi warga yang ingin melaporkan ketidaksesuaian porsi atau kualitas. Prinsipnya sederhana: masalah sekecil apapun harus segera ditangani agar kepercayaan publik terhadap program ini tidak runtuh di tengah jalan.

Pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Ny. Adisty Lalo disaksikan langsung oleh unsur Forkopimda dan mantan Bupati Blitar Heri Nugroho. Suasana haru menyelimuti acara ketika beberapa ibu-ibu yang anaknya menjadi penerima manfaat mulai menangis haru. Mereka bercerita bahwa selama ini sulit memenuhi asupan gizi buah hati mereka karena harga bahan pokok yang terus naik. Kini, berkat SPPG Ketapang, mereka bisa bernapas lega setidaknya untuk satu kali makan sehat sehari.

Kapolres berharap agar kehadiran SPPG ini dapat memotivasi kelurahan lain di Kota Blitar untuk melakukan hal serupa. Ia berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala dan tidak akan ragu memperbaiki jalur distribusi jika ditemukan hambatan. Dengan cakupan layanan yang semakin luas dan merata, Polres Blitar Kota ingin mengirimkan pesan bahwa keamanan sejati tidak hanya berasal dari senjata dan penjara, tetapi juga dari kenyataan bahwa tidak ada anak yang tidur atau belajar dalam keadaan lapar.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar