Slide # 1

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 2

INFINIX

FTo put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 3

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 4

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Slide # 5

INFINIX

To put the future in the hands of the people who want it and need it most Read More

Senin, 04 Mei 2026

4 Emas dari GOR Pancasila, Brimob Jatim Buktikan Diri sebagai Kekuatan Baru di Dunia MMA


Minggu (3/5/2026) tidak akan dilupakan oleh kontingen IBCA MMA Satuan Brimob Polda Jawa Timur. Di GOR Pancasila Surabaya, mereka menorehkan prestasi gemilang dengan meraih 4 medali emas, 6 perak, dan 2 perunggu dalam Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Jatim 2026. Lucky Defriyan, Dhimas Fariz Sebastyan, Aghsa Sinar, dan Arya Eko Saputro adalah nama-nama yang kini terukir sebagai peraih emas dari Brigade Pratama Fighting Camp. Kombes Pol Suryo Sudarmadi, Komandan Satuan Brimob Polda Jatim, menyampaikan apresiasi yang dalam. Ia menilai bahwa capaian ini menunjukkan jika atlet Brimob yang mayoritas masih muda mampu bersaing dengan petarung berpengalaman dari berbagai klub di Jawa Timur.

Bripda Alexandro Tatim, Koordinator Tim MMA Sat Brimob Polda Jatim, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. Ia menyebut bahwa hasil maksimal ini adalah buah dari kerja keras tim yang tidak pernah kenal lelah, ditambah dengan dukungan penuh dari pimpinan. Selama berbulan-bulan, para atlet Brimob berlatih di Brigade Pratama Fighting Camp, menggabungkan teknik bela diri jarak dekat khas kepolisian dengan strategi MMA modern. Kegigihan mereka terbayar sudah ketika satu per satu lawan mereka jatuh di atas matras. 4 emas, 6 perak, dan 2 perunggu bukan sekadar medali, melainkan bukti bahwa Brimob Jatim adalah kekuatan baru yang patut diperhitungkan di dunia Mixed Martial Arts tanah air.

Kombes Pol Suryo Sudarmadi berharap kejuaraan seperti Kejurprov ini terus digelar karena menjadi ajang yang ideal untuk menjaring atlet-atlet potensial. Ia juga berpesan kepada para atlet muda Brimob untuk tidak cepat puas. Kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional terbuka lebar, asalkan mereka terus berlatih dan memperbaiki kelemahan. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan atlet di lingkungan Brimob Jatim, baik dari sisi pelatih, peralatan, maupun kesempatan tanding. Dengan perhatian yang berkelanjutan, bukan hal mustahil jika kelak nama-nama seperti Lucky, Dhimas, Aghsa, dan Arya akan terdengar di ajang-ajang dunia.

Prestasi di GOR Pancasila ini menjadi titik balik bagi pembinaan olahraga di lingkungan Brimob Polda Jatim. Para atlet yang sebelumnya mungkin hanya dikenal di internal kepolisian, kini mulai dilirik oleh komunitas MMA yang lebih luas. Bripda Alexandro Tatim mengajak seluruh anggota Brimob yang memiliki bakat di bidang bela diri untuk tidak ragu bergabung dan berlatih. Karena prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui proses yang panjang, keringat, dan kadang air mata. Dengan 4 emas yang sudah diraih, Brimob Jatim membuktikan bahwa mereka siap menjadi lawan tangguh bagi siapapun. Kejurprov MMA Surabaya telah usai, tetapi perjalanan Brimob Jatim menuju puncak prestasi baru saja dimulai. (Avs)

Minggu, 03 Mei 2026

Foto Istri di HP Memicu Darah: Tersangka Pembunuhan di Wonokusumo Surabaya Diringkus Polisi


Satu keluarga di Surabaya berkabung, sementara satu keluarga lain kehilangan figur kepala rumah tangga karena sebuah foto. Hk (44), warga Jalan Bulak Banteng Bhineka, Surabaya, harus merenggut nyawa H (37) di Jalan Wonokusumo Jaya Baru hanya karena melihat foto istrinya bersama pria lain di beranda ponsel. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak yang dipimpin AKP M Prasetyo bergerak cepat, dan berhasil menangkap Hk di persembunyiannya di Jalan Kalimas, Surabaya, lengkap dengan barang bukti celurit. Iptu Suroto, Kasi Humas, mengungkapkan bahwa kecemburuan itu mulai membara pada Jumat (24/4) malam, saat Hk baru pulang kerja.

