Bagi sebagian orang, ujian praktik SIM sering kali menjadi momok yang menakutkan bukan karena skill berkendara yang buruk, melainkan karena rasa gugup yang berlebihan saat menghadapi petugas dan lintasan ujian. Menjawab tantangan ini, Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa menggelar coaching clinic khusus bagi pemohon SIM yang akan mengikuti ujian praktik, yang dipandu langsung oleh Aiptu Harianto di Satpas SIM Polres Nganjuk pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembekalan teknis secara menyeluruh, mulai dari teknik berkendara yang benar hingga pemahaman tentang lintasan ujian, sehingga para pemohon tidak hanya siap secara fisik tetapi juga matang secara mental. Dengan pendekatan yang humanis ini, diharapkan angka kegagalan akibat faktor psikologis bisa ditekan secara signifikan.
AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H., selaku Kasat Lantas Polres Nganjuk, menegaskan bahwa coaching clinic ini adalah wujud nyata dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan yang edukatif dan tidak sekadar prosedural. Menurutnya, banyak pemohon yang sebenarnya mampu secara teknis tetapi gagal karena tidak memahami alur ujian atau terlalu tegang saat dihadapkan pada situasi yang asing. Oleh karena itu, kehadiran Aiptu Harianto sebagai pendamping menjadi sangat krusial karena ia tidak hanya mengajarkan cara menjaga keseimbangan, penggunaan rem dan kopling, serta pemahaman rambu lalu lintas, tetapi juga menciptakan suasana yang santai dan tidak mengintimidasi. Dalam sesi coaching clinic ini, para peserta bebas bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami, sehingga tidak ada lagi rasa penasaran atau ketakutan yang tersisa saat hari ujian tiba.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta semangat mereka dalam mempraktikkan arahan yang diberikan oleh Aiptu Harianto. Satlantas Polres Nganjuk berharap bahwa melalui kegiatan ini, kualitas pengendara di jalan raya akan semakin baik karena mereka tidak hanya memiliki SIM, tetapi juga benar-benar menguasai keterampilan berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Dengan pendampingan yang komunikatif dan suasana yang penuh dukungan, proses pembelajaran berjalan efektif dan berhasil mengurangi rasa gugup yang selama ini menjadi momok bagi para pemohon. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar