Minggu, 19 April 2026

Polisi Ngadirejo: "Jangan Tanam Cabai Asal Jepret, Atur Jaraknya!"


Banyak petani pemula menanam cabai dengan cara sederhana: buat lubang, masukkan bibit, lalu timbun. Padahal, cara seperti ini sering berujung pada kekecewaan karena hasil panen tidak optimal. BRIGPOL Risky Munfarida hadir untuk meluruskan.

Sebagai Bhabinkamtibmas Desa Ngadirejo sekaligus penggerak ketahanan pangan, ia turun ke lahan P2B milik warga binaannya, Senin (20/4/2026). Misinya: memberi solusi soal jarak tanam agar cabai bisa berbuah lebih padat.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas di sektor pertanian adalah bagian dari program nasional. Polisi harus hadir tidak hanya saat ada masalah, tetapi juga saat warga belajar bertani.

Di lokasi, Risky menunjukkan contoh langsung. Tanaman yang jaraknya diatur ideal akan memiliki percabangan lebih banyak, sehingga potensi buah juga meningkat.

Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mendukung penuh pendekatan ini. Menurutnya, solusi sederhana seperti jarak tanam sering luput dari perhatian, padahal dampaknya besar.

Setelah mendapatkan arahan, warga mulai mengoreksi pola tanam mereka. Ada harapan baru bahwa pekarangan sempit pun bisa menghasilkan cabai melimpah.

Dan ketika panen tiba, bukan hanya cabai yang dipetik. Pengetahuan baru tentang teknik bertani yang benar juga ikut dipanen oleh warga Ngadirejo.(Avs)

0 comments:

Posting Komentar