Setelah menemukan foto tersebut, Hk tidak bisa diam. Ia mencari identitas korban hingga akhirnya menemukan bahwa H tinggal di Omben, Sampang, Madura. Namun sebelum sempat bertindak, takdir mempertemukan mereka di jalan pada keesokan harinya. Hk yang sedang pulang kerja melihat korban berboncengan dengan temannya. Ia pun mengikuti hingga ke rumah korban di Wonokusumo Jaya. Malam harinya, Hk keluar lagi menuju lokasi untuk mencari informasi lebih lanjut, dan kali ini ia sudah mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Rabu (2/5) adalah puncaknya, ketika Hk mengajak tiga temannya—S, SR, dan I, warga Sampang—untuk ikut serta.

Mereka berangkat dari Jalan Kedungmangu, Surabaya, menggunakan dua sepeda motor. Hk menyelipkan celurit di pinggang kirinya, dan memerintahkan S untuk juga membawa sajam sebagai langkah antisipasi jika korban melawan. Sesampainya di Jalan Wonokusumo Jaya Pinggir, mereka menunggu hingga H muncul. Hk kemudian menyabetkan celurit ke arah korban dengan brutal tanpa ampun, menyebabkan luka parah yang membuat H tewas di tempat. Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan, dan kamera CCTV di lokasi menjadi saksi bisu yang mengarahkan penyidik pada identitas pelaku.

Hk sempat melarikan diri ke Sampang bersama ketiga rekannya yang masih buron hingga kini. Namun polisi berhasil menjemputnya di Surabaya, di sebuah tempat persembunyian di Jalan Kalimas. Celurit yang digunakan untuk menganiaya korban turut diamankan sebagai barang bukti. Tiga teman tersangka, SR, I, dan S, masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu. Kasus ini mengingatkan semua orang bahwa ponsel dan media sosial bisa menjadi pemicu konflik rumah tangga yang fatal. Polres Pelabuhan Tanjungperak mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola emosi dan menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan dengan kekerasan. (Avs)

Kursus Kilat Sebelum Ujian Teori SIM: Cara Polantas Nganjuk Menciptakan Pengendara yang Paham Rambu dan Safety Riding


Apa jadinya jika pemohon SIM hanya belajar teori dari buku tanpa pernah dijelaskan langsung oleh ahlinya? Satlantas Polres Nganjuk menjawab pertanyaan itu dengan program Polantas Menyapa yang dikemas dalam kursus kilat. Pada Senin (4/5/2026), Aiptu Didik memberikan pembekalan intensif namun singkat kepada para peserta ujian teori SIM di Satpas Polres Nganjuk. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan rambu peringatan, rambu larangan, rambu petunjuk, marka jalan, etika berkendara, hingga safety riding. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan bahwa pelayanan seperti ini adalah investasi jangka panjang bagi keselamatan lalu lintas. SIM tidak hanya dicetak, tetapi diberikan kepada mereka yang benar-benar kompeten.

Dalam kursus kilat tersebut, Aiptu Didik menggunakan pendekatan storytelling. Ia bercerita tentang situasi lalu lintas nyata, lalu meminta peserta mengidentifikasi rambu apa yang harus diperhatikan dan tindakan apa yang harus diambil. Cara ini terbukti ampuh membuat pemahaman mengendap lebih lama dibandingkan sekadar menghafal. Selain itu, materi tentang pentingnya helm standar, menjaga konsentrasi, dan larangan bermain telepon genggam saat berkendara disampaikan dengan ilustrasi kecelakaan nyata (tanpa gambar menyeramkan) agar peserta lebih meresapi. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, mengungkapkan bahwa kursus singkat ini adalah salah satu inovasi unggulan yang diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Nganjuk.

Para pemohon SIM yang hadir mengaku senang karena mereka tidak hanya dilatih menjawab soal, tetapi juga dibekali mental dan pengetahuan praktis. Beberapa di antaranya berkomentar bahwa mereka baru pertama kali mendapat penjelasan sesantai dan sejelas ini tentang rambu-rambu. Satlantas Polres Nganjuk berencana mengintensifkan kursus kilat ini setiap minggu, bahkan membukanya untuk masyarakat umum yang ingin belajar teoritik tanpa mengajukan SIM. Pada akhirnya, mereka ingin setiap pengguna jalan, baik yang memiliki SIM maupun belum, sadar bahwa keselamatan dimulai dari pengetahuan. (Avs)

Dari Pekarangan Sempit ke Lumbung Ekonomi: Kisah Sidoharjo dan Pembibitan Sawo-Kelengkeng

Apa yang bisa dilakukan dengan pekarangan seluas dua meter persegi? Di Desa Sidoharjo, Nganjuk, jawabannya adalah: mulai pembibitan sawo dan kelengkeng. Senin (4/5/2026), AIPDA Sugeng dari Polsek Warujayeng turun langsung memantau program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang diinisiasi untuk mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan jangka panjang. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan bahwa pendampingan anggota di lapangan bertujuan mendorong kreativitas warga dalam memanfaatkan setiap jengkal tanah yang mereka miliki. Menurutnya, pekarangan yang produktif bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menambah pundi-pundi rupiah keluarga.

AIPDA Sugeng tidak sekadar menjadi pengawas pasif. Ia aktif memberi contoh cara menyemai bibit yang benar, memilih campuran tanah dan pupuk yang ideal, serta menentukan jadwal penyiraman yang pas untuk sawo dan kelengkeng. Kedua tanaman ini dipilih karena umur ekonominya panjang dan buahnya selalu dicari pembeli. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, mendukung penuh langkah terobosan ini. Ia bahkan berencana mengajak seluruh Bhabinkamtibmas di wilayahnya untuk meniru model pendampingan seperti yang dilakukan AIPDA Sugeng.

Dalam sepekan, puluhan rumah di Sidoharjo sudah memiliki kebun bibit mini di pekarangannya. Anak-anak pun ikut senang karena mereka belajar cara menanam dan merawat pohon buah sejak dini. AIPDA Sugeng berharap, enam bulan ke depan, bibit-bibit ini sudah bisa didistribusikan ke desa tetangga. Dari pekarangan sempit, ekonomi warga perlahan tumbuh. Ketahanan pangan nasional ternyata bisa dimulai dari hal sekecil ini. (Avs)

Strategi Baru Polsek Loceret: Bhabinkamtibmas Jadi Pendengar Keluhan Petani Jagung di Mungkung


Di tengah kesibukan program ketahanan pangan nasional, Polsek Loceret mengambil langkah berbeda. Pada Senin (4/5/2026), Aipda Dwi Andik diterjunkan ke lahan jagung Desa Mungkung dengan misi ganda: memantau kondisi tanaman sekaligus menyerap semua keluhan petani. Hasilnya, ia berhasil mengumpulkan puluhan catatan tentang serangan hama ulat grayak, kelangkaan pupuk urea, dan ketidakpastian jadwal tanam akibat kemarau pendek. AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyebut model pendampingan seperti ini efektif untuk menjembatani komunikasi antara petani dan dinas terkait. Baginya, anggota Bhabinkamtibmas adalah mata dan telinga Polri yang paling tajam di lapangan.

Aipda Dwi Andik tidak hanya mencatat, tetapi juga langsung memberikan solusi praktis. Misalnya, ketika ada petani yang tidak tahu cara melaporkan serangan hama ke dinas pertanian, ia mendampingi langsung proses pelaporan melalui aplikasi daring. Jagung sebagai komoditas strategis memang harus dijaga produktivitasnya karena menyangkut stok pangan dan harga pakan ternak di pasaran. Kapolsek Loceret, AKP Triyono, menjelaskan bahwa instruksi untuk menjadi mitra petani sudah disampaikan ke semua Bhabinkamtibmas. Ia ingin setiap desa memiliki polisi yang paham betul kondisi pertanian warganya.

Kegiatan ini perlahan mengubah wajah kepolisian di mata masyarakat. Bukan hanya penjaga keamanan, polisi kini juga dianggap sebagai teman diskusi saat panen terancam gagal. Aipda Dwi Andik berkomitmen untuk terus memantau perkembangan tanaman jagung hingga masa panen tiba. Dengan pola seperti ini, diharapkan hubungan Polri dan petani semakin erat dan pada gilirannya mampu meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. (Avs)

Sabtu, 02 Mei 2026

Kapolres Nganjuk Hadir di TPU Nglundo: Tabur Bunga dan Tasyakuran Jadi Wajah Baru May Day 2026


Siapa bilang peringatan Hari Buruh harus selalu gaduh dan penuh ketegangan? Di Kabupaten Nganjuk, Jumat (1/5/2026) justru diisi dengan kegiatan yang khidmat dan penuh kebersamaan di TPU Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, Polres Nganjuk, Kodim 0810, DPRD, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dinas Tenaga Kerja, serta perwakilan serikat pekerja berkumpul untuk melakukan tabur bunga dan tasyakuran dalam rangka memperingati May Day. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir langsung bersama Bupati Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi serta pimpinan instansi lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penghormatan terhadap kaum buruh bukan sekadar retorika, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang humanis.

