Banyak pengendara takut tilang, tapi tidak takut celaka. Satlantas Polres Nganjuk membaca pola ini dan memilih pendekatan berbeda. Di Jalan Mayjen D.I. Panjaitan, Senin (20/4/2026), mereka menegur pelanggar lawan arus dengan cara humanis, bukan dengan buku tilang.
Program "Polantas Menyapa" menjadi wadah. Aiptu Didik bersama anggota lain menyambangi pengendara yang salah jalur, mengarahkan mereka kembali, dan menjelaskan bahwa melawan arus adalah penyumbang terbesar kecelakaan fatal.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menegaskan bahwa edukasi lebih efektif daripada represi. Orang yang mengerti risiko akan patuh karena kesadaran, bukan karena keterpaksaan.
Di lokasi, petugas juga berdialog dengan pengendara yang mematuhi aturan. Mereka diajak menjadi duta keselamatan bagi keluarga dan tetangganya.
Aiptu Didik bahkan menyempatkan diri membantu pengendara yang bingung dengan arah jalan satu arah. Ia menunjukkan peta sederhana dan rute alternatif yang lebih aman.
Ketika petugas tersenyum dan menjelaskan dengan sabar, pengendara yang semula defensif pun akhirnya mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi.
Dengan cara ini, Satlantas Polres Nganjuk berhasil mengubah musuh menjadi sekutu dalam menciptakan jalan raya yang aman dan kondusif.(Avs)

0 comments:
Posting Komentar