Minggu, 03 Mei 2026

Kursus Kilat Sebelum Ujian Teori SIM: Cara Polantas Nganjuk Menciptakan Pengendara yang Paham Rambu dan Safety Riding


Apa jadinya jika pemohon SIM hanya belajar teori dari buku tanpa pernah dijelaskan langsung oleh ahlinya? Satlantas Polres Nganjuk menjawab pertanyaan itu dengan program Polantas Menyapa yang dikemas dalam kursus kilat. Pada Senin (4/5/2026), Aiptu Didik memberikan pembekalan intensif namun singkat kepada para peserta ujian teori SIM di Satpas Polres Nganjuk. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan rambu peringatan, rambu larangan, rambu petunjuk, marka jalan, etika berkendara, hingga safety riding. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan bahwa pelayanan seperti ini adalah investasi jangka panjang bagi keselamatan lalu lintas. SIM tidak hanya dicetak, tetapi diberikan kepada mereka yang benar-benar kompeten.

Dalam kursus kilat tersebut, Aiptu Didik menggunakan pendekatan storytelling. Ia bercerita tentang situasi lalu lintas nyata, lalu meminta peserta mengidentifikasi rambu apa yang harus diperhatikan dan tindakan apa yang harus diambil. Cara ini terbukti ampuh membuat pemahaman mengendap lebih lama dibandingkan sekadar menghafal. Selain itu, materi tentang pentingnya helm standar, menjaga konsentrasi, dan larangan bermain telepon genggam saat berkendara disampaikan dengan ilustrasi kecelakaan nyata (tanpa gambar menyeramkan) agar peserta lebih meresapi. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, mengungkapkan bahwa kursus singkat ini adalah salah satu inovasi unggulan yang diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Nganjuk.

Para pemohon SIM yang hadir mengaku senang karena mereka tidak hanya dilatih menjawab soal, tetapi juga dibekali mental dan pengetahuan praktis. Beberapa di antaranya berkomentar bahwa mereka baru pertama kali mendapat penjelasan sesantai dan sejelas ini tentang rambu-rambu. Satlantas Polres Nganjuk berencana mengintensifkan kursus kilat ini setiap minggu, bahkan membukanya untuk masyarakat umum yang ingin belajar teoritik tanpa mengajukan SIM. Pada akhirnya, mereka ingin setiap pengguna jalan, baik yang memiliki SIM maupun belum, sadar bahwa keselamatan dimulai dari pengetahuan. (Avs)

0 comments:

Posting Komentar