AKBP Suria Miftah Irawan dalam sambutannya menjelaskan bahwa peringatan May Day tahun ini sengaja dikemas dalam suasana damai sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pekerja bagi pembangunan daerah. "Peringatan Hari Buruh merupakan momentum untuk mempererat hubungan antara pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa Polres Nganjuk akan selalu hadir mengawal setiap kegiatan masyarakat, termasuk dalam memastikan bahwa hubungan industrial di Nganjuk berjalan harmonis. Dengan terciptanya lingkungan yang kondusif, pekerja bisa fokus berkarya, pengusaha bisa berinvestasi dengan tenang, dan daerah pun tumbuh sejahtera. Inilah konsep keamanan yang berpihak pada rakyat.

Acara dimulai dengan kedatangan rombongan Forkopimda di lokasi TPU, dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan kaum pekerja. Suasana hening menyelimuti saat bunga-bunga perlahan ditebarkan di atas makam. Kemudian, suasana berganti menjadi hangat saat tasyakuran digelar. Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan dan kesejahteraan semua pekerja di Nganjuk. Puncaknya, pemotongan nasi tumpeng dilakukan secara simbolis oleh Bupati, Kapolres, dan perwakilan buruh. Tawa dan canda mewarnai sesi foto bersama, termasuk dengan perwakilan KSPSI Kabupaten Nganjuk dan buruh PT Jaker Kertosono. Tidak ada jarak antara pejabat dan pekerja, yang ada adalah persaudaraan.

Melalui tabur bunga dan tumpeng, Polres Nganjuk bersama Forkopimda berhasil menciptakan memori baru tentang bagaimana seharusnya May Day dirayakan. Kapolres berharap bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tetap setiap tahun, bahkan diperluas cakupannya hingga ke kecamatan-kecamatan. Dengan terus merawat kebersamaan, hubungan antara buruh, pemerintah, dan aparat akan semakin erat, sehingga potensi gesekan sosial bisa diminimalisir sejak dini. Nganjuk membuktikan bahwa ketenangan dan penghormatan bisa berjalan beriringan, dan bahwa Hari Buruh adalah milik semua pihak, bukan hanya milik mereka yang turun ke jalan. Damai, hormat, dan penuh makna – itulah May Day ala Nganjuk.(Avs)

May Day 2026 di Jawa Timur: Polda Jatim Catat Nol Kericuhan, Buruh dan Mahasiswa Tunjukkan Kedewasaan Berdemo


Tidak ada kobaran api, tidak ada lemparan batu, tidak pula teriakan anarkis di depan Gedung DPRD dan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat (1/5/26). Yang ada hanyalah spanduk, yel-yel, dan semangat juang para pekerja yang membara namun terkendali. Polda Jatim melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada elemen pekerja dan mahasiswa yang telah memperingati May Day dengan penuh ketertiban. Menurutnya, aksi damai ini bukan hanya keberhasilan Polri dalam mengamankan, tetapi lebih dari itu adalah keberhasilan buruh dalam mengelola emosi dan menyampaikan aspirasi secara santun. Situasi kondusif menjadi bukti bahwa demokrasi di Jawa Timur benar-benar matang.

Kombes Abast mengungkapkan bahwa persiapan Polda Jatim untuk May Day 2026 sudah dimulai berminggu-minggu sebelumnya, termasuk dengan menggelar pertemuan-pertemuan tertutup bersama koordinator buruh dari berbagai serikat. Dalam forum-forum tersebut, disepakati aturan main yang jelas: massa tidak akan memprovokasi, aparat tidak akan bertindak represif. Hasilnya, pada hari H, semua berjalan seperti yang diharapkan. Bahkan untuk perwakilan buruh yang memilih menyampaikan aspirasi ke Jakarta, Polda Jatim tetap melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya agar pengamanan berlangsung seamless. Komitmen Jogo Jatim ternyata tidak hanya berlaku di wilayah sendiri, tetapi juga saat warga Jatim berada di luar daerah.

Lebih lanjut, Kabid Humas menekankan bahwa Polri tidak pernah ingin dianggap sebagai penghalang hak berpendapat. Kehadiran aparat di lokasi aksi adalah bentuk pelayanan pengamanan, bukan intimidasi. "Polri hadir untuk melayani dan memastikan seluruh peserta dalam menyampaikan aspirasi tetap aman, tertib dan kondusif," tegas Kombes Abast. Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat umum yang tidak terlibat aksi, karena mereka turut menjaga ketenangan dengan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang kerap muncul saat hari buruh. Semua pihak, menurutnya, telah memainkan peran masing-masing dengan sempurna.

Kini setelah May Day 2026 berlalu, Polda Jatim mencatatkan sebuah prestasi tersendiri: peringatan Hari Buruh yang benar-benar damai tanpa satu pun insiden berarti. Kombes Abast berharap bahwa momen ini akan menjadi titik balik di mana aksi unjuk rasa tidak lagi ditakuti atau dicemaskan oleh masyarakat. Ke depan, Polri bersama elemen buruh berencana untuk menyusun panduan bersama tentang tata cara aksi yang ideal, sehingga setiap tahun peringatan May Day bisa berjalan semakin baik. Semangat Jogo Jatim harus terus dikumandangkan, karena keamanan dan ketertiban adalah fondasi bagi kesejahteraan yang sesungguhnya. Damai untuk buruh, damai untuk Jawa Timur.(Avs)

Jumat, 01 Mei 2026

Bukan Sekadar Peringatan: Polres Probolinggo Buktikan Kepedulian Lewat Bengkel Gratis dan Samsat Keliling di May Day 2026


Momen May Day 2026 di Kabupaten Probolinggo meninggalkan kesan berbeda, berkat gebrakan Polres Probolinggo yang membuka bengkel gratis dan Samsat keliling di Alun-alun Kota Kraksaan. Jumat (1/5/2026) tidak hanya menjadi hari libur bagi para buruh, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan servis motor tanpa biaya dan membayar pajak kendaraan secara mudah. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan bahwa layanan ini adalah bentuk perhatian nyata atas jerih payah pekerja yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan daerah. Lebih dari sekadar bantuan teknis, ini adalah simbol bahwa Polri hadir untuk meringankan beban ekonomi buruh.

Rangkaian peringatan May Day 2026 sebenarnya telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, dengan serap aspirasi dan pembentukan pansus raperda ketenagakerjaan oleh DPRD Kabupaten Probolinggo, serta apel Sabuk Kamtibmas di Polres Probolinggo. Puncaknya, pada 1 Mei, Forkopimda bersama serikat pekerja menggelar senam bersama dengan tema kolaborasi. Dalam acara itu, Bupati KH. Haris Damanhuri, Kapolres, Wakil Ketua DPRD HM. Zubaidi, dan Sekda H. Ugas Irwanto hadir menunjukkan komitmen bersama. Kehadiran bengkel gratis dan Samsat keliling menambah makna bahwa peringatan ini tidak hanya retorika, tetapi aksi nyata di lapangan.

Ketua DPC Sarbumusi Probolinggo, Babul Arifandhie, menyebut bahwa tahun 2026 menjadi momentum refleksi penting bagi hubungan industrial di Probolinggo. Ia mengapresiasi Polres yang tidak hanya mengamankan aksi buruh, tetapi juga menyediakan fasilitas yang langsung dirasakan manfaatnya. Ratusan peserta dari berbagai serikat pekerja dan perwakilan perusahaan tampak memanfaatkan layanan tersebut, menciptakan suasana kebersamaan yang jarang terjadi dalam peringatan May Day sebelumnya. Bagi Babul, ini bukti bahwa dialog antara buruh, pemerintah, dan aparat selama ini membuahkan hasil konkret.

Kapolres AKBP Latif menutup rangkaian acara dengan harapan besar: kolaborasi yang sudah terjalin antara Polri, serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah harus terus dipelihara, tidak hanya saat May Day. Melalui layanan bengkel gratis dan Samsat keliling, ia ingin menanamkan pesan bahwa kesejahteraan pekerja adalah tanggung jawab bersama. Ke depan, Polres Probolinggo berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, bahkan mungkin bulanan, di wilayah dengan konsentrasi buruh tinggi. Dengan begitu, iklim industri yang harmonis dan sejahtera bukan lagi mimpi, tetapi target yang sedang diwujudkan.(Avs)