Jumat, 10 April 2026

Melon Langka, Polres Lumajang Buktikan Bukan Hanya Isu dengan Pengecekan di Lima Titik


Keluhan masyarakat Lumajang tentang sulitnya LPG 3 kg tidak dibiarkan menguap begitu saja. Polres Lumajang langsung mengerahkan Polsek Pasirian, Kunir, Pronojiwo, Lumajang Kota, dan Senduro untuk membuktikan fakta di lapangan. Hasilnya mencengangkan: di Pronojiwo hanya 8 tabung berisi dari 204 tabung, di Senduro stok agen kosong total, dan di Lumajang Kota distribusi tersendat hingga 20 persen sejak tiga minggu sebelum Lebaran. Pengecekan juga dilakukan di SPBE PT Perindo Madurejo yang memiliki pasokan 50 ton per hari, namun distribusi ke wilayah tertentu tetap timpang.

Kendala teknis menjadi benang merah dari temuan di lapangan. Polsek Kunir melaporkan pengiriman hanya seminggu sekali dan tidak ada pasokan saat hari libur nasional, sementara SPBE Jogotrunan memiliki stok 50 metrik ton tetapi antrean pengisian di agen memperlambat seluruh rantai distribusi. Di Pronojiwo, meskipun distribusi harian mencapai 90 hingga 110 tabung, stok yang tersedia di pangkalan nyaris habis karena permintaan terus mengalir. Harga jual di tingkat konsumen pun tercatat Rp18.000 per tabung.

Kapolres melalui Ipda Suprapto menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan distribusi LPG 3 kg berjalan lancar dan tepat sasaran. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan gas subsidi sesuai kebutuhan. Polisi juga akan menindak tegas jika ditemukan penimbunan atau penyimpangan di lapangan. Dengan sinergi antara kepolisian, Forkopimca, dan distributor, diharapkan distribusi gas melon di Lumajang segera pulih dan kebutuhan warga terpenuhi tanpa hambatan.